Kisah Cinta Si Kembar

Kisah Cinta Si Kembar
Hilang lagi


__ADS_3

sebelumnya author mau minta karena baru bisa up lg, di karena kan udh mulai PTM, jadi tugas makin numpuk, dan mungkin beberapa part lg bakal tamat.....


ok next


seorang bayi kecil di gendong oleh seorang perawat, dan di berikan kepada ayahnya untuk di adzani,


setelah selesai mengumandangkan adzan, Aldi mencium pipi anaknya, karena ia tidak percaya sekarang sudah menjadi seorang ayah.


Suster: pak buk anaknya laki laki, oh iya silahkan urus administrasi nya, saya permisi


perawat itu segera keluar karena masih banyak pasien yang harus sia periksa


Lania: mas, mana anak kita aku pengen liat


Aldi: sama bunda ya jagoan ayah


Aldi memberikan bayi tampan tersebut kepada Lania untuk di beri Asi


Lania: oh iya, anak ganteng ini namanya siapa? (mendongak ke arah Aldi).


Aldi: Alvaro Aldiansyah saputra


Lania: Bagus, tapi kok kebanyakan nama kamu nya


Aldi; gapapa lah, kan aku juga yang bantuin bikin


blush pipi Lania memerah bak udang rebus, pipinya semakin merah karena terus di ganggu oleh suaminya. dan bisa bisa nya suami nya mengatakn hal seperti itu.


Aldi: jadi gimana?


Lania: yaudah


Aldi : apa nya?

__ADS_1


Lania: iya aku juga suka, kalo anak kita namanya ALVARO ALDIANSYAH SAPUTRA


Aldi : aku udah pikirin dari lama


Lania: pantes


Aldi: yaudah kamu istirahat, aku kabarin ke orang tua kita


Lania: iya


kabar gembira telah di dengar oleh orang tua mereka. namun mereka juga sedih karena Alina yang kehilangan bayinya yang baru berusia dua minggu itu.


Yudha: cucu opa ganteng banget ya, gak kayak papa nya


Aldi: lah anak sendiri kok di jelek jelekin


Mirna: bunda seneng denger kabar ini, tapi bunda juga sedih bayi Alina hilang..


orang orang di sana terlihat kaget karena tidak ada yang tahu selain Mirna, karena Andre hanya memberi tahu kepada Mirna.


Mirna: belum tahu juga.


Yudha: gimana kalo kita lihat cctv, kemudian aku akan membantu dengan tangan kanan ku yang ku percayai


Cctv telah di periksa kemudia tangan kanan yudha sudah bergerak mencari keberadaan bayi dua minggu itu.


Mirna: semoga bisa cepet ketemu


Aamiin terdengar di telinga mereka masing masing.


Lania: bun, ayah kemana?


Mirna: lagi keluar kota, kemungkinan pulang lusa nanti

__ADS_1


Aldi: ayah tahu bun?


Mirna: sama sekali tidak


tring


bunyi handphone yudha terdengar, ia membuka benda itu. wajah nya terlihat kesal bagaimana tidak pesan masuk itu membawa kabar buruk.


Aldi: kenapa pi?


Yudha: perusahaan papi kebobolan


Wina: kok bisa?


Lania: ayah sama mas Aldi mending ke kantor, aku gapapa kok di sini juga ada bunda sama mami, dan ada dokter suster juga.


Aldi dan yudha segera pergi ke kantor nya.


sedangkan di tempat lain, Alina masih saja menagis, bagaimana tidak anak nya telah hilang, dan ia juga sanagat mencintai nya.


Andre: sayang udah ya, katanya papi yudha bantu nyari lisa


Alina: ya tetep aja, aku merasa bersalah, harusnya aku nggak ke dalam tadi, harus nya aku bawa lisa


Andre : hey sayang, ini hanya kecelakaan, dan aku yakin, lisa pasti akan ketemu


Alina: besok pagi harus langsung cari ya


Andre: pasti sayang


malam yang biasanya bahagia, kini tidak, suasana di rumah begitu sepi, karena tidak ada lagi tangisan bayi tersebut.


segini dlu ya, nanti author lanjut

__ADS_1


Tasikmalaya


21-09-21


__ADS_2