Kisah Emila

Kisah Emila
eps 3.


__ADS_3

ia meminta pak farhan memanggil emila untuk menemani nya survei di lapangan..


ia baru tau jika emila bekerja di pabrik milik nya dari daftar mandor piket hari ini.


"mila tolong temani pak fa'az survei di lapangan. beliau pimpinan kita.. " ucap pak farhan dengan tegas berwibawa


"oh iya Pak siap" jawab emila tersenyum tipis.


emila bukan gadis yang lugu dan polos.. ia gadis yang cerewet dan bar bar...hanya saja ia terlihat polos dan lugu ketika berhadapan dengan orang yang baru di kenal atau berhadapan dengan seorang yang patut di hormati..


emila dan fa'az pun keluar dari ruangan pak farhan dan berjalan kearah pabrik... ia mendengus kesal tatkala di beri tugas untuk menemani survey sang atasan...


"kenapa diem betina" ucap fa'az sambil melirik betina dengan senyuman jahil nya.


"lalu saya harus bagai mana tuan" ucap emila lirih.. sambil terus berjalan menunduk di belakang fa'az.


ia sadar yang di hadapannya adalah pimpinannya.. tidak mungkin ia marah marah seperti kemarin.. apalagi memanggil nya dule.


"kenapa kamu tidak menelfon ku untuk ganti rugi.. apa kamu tidak punya ponsel" tanya nya lagi.


hening


hening


fa'az pun berhenti tiba tiba.. ia berfikir emila tidak mengikutinya atau tertinggal jauh.


"duk".. (anggap saja suara kepala nabrak punggung).


" aduh.. keras banget" gerutu emila sambil menggosok jidat nya..


"apa kamu tidak dengar ucapan saya tadi betina" ucap fa'az lagi.


"maaf tuan setelah saya tau anda teman dari mas Ardi yang kebetulan atasan saya.. saya tidak berani meminta ganti rugi.. apa lagi yang salah saya" jawab emila masih dengan menunduk.. emila tidak berani mengangkat kepala sedikit pun.


"oh syukur lah kalo begitu.. uang ku malah tidak berkurang" ucap fa'az lagi.


"hah.. ternyata pimpinan ku pelit juga" batin emila menggerutu.


berbeda dengan fa'az yang tersenyum tipis mengingat pertemuan pertama mereka.


diam diam fa'az mengagumi emila.. hanya saja fa'az tidak pernah berfikir akan bertemu kembali setelah kepulangan nya ke Jakarta.

__ADS_1


setelah mereka selesai survei pabrik..mereka berpisah emila yang masuk di ruangan nya sendiri dan fa'az yang masuk di ruangan manager lagi..


pertemuan pertama dan terakhir untuk kedua insan itu di bogor.. karna setelah dari pabrik fa'az kembali ke Jakarta untuk melanjutkan pekerjaannya yang tertunda..


hari pun menjelang jam pulang kerja.. pekerja pabrik segera meninggal kan tempat dan bergegas pulang.. begitu pun dengan emila yang buru buru keluar pabrik yang malah di hadang partner kerja nya siapa lagi kalau bukan rara..


"mil.. gimana tampan gak?! " tanya rara antusias sambil menggoyang kan lengan emila dengan gemas.. sudah seperti seorang anak minta permen ke emak nya hehe.


"apa an.. gua gak berani natap dia. orang dia korban yang gua ceritain ke elu kemaren pas motor gua nancep" jawab emila dengan terus berjalan menuju tempat parkir.


"waduuhhh... mati kutu dong lu" tanya rara lagi.


" ya mau gimana lagi.. hahahaah" jawab emila dengan tertawa dan mengendikkan bahu.


mereka pun segera mengambil motor kesayangannya dan berpisah..


sesampainya di kontrak an.. mila melihat seorang yang duduk di emperan kontrak an sepertinya menunggu diri nya pulang..


pria yang selama ini emila kagumi diam diam. hanya berani menatap dan mengaguminya dari jauh.. dari awal pindah ke Bogor hanya Ardi dan Ibu nya yang emila kenal.. karena hanya mereka yang ramah padanya apa lagi ibu nya Ardi yang selalu baik dan menganggap nya anak sendiri..


