
"hah.. apa mil sudah ya nyapunya?! ... ucap Ardi dengan gelagapan.
pasal nya ia sedang melamun kan seseorang yang selama ini selalu menginginkannya. hari demi hari wanita itu selalu mencari cara untuk menarik perhatian Ardi.
namun Ardi yang tidak terlalu menyukai gadis itu menjadi kan nya sedikit merinding di buat nya.
maka dari itu Ardi memberanikan diri menyatakan perasaan nya kepada emila.
menjadi kan emila kekasih nya agar ardi tidak di kejar kejar wanita itu..
"kakak ngelamun ya?! " ucap emila sambil duduk di sebelah Ardi.
"enggak... cuma sedang mikirin kerjaan aja.. banyak kolega yang minta rancangan bangunan" ucap Ardi berbohong.
"ohh begitu ya udah mila masuk dulu ya kak.. mau siap siap kerja" ucap emila sembari berjalan masuk.
" ya udah mil aku juga mau pulang mau persiapan kerja juga" ucap Ardi yang ikut berdiri.
akhirnya mereka masuk rumah masing-masing dan persiapan untuk berangkat kerja.
waktu menunjukkan pukul 07:30 emila sudah rapi dengan setelan kerjanya dan berdiri di teras depan menunggu Ardi yang sedang mengambil mobilnya di garasi rumah nya.
"tin.. tin.. "
Ardi yang membunyikan klakson nya di depan emila. begitu juga emila yang langsung berlari mengitari mobil dan segera masuk ke dalam mobilnya.
"kak malam nanti emila mau pergi sama rara kakak mau ikut gak?! " tanya emila memecahkan keheningan.
" kemana?! " tanya Ardi sedikit menoleh emila
"ke cafe makan makan kaya biasanya! " ucap emila lagi.
emang setiap akhir pekan emila dan kawan kawan nya nongkrong di cafe outdoor yang sangat terkenal di kota bogor.
tak jarang mereka menghabiskan malam panjang hanya untuk berbagi cerita..
mereka tak segan segan pulang larut mLam karena esok nya mereka libur kerja jadi anggap saja itu untuk menghibur diri ketika lelah.
"emmmmmm" ucap Ardi menimang niman permintaan emila.
"boleh kayak nya juga seru" ucap Ardi lagi
emila yang mendengar jawaban Ardi pun tersenyum. ia bahagia pasal nya Ardi menerima ajakan emila untuk menghabiskan akhir pekan nya.
.
.
.
. setelah mereka sampai emila pun segera berpamitan dengan ardi.
namun siapa sangka respon Ardi yang tiba tiba mencium kening emila.
__ADS_1
aksinya membuat emila menghentikan tangan nya yang sedang melepas seatbelt nya.
jantung nya sudah berdetak tak karuan serasa ingin lepas dari tempat nya.
pipinya terasa panas karena menahan malu dan gugup.
begitu pun Ardi yang terlihat salah tingkah.
_aduh pake kelepasan lagi_ ucap Ardi dalam hati.
"emb mil maaf ya aku akuu aku gak bisa nahan bibir sialan ini " ucap Ardi sambil menghadap ke depan.ia tidak berani menatap emila
emila yang sudah melepas seatbelt nya pun segera membuka pintu dan berkata
"heheh iya kak.. gapapa" jawab emila menunduk dan bergegas keluar.
suhu AC di dalam mobil tidak mampu mendinginkan hati nya yang bergejolak membakar api asmara yang sedang mekar melar nya di dalam hati emila.
.
setelah keluar nya emila.
Ardi pun segera melajukan mobil nya menuju tempat nya bekerja.
sesaat Ardi keluar dari mobil sebuah tangan menepuk pundak nya.
Ardi pun menoleh dan ternyata wanita itu lagi.
"hemb silahkan duluan" ucap Ardi.
