Kisah Emila

Kisah Emila
eps 10


__ADS_3

riko yang selalu curi curi pandang dengan emila dan diam diam menyukai emila pun terasa begitu sakit saat mendengar kabar jadian nya dengan Ardi.


namun apa daya riko orang yang tidak terlalu percaya diri itu selalu mengubur perasaan nya dalam dalam.. cukup ia melindungi emila dari Ardi yang tidak serius mencintai emila.


akhirnya mereka pun memesan makan siang nya dan segera melahap nya.. di sertai obrolan ringan hingga hidangan mereka bertiga habis tanpa sisa.


"mas riko.. usia mas riko kna udah tiga puluh tahun kan kenapa gak nikah- nikah" tanya emila.


"gak ada yang mau sama buruh pabrik seperti ku mil" ucap riko sambil tersenyum tipis.


"halah gaya lu bang... noh cewe yang lo bonceng di pertigaan kemarin siapa?! " saut rara yang tiba tiba terlihat kesal.


bagaimana tidak kesal rara yang diam diam menyukai riko pun tidak pernah di lirik oleh nya..malah ketika mereka barengan sudah seperti tikus dan kucing yang selalu bertengkar.


"mana ada ... salah liat kali lu" ucap riko sambil mengingat ingat kejadian itu.


"halah pura pura lupa lagi" ucap rara.


"memang nya kapan kamu liat nya" ucap riko lagi.


"kemarin dah lama" jawab rara sewot.


" ohh itu.... heh bod*h adik gua itu " ucap riko sambil tertawa lepas.


hingga bangku lainya menatap ke arah mereka.


rara yang tidak percaya dengan ucapan riko pun hanya mencebik kan bibir nya.


.


.


.


.


.


.


.


malam pun tiba langit nya begitu cerah dengan bintang yang bertaburan..


emila yang sudah bersiap untuk keluar malam ini pun sudah terlihat cantik dengan setelan kulot putih dan tunik lilac nya tak lupa pasminanya yang menambah kesan sempurna.


merasa sudah cukup dalam bersiap nya emila segera keluar rumah dan menunggu Ardi di teras depan nya.


tak berselang lama Ardi pun datang dengan motor ninja hitam nya.


"tin tin"


klakson motor Ardi begitu nyaring di pendengar an emila.


"kita pakai motor aja yaa... sekalian kencan pertama" ucap Ardi yang masih di atas motor.


"iya kak.." jawab emila sambil mendekati Ardi..


setelah emila berhasil menaiki motor nya Ardi pun yang melajukan motor nya menuju cafe xx.


"mil... pegangan nya yang kenceng dong" ucap Ardi yang sedang mengemudi motornya.


"hah apa kak?! " jawab emila yang tak jelas mendengar ucapan ardi.


"pegangan nya yang kenceng mau ngebut ini" ucap Ardi lagi..

__ADS_1


"apa kak yang di rebut?! " jawab emila


"mau ngebuut mil" ucap Ardi lagi..


padahal saat ini kecepatan Ardi sudah tinggi hingga teriakan Ardi tak terlalu jelas karena angin.


"siapa yang ngrebut ya.. ah sudah lah aku gak jelas denger nya" ucap emila dalam hati


karena tak mendapatkan jawaban dari emila.


akhirnya Ardi pun diam ia melakukan sepeda motor nya dengan kecepatan standart.


saat mereka berhenti di lampu merah tangan Ardi pun terulur ke betis emila.. lalu emila pun merapat kan duduk nya dan menyandar kan kepalanya di bahu Ardi..


gemuruh dalam dada emila sampai terasa di punggung Ardi.


Ardi hanya tersenyum tipis dan tangan nya kembali memengan stang kemudi.


dunia begitu indah malam ini..


sesampainya di cafe Ardi pun memarkirkan sepeda motornya..


dan bergegas memasuki cafe sambil menggandeng tangan emila dengan mesra.


riko dan rara yang sudah berada di sana pun tercengang melihat emila yang berjalan mesra kearah nya.


