Kisah Emila

Kisah Emila
eps 8


__ADS_3

setelah selesai ibu Ardi menyiapkan segala nya mereka bertiga memulai makan malam dengan sedikit perbincangan..


dengan respon baik yang di berikan ibu Ardi emila semakin yakin dengan jalan takdir nya.


ia tak ragu lagi untuk memupuk cinta nya semakin dalam.


hari semakin larut namun mereka berdua Ardi dan ibunya berpamitan untuk pulang. .


setelah kepergian mereka emila segera menutup pintu dan berjalan ke kamar tidur nya..


emila langsung merebahkan tubuh nya yang seakan tak bertulang.


hari ini sangat melelahkan bagi emila.


kembali ke siang hari tadi setelah istirahat.


"mbak ini bagaimana print nya rusak..


terus mesin untuk mengelupasi kulit kayu juga macet macet... jadi hasilnya gak mulus malah boleng boleng mbak?! " tanya pekerja di situ panggil saja wahyu.


"emb ya mas nanti tak minta kan teknisi dari pak farhan" jawab emila.


"iya mbak. trus kalau mesin macet print rusak kita satu team ngapain?! " tanya wahyu lagi.


"bentar ya saya lihat dulu jadwal hari ini" ucap emila.


setelah emila melihat jadwal nya harus nya print berhubung mesin nya rusak maka hari ini ia pulangkan lebih awal.


"mas wahyu.. kalian pulang aja lebih awal besok lembur buat ganti nya hari ini" ucap emila lagi.


"baik mbak kalau seperti itu kami pamit dulu" ucap wahyu lalu bergegas pergi.


tak lama kemudian pak farhan datang dan melihat pekerjaan yang masih utuh...


ia menanyai emila yang sedang berdiri di samping mesin dan hendak berlalu.


namun ia di kaget kan dengan pak farhan yang tiba tiba muncul di depan nya


"mana anak buah mu mil?! " tanya pak farhan.


"saya suruh pulang pak.. karena print dan mesin pengupas kulit kayu nya rusak ." jawab emila.


"sudah kamu panggil kak teknisi nya?! " tanya pak farhan


"sudah pak katanya sebentar lagi mereka datang" jawab emila lagi.


"oh ya bagus lah" jawab pak farhan sambil berlalu meninggal kan emila.


tak berselang lama teknisi yang berjumlah dua orang itu pun datang.


mereka segera memperbaiki mesin mesin yang di tunjuk kan oleh emila..


"mbak ini yang untuk print sudah beres" ucap salah satu teknisi nya.

__ADS_1


" ya mas saya tungguin" ucap emila lagi.


emila yang jenuh menunggu nya akhir nya keluar mencari kan air minum untuk kedua teknisi waktu sudah hampir sore tapi belum ada tanda tanda mesin nya beres.


setelah emila mendapatkan air minumnya emila segera masuk dan memberikan botol tersebut.


"pak udah hampir jam empat apa sebaik nya di lanjutkan besok saja?! ".. ucap emila sambil menyodorkan botol minuman.


" ah nanggung mbak udah hampir selesai ini " jelas teknisi nya lagi.


akhirnya emila mengalah.. ia duduk tak jauh dari dua orang teknisi tersebut.


"hehehe maaf mbak emila.. kalo gak gini bakal susah aku nya ngelirik wajah cantik mu" ucap nya dalam hati salah satu teknisi mungkin seniornya.


"perasaan dari tadi udah beres deh kog katanya belum beres ya?! " tnya nya dalam hati yang seperti nya ia bingung..


pasal nya dari sebelum emila membeli kan air minum untuk mereka kedua mesin tersebut sudah selesai di perbaiki..


"kayak nya senior gua gak beres deh apalgi itu coba pake deket deket aduh" ucap si junior teknisi sambil melirik senior nya yang menggeser duduk nya semakin mendekati emila.


