Kisah Emila

Kisah Emila
eps 12


__ADS_3

rara yang sadar akan kata kata nya pun segera menyusup kan wajah nya ke punggung riko..ia malu sangat malu meminta riko mengembalikan ciuman nya.


"kenapa?! " teriak riko saat merasakan rara yang menyembunyikan wajah di punggungnya.


"ngantuk" ucap rara berbohong.


mana berani dia mengatakan sejujurnya jika ia malu dengan ucapan nya.


"beneran cuma ngantuk?! " tanya riko yang menggoda rara.


wajah rara pun terasa memanas pipinya memerah karena menahan malu oleh ucapanya.


jantung nya pun berdetak tak beraturan untung saja motor yang di kendarai oleh mereka adalah motor matic sehingga dada rara tidak terlalu menempel pada punggung riko.


tak beberapa lama mereka pun sampai di rumah rara..


rara yang sudah turun dari sepeda motor nya segera melepaskan helm nya dan memberikan kepada riko.


"ciuman nya jadi di kembali kan gak ra?! " tanya riko menggoda rara.


"blush"


pipi nya memerah lagi rara pun segera mengontrol detak jantung nya.


"gak perlu tapi kamu harus tanggungjawab.. kasian bibir ku udah gak suci lagi" jawab rara Sambil melotot ke arah riko.


"yakin.. " ucap riko lagi.


"udah lu pulang aja dari pada gua bantai lu" ucap rara sambil mengacungkan bogem nya.


"hahahahaaaa baik lah baik lah aku pulang" ucap riko lalu menjalankan sepeda motor nya lagi.


_kalau begini terus aku bisa jantung an.. aku memang sangat menyukai mu ko.. tapi dari tatapan mu saat menatap emila aku tau dirimu menyukai nya.. hingga aku harus menahan rasa ku untuk mu_ ucap rara lirih sambil berjalan memasuki rumah nya.


.


.


.


.


.


di lain tempat


.


. riki yang baru saja masuk rumah segera merebah kan tubuh nya di sofa depan televisi nya.


nisa yang baru keluar dari kamar tidak sengaja melihat riko rebahan di sofa pun ia hampiri.


"kak.. kenapa?! " tanya nisa

__ADS_1


"entah lah Sa.. aku sangat menginginkan emila diam diam aku menyukai nya tapi entah kenapa setiap aku bersama nya aku tak sesenang dan setenang bersama rara! " ucap riko sambil duduk


"kak kakak tu terobsesi apa beneran suka sih sama kak mila" ucap nisa sambil duduk di sebelah riko.


"gak tau sa... aku menyukai nya karena caranya bicara dan berpakaian.. dia pintar sekali menutup aurat nya. dan dia gadis yatim piatu Sa" jawab riko lagi.


"kak itu namanya bukan cintaa tapi obsesi dan kasian mu padanya. " jawab nisa.


*berbeda jika kakak saat berdekatan akan tenang nyaman bahkan jantung nya nyut nyutan.. gitu kak" imbuh nisa sambil memegang dadanya sambil menengadah kan wajah nya keatas seakan sedang membayangkan..


"hah kamu semakin ngaco Sa" ucap riko menoyor kepala nisa sambil berlalu masuk ke dalam kamar nya...


..


.


.


.


.


.


pagi yang cerah di hiasi dengan mentari yang memancarkan sinar nya kebumi.


sepasang kekasih sedang bersiap untuk berangkat ke tempat bekerja masing masing.


hari ini emila dengan semangatnya menyiapkan bekal untuk Ardi sang pujaan hati nya.. meskipun semalam emila di buat tidak tidur dengan nyenyak karena di landa api cemburu yang sedikit terkobar.


rencana nya setelah pulang bekerja mereka emila akan menanyakan tentang siapa gadis itu.


detik berikut nya dari arah depan terdengar ketukan pintu dengan teriak an khas emak emak kesayangan nya.. siapa lagi jika bukan ibu riana ibu nya Ardi.