"Hai semuaa udah lama nunggu ya?! " tanya emila sambil melepas kan pautan tangan nya dan segera duduk.


riko yang melihat emila tersenyum bahagia dan serasi malam ini hati nya bagai tercubit.. sakitt terasa begitu sakit saat melihat seorang yang kita cintai menjadi milik orang lain.


riko pun segera mengalihkan pandangan nya agar tidak melihat kemesraan mereka.


"udah hampir seabad aku disini mil" ucap rara lalu menyeruput ice milk milik nya.


Ardi yang melihat riko di situ pun merasa biasa saja. karena memang mereka teman teman emila.


"mau makan apa yank?! " ucap Ardi kepada emila sambil melihat buku menu.


Ardi sebagai lelaki ia tau bagaimana tatapan riko untuk emila tetapi entah kenapa ia tidak sedikit pun merasa terganggu.


"samain aja mas" ucap emila


"ok.. kamu ra?! " tanya Ardi lagi


" nasi goreng seafood aja deh di! " ucap rara sambil melihat buku menu nya.


"aku juga samaan sama elu aja deh ra" saut riko tiba tiba..


seketika rara pun salah tingkah karenanya.


rara yang berfikir riko berselera sama dengan nya pun tanpa ia sadari senyum terus menghiasi bibir nya hingga pelayan datang memberika pesanan mereka.


hidangan mereka pun segera mereka santap dengan di hiasi beberapa obrolan ringan hingga akhirnya hidangan yang tersedia tidak tersisa.


live musik pun mengalun indah menghibur pelanggan malam ini.


"ko.. " ucap rara sambil tersenyum tipis.


"napa?! " ucap riko yang malam ini mood nya sedikit terganggu karena kedatangan Ardi.


"tumben elu gak banyak bicara kenapa?! "


tanya rara lagi.


"iya kak kenapa ya tumben diem bae?! " saut emila

__ADS_1


"gak papa gua agak capek aja malam ini! " saut riko berbohong.


mana mungkin ia berkata jujur bahwa ia tidak nyaman dengan kedatangan Ardi.


karena riko yang mendapat informasi dari nisa selaku adik nya yang bekerja dalam satu perusahaan dengan mereka... katanya Ardi saat ini sedang dekat dengan sasa si gadis mont*k yang selalu nempel padanya.


maka dari itu riko tidak nyaman dan enggan melirik atau pun mengajak nya bicara.


namun tidak dengan Ardi yang seolah bodo amat dengan lingkungan nya.


saat ini Ardi yang sedang memainkan gawai nya pun mendapat pesan dari seseorang.


*sasa*


_lagi di cafe ya.. sama siapa itu.. boleh aku nyamperin_ isi tulisan dalam pesan tersebut.


*me*


_sama pacar gua_ balasan pesan Ardi .


setelah membalas pesan dari sasa.


Ardi pun memasukkan lagi gawai nya dan celingak celinguk seolah mencari seseorang.


tak berapa lama. datang seorang wanita dengan tubuh semok dan berpakaian sexy di hadapan mereka.


"sasa.. " ucap Ardi dan riko bebarengan.


"haii rikoo Haii ardii apa kabar... wah kebetulan ya ketemu di sini" ucap sasa sambil menarik satu kursi untuk ia duduk.


"aku gabung sini ya" ucap nya lagi sambil duduk.


Ardi pu terlihat mulai sedikit tidak tenang pasal nya sasa pasti berbuat ulah.


"oh ya ini siapa kog aku baru melihat nya" ucap sasa pagi sambil menunjuk emila.


"saya emila kak" ucap emila sambil tersenyum tipis.


_siapa wanita ini kog kenal sama mas Ardi ya?! _ tanya nya dalam hati


_akrab banget sama mas Ardi dan mas riko_ ucap nya lagi sambil mencuri pandang ke arah sasa.


.


.


.


,


?


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


tbc.


__ADS_2