
sebelumnya author mau minta karena baru bisa up lg, di karena kan udh mulai PTM, jadi tugas makin numpuk, dan mungkin beberapa part lg bakal tamat.....
ok next
seorang bayi kecil di gendong oleh seorang perawat, dan di berikan kepada ayahnya untuk di adzani,
setelah selesai mengumandangkan adzan, Aldi mencium pipi anaknya, karena ia tidak percaya sekarang sudah menjadi seorang ayah.
Suster: pak buk anaknya laki laki, oh iya silahkan urus administrasi nya, saya permisi
perawat itu segera keluar karena masih banyak pasien yang harus sia periksa
Lania: mas, mana anak kita aku pengen liat
Aldi: sama bunda ya jagoan ayah
Aldi memberikan bayi tampan tersebut kepada Lania untuk di beri Asi
Lania: oh iya, anak ganteng ini namanya siapa? (mendongak ke arah Aldi).
Aldi: Alvaro Aldiansyah saputra
Lania: Bagus, tapi kok kebanyakan nama kamu nya
Aldi; gapapa lah, kan aku juga yang bantuin bikin
blush pipi Lania memerah bak udang rebus, pipinya semakin merah karena terus di ganggu oleh suaminya. dan bisa bisa nya suami nya mengatakn hal seperti itu.
Aldi: jadi gimana?
Lania: yaudah
Aldi : apa nya?
__ADS_1
Lania: iya aku juga suka, kalo anak kita namanya ALVARO ALDIANSYAH SAPUTRA
Aldi : aku udah pikirin dari lama
Lania: pantes
Aldi: yaudah kamu istirahat, aku kabarin ke orang tua kita
Lania: iya
kabar gembira telah di dengar oleh orang tua mereka. namun mereka juga sedih karena Alina yang kehilangan bayinya yang baru berusia dua minggu itu.
Yudha: cucu opa ganteng banget ya, gak kayak papa nya
Aldi: lah anak sendiri kok di jelek jelekin
Mirna: bunda seneng denger kabar ini, tapi bunda juga sedih bayi Alina hilang..
orang orang di sana terlihat kaget karena tidak ada yang tahu selain Mirna, karena Andre hanya memberi tahu kepada Mirna.
Mirna: belum tahu juga.
Yudha: gimana kalo kita lihat cctv, kemudian aku akan membantu dengan tangan kanan ku yang ku percayai
Cctv telah di periksa kemudia tangan kanan yudha sudah bergerak mencari keberadaan bayi dua minggu itu.
Mirna: semoga bisa cepet ketemu
Aamiin terdengar di telinga mereka masing masing.
Lania: bun, ayah kemana?
Mirna: lagi keluar kota, kemungkinan pulang lusa nanti
__ADS_1
Aldi: ayah tahu bun?
Mirna: sama sekali tidak
tring
bunyi handphone yudha terdengar, ia membuka benda itu. wajah nya terlihat kesal bagaimana tidak pesan masuk itu membawa kabar buruk.
Aldi: kenapa pi?
Yudha: perusahaan papi kebobolan
Wina: kok bisa?
Lania: ayah sama mas Aldi mending ke kantor, aku gapapa kok di sini juga ada bunda sama mami, dan ada dokter suster juga.
Aldi dan yudha segera pergi ke kantor nya.
sedangkan di tempat lain, Alina masih saja menagis, bagaimana tidak anak nya telah hilang, dan ia juga sanagat mencintai nya.
Andre: sayang udah ya, katanya papi yudha bantu nyari lisa
Alina: ya tetep aja, aku merasa bersalah, harusnya aku nggak ke dalam tadi, harus nya aku bawa lisa
Andre : hey sayang, ini hanya kecelakaan, dan aku yakin, lisa pasti akan ketemu
Alina: besok pagi harus langsung cari ya
Andre: pasti sayang
malam yang biasanya bahagia, kini tidak, suasana di rumah begitu sepi, karena tidak ada lagi tangisan bayi tersebut.
segini dlu ya, nanti author lanjut
__ADS_1
Tasikmalaya
21-09-21