"lah kak.. sudah lama menunggu disini?! " tanya emila setelah memarkirkan sepeda cb clasic milik nya.


"belum lama sih mil.. " jawab Ardi.


"oh ya mila abis ini jalan jalan yuk " ucap Ardi lagi tanpa basa basi dan mengikuti emila masuk kontrak an nya.


"emb.. boleh udah lama juga gak keluar jalan" ucap emila sembari duduk di sofa ruang tamu nya.


"aku ambilin air ya mil.. sepertinya kamu lelah".. ucap Ardi lagi sambil berjalan menuju dapur..


" ni air nya... " ucap Ardi lagi sambil menyerah kan air dingin itu.


Ardi memang sering datang ke tempat emila bahkan ia sangat mencintai emila hanya saja ia tidak berani menggungkapkan perasaan nya..


Ardi jatuh cinta pada gadis berjilbab itu dari pertama mereka bertemu saat emila pertama kali pindah ke Bogor..rencana nya malam ini Ardi ingin menggungkapkan perasaan nya.. mau di Terima atau tidak ia tak ambil pusing.. yang Ardi ingin kan hanya melepas beban yang mengganggunya karna menyimpan perasaannya.. setelah cukup lama Ardi menunggu emila yang sedang mandi dan bersiap.. emila pun muncul dari balik pintu kamar nya..


"cantik... " batin Ardi berbisik.


"ayo kak.. " ajak emila setelah ia di dekat Ardi.


"ehm ya ... ayok".. kata Ardi sambil menetralkan degup jantung nya..

__ADS_1


" kak kita kemana" tanya emila lagi.


"cari makan di luar.. pasti kamu juga belum makan kan" ucap Ardi kemudian.


"mau makan gimana orang kakak aja nunggu mila dari mila belum pulang kerja" ucap emila sambil tersenyum tipis.


"heheh iya takut nya entar kamu keburu kemana gitu" ucap Ardi sambil melirik gadis yang duduk di samping nya.


"kenapa gak kirim pesan dulu coba" ucap mila lagi.


" gak apa apa sih.. pengen aja nungguin kamu".. ucap Ardi lagi..


dengan pipi yang merona karena ucapan Ardi. emila pun memalingkan wajah nya dan sedikit tersenyum tipis..


detak jantung nyaa mulai tak beraturan..


setelah sampai di cafe terkenal di kota bogor mereka pun turun dan mencari tempat duduk yang masih kosong..


pilihan kali ini cafee outdoor dimana mereka bisa melihat bintang langsung dan mendengarkan live musik..


emila yang sudah kelaparan tanpa ba bi bu ia segera meminta daftar menu ke pelayan dan memesan beberapa makanan.. begitu pun dengan Ardi yang menyamakan pesanan mereka..


tak lama kemudian pesanan pun datang dan mereka menyantap dengan nikmat.. hanya denting sendok dan garbu yang bersuara..


"emila aq mau bicara sama kamu. " ucap Ardi setelah meletakkan sendok dan menggeser piring nya... ya Ardi selesai makan lebih dulu..


"bicara apa kak... " tanya emila sambil menikmati hidangan nya.


"aku suka sama kamu".. ucap Ardi lirih.


" aku gak peduli kamu suka apa enggak sama aku mil.. aku hanya ingin menggungkapkan apa yang aku rasakan..aku gak mau memendamnya terlalu lama. aku nyaman kita juga udah dekat lama .. dari pertama aq melihat mu aku seolah tertarik dengan senyum mu.... cara mu bicara dan apapun itu tentang mu.. " ucap Ardi lagi dengan tangan yang sudah menggenggam satu tangan emila yang di atas meja.


"hemb... yakin kak Ardi juga suka sama gua" batin emila bertanya-tanya.


ia ragu apakah benar Ardi mencintai nya apa hanya menginginkan nya.


"mil"... ucap Ardi lagi yang tidak mendapat kan respon apapun dari emila.


" hah iya kak... kenapa?!. " tanya emila dengan polos nya.


tbc...

__ADS_1


__ADS_2