"hustt hustt....ngapain... " ucap senior nya lagi dengan bicara tanpa suara...


yang di tanya malah hanya meletakkan jari telunjuk nya di bibir dan menoleh lagi mengabaikan si junior


"mbak emila?! " ucap senior teknisi.


" ya mas.. ada keluhan apa lagi?! " tanya emila.


"engg... anu mbak maaf sebelumnya.. anu.. emmm"... ucap senior teknisi lagi dengan menggaruk Kepala nya tidak gatal sama sekali.


"mbak aku mau jujur kalo sebenarnya saya sudah lama mengincar embak. " ucap nya terbata dan gugup.


"maksudnya gimana ya mas?! " tanya emila lagi.


"aku.. em.. aku suka sama embak.".. ucap nya dengan sekali tarikan nafas.. keringat dingin sudah membasahi pelipis lelaki itu..


" ohh.. itu.. maaf mas saya udah ada pacar" jawab emila tersenyum tipis..


"oh ya mas kiranya sudah selesai mari mas kita semua pulang.. ini sudah waktunya pulang kan" ajak emila lagi sambil melihat jam kecil yang melingkar di lengan tangan nya.


"oh iya mbak.. oh ya mbak maafkan kelancaran saya ya mbak.. dan juga jangan di masuk kan ke hati ya mbak" ucap senior teknisi sambil berdiri dan pergi.


_heheh sudah ku duga aku yang teknisi pasti bakal kalah saing dengan yang ATM berisi_ ucap senior teknisi dalam hati.


_klejingggAn.... hahhahaa_ batin junior teknisi bersorak menertawakan penolakan emila.


setelah senior teknisi berada di dekat si junior dengan tatapan sinis nya memergoki junior menertawakan nya dalam diam.


"kenapa itu bibir senyum senyum kek gitu.. nertawain gua lu?! " tebak senior teknisi.


"pede banget lu bang" ucap Junior teknisi. dan akhirnya si junior teknisi tertawa terbahak bahak sesaat mengingat kawan nya mengungkapkan perasaan nya namun sudah kalah cepat dengan yang lain dan tertolak.


kembali ke sekarang.

__ADS_1


suara adzan subuh yang seakan sudah menjadi alarm di hidup nya pun sudah berkumandan.. emila tersadar dari tidur nya dan segera bangkit menuju kamar mandi untuk membersihkan diri lanjut ia melaksanakan kewajiban nya sebagai umat muslim.


setelah selesai dalam sujud nya emila bergegas ke dapur untuk membuat bekal dan sarapannya.. tak lupa ia membersihkan rumah beserta halaman nya.


sesaat emila menyapu halaman rumah nya yang di tumbuhi dua buah pohon mangga yang sudah besar.. ia tak sengaja melihat Ardi yang sedang olah raga pagi..ardi yang sedang lari lari kecil di halaman rumah nya pun menghentikan aktifkan nya dan menghampiri emila.


"pagii kesayangan kuuu" ucap Ardi yang sudah di dekat emila.


"pagii juga kak".. ucap emila malu malu.


" sini aku bantuin nyapu halaman nya" ucap Ardi sambil merebut sapu yang di pegang emila.


"gak usah kak bentar lagi juga selesai" ucap emila menolak tawaran Ardi.


"beneran gak mau di bantu... " tanya Ardi sekali lagi.


"enggak kak.. " ucap emila sambil melanjutkan aktivitas nya.


Ardi pun tidak beranjak sedikit pun dari belakang halaman rumah emila.


ia malah duduk di teras sambil memerhatikan emila yang sedang menyapu.


_semakin hari kau semakin cantik mil_


ucap Ardi dalam hati.


setelah emila menyelesaikan tugasnya.. emila mendekati Ardi yang terlihat melamun hingga tidak menyadari kedatangan emila.


sesampai di depan Ardi emila mengibaskan tangan nya di depan muka Ardi tapi tidak mendapat respon apapun dari Ardi.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


ayoo Ardi ngelamun in siapaa.... emilaa apa lainya hayo......


lanjut kuy

__ADS_1


tbc...


__ADS_2