"kenapa sih dingin banget sama aku mas... kurang apa aku... aku selalu ada untuk mu aku berdandan cantik dan sexy juga untuk mu" ucap wanita itu..
ya dia adalah sasa seprofesi dengan nya. yaitu arsitektur juga.
sasa yang jatuh cinta dengan Ardi setelah pertemuan pertama nya di perusahaan tersebut membuat nya nekat mengejar ardi. .. Ardi yang terkenal tampan dan cuek itu membuat wanita itu yakin jika ia mampu menaklukkan hati Ardi.
dengan cara apapun sudah ia lakukan dari yang perhatian sampai selalu ada untuk nya pun ia lakukan.
sebenarnya Ardi juga menyukai sasa namun ia tidak suka dengan gaya berpakaian sasa yang selalu terbuka dan sangat sexy..
memang sasa memiliki tubuh yang ideal bak gitar sepanyol..
hidung yang mancung bibir tipis kulit yang putih mulus. dan pa****ra yang besar menonjol apa lagi dengan gaya pakaian nya yang minim itu memang sangat menggoda.
namun Ardi malah merinding di buat nya.
"sa tolong itu pakaian nya agak sopan dikit aku sebagai lelaki malu melihat nya" ucap Ardi tanpa menoleh sedikit pun.
"aku begini agar kamu mau melihat ku mas" ucap sasa lagi.
"baik lah aku akan melihat mu jika gaya mu berpakaian seperti lainya yang sedikit sopan" ujar Ardi lagi.
"baik lah.. besok aku akan berpakaian sopan sayang" ucap sasa sambil meraih lengan Ardi dan bergelayut manja di lengan nya.
__ADS_1
Ardi pria normal melihat yang seperti itu bisa membuat darah beku nya memanas Seketika.
maka dari itu ia sangat tidak menyukai gaya penampilan sasa yang sangat sexy.
_ini jantung kenapa sih kedut kedut gini.. penyakit an kali ya_ ucap Ardi dalam hati..
pasal nya sekarang mereka berdua berjalan beriringan dengan pay***ra sasa yang menempel rapat di lengan nya.
bukan munafik Ardi sedikit mengintip bukit berbung yang indah di pandang itu.
_andai saja emila yang seperti ini_ ucap nya lagi dalam hati.
setelah mereka sampai di ruang an masing-masing. Ardi segera melakukan pekerjaan nya dengan teliti.
begitu pula dengan emila yang tidak ada capek capek nya tersenyum tipis.
ia mengingat kejadian pagi tadi sebelum turun dari mobil. serasa dunia begitu indah bagi emila. hingga akhir nya emila di kaget kan dengan teriakan di telinga nya..
"woe maemunah elu kenapa kesambet ya..." teriak rara yang lumayan kencang di telinga nya.
"dari tadi bukan nya pantau kerjaan mereka malah senyum senyum sendiri.. kek orang oleng aja deh lu" ucap rara setelah di depan emila.
"apaan sih ra... orang lagi seneng kog di kagetin" ucap emila dengan senyuman manis di bibir nya.
"ih pleaseee jangan senyum kek gitu di depan gua.... ngeri gua liat nya" ucap rara seolah jijik melihat emila tersenyum.
"hissh masih normal ya gua" ucap emila dengan kesal.
"kenapa senyum senyum di apain lu sama si Ardi" ucap rara lagi.
"gak di apa apain sih.. cuma tadi pas mau kesini dianya aku ajak ngopi bareng kita kita dia mau" ucap emila.
obrolan mereka terhenti ketika emila melihat jam dinding yang sudah menunjukkan jam istirahat nya.
rara pun segera bergegas ke ruangan nya dan memencet bel tanda istirahat tiba.
"yuk makan " ajak riko sesampainya di depan emila.
" ayo tapi nungguin rara bentar" ucap emila.
setelah rara datang mereka bertiga pun bergegas ke warung sebelah pabrik..
dan segera mencari kursi kosong untuk mereka.
.
.
.
.
tbc
__ADS_1