"tok.. tok.. tok.... emila sayang" teriak ibu Ardi dengan tangan yang masih setia mengetuk pintu.


emila yang sudah bersiap segera membawa bekal untuk nya dan Ardi keluar.. sekalian membuka kan pintu untuk bu riana.


ceklek... emila pun membuka pintu nya.


"iya bu ada apa?! " tanya emila.


"sayang ini ibu masak banyak hari ini... ibuk bikinin bekal buat kamu" ucap bu riana sambil menunjukkan tupperware nya.


"makasih buk.. nanti emila bawa deh ke pabrik" ucap emila sambil mengambil tupperware di tangan ibu riana dengan kesulitan.


pasal nya ia juga membawa dua tupperware untuk nya dan Ardi.


ibu riana yang melihat tupperware di tangan emila segera bertanya " lah kog udah ada bekal sih mil... dua lagi. " ucap bu riana.


"iya bu yang satu mas Ardi" ucap emila dengan malu malu.


"ya udah yang satu buat ibuk... kamu bawa yang ini " ucap ibu Ardi sambil menukar miliknya dengan milik emila.

__ADS_1


"iya bu.. makasih" ucap emila dengan tersenyum manis.


tak berselang lama Ardi pun datang dengan mobil putih nya.. emila segera berpamitan dengan bu riana dan melangkah mendekati mobil itu.


"maaa aku berangkat dulu ya" teriak Ardi dari dalam mobil.


"terserah" ucap bu riana dengan sinis dan membuang muka.


_haduh masih marah lagi itu emak emak..


masak iya sih aku bolehin tu emak nginep ke tempat emila_.... ucap Ardi dalam hati.


"ya udah deh iyaaa maa.. iyaaa entar malem boleh deh nginep situ kalau sama yang punya rumah boleh" teriak Ardi lagi dari dalam mobil.


_flashback on_


"Ardi nanti malam mama mau nginep rumah emila ya..?! " ucap bu riana sambil menata sarapan di meja makan nya.


"gak boleh.. apa mama gak malu tidur aja numpang ke rumah orang" jawab Ardi sambil menalikan sepatu nya.


"oh.. jadi kamu pikir mama nginep ke tempat emila itu numpang haa.... apa kamu gak ada niatan serius menikahi calon mantu mama haaa" ucap bu riana dengan nada yang lumayan tinggi.


"maa malu dong.. masak iya calon mertua nya yang tidur sana bukan anak nya. " ucap Ardi lagi.


"ya udah kalau mama gak boleh nginep ke rumah emila malam ini maka hari ini kamu gak boleh sarapan di rumah" ucap bu riana sambil menampik tangan Ardi yang akan mengambil nasi untuk piringnya.


ibu riana segera memberes kan makanan nya ke dalam tupperware dan hanya menyisakan untuk ia makan sendiri.. Ardi yang masih belum merespon ucapan ibu nya hanya bisa terdiam sambil memegang centong nasi.


setelah kepergian ibu riana Ardi pun tersadar jika semua makanan nya di boyong ke tempat emila lagi.


_gak sarapan lagi_ ucap Ardi sambil berjalan menjauh i meja makan.


_entah apa yang di fikiran mama... bisa bisa nya meminta tidur di tempat emila.. seperti gak ada rumah aja- ucap Ardi lagi sambil memanasi mobil nya.


_flashback off_


di dalam mobil emila yang melihat pertikaian emak dan anak pun menjadi di landa penasaran pasal nya ini kali pertama ia melihat bu riana sesinis itu dengan Ardi... biasanya mereka selalu kompak dan konyol..


"kak ibu kenapa?! tanya emila ...


" gak apa apa biasa emak emak rempong mah begitu" ucap Ardi sambil melihat ke arah emila sebentar.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


. tbc


__ADS_2