Kisah Emila

Kisah Emila
eps 6


__ADS_3

adzan subuh berkumandang terdengar sayup sayup di telinga emila. ia segera membuka mata nya dan bangun.. membersihkan diri dan bersiap untuk sholat subuh..


setelah selesai sholat tak lupa emila berdoa untuk kedua orang tuanya dan untuk nya sendiri


"ya Allah ya rob maaf kan atas khilaf nya hambamu dan maaf kan atas segala dosa hamba dan dosa orang tua hamba ya rob".. ucap nya dengan tangan yang mengadah ke atas.


.


.


. selesai sholat dan berdoa emila segera pergi ke dapur dan memasak bekal untuk ia bawa bekerja.. setelah selesai dengan tugas dapur emila membersihkan seisi rumah dan halaman nya.. waktu menujukan pukul 06.00 pagi emila segera mandi dan bersiap..


.


.


.


sesaat setelah selesai mandi emila yang keluar dari kamar mandi tidak sengaja melihat gawai nya yang berkedip menandakan ada pesan masuk di gawai nya.


emila segera mengambil dan membuka pesan.


"kak Ardi... tumben pagi pagi udah kirim pesan" batin emila sambil membuka aplikasi hijau di gawai nya.


*kak Ardi*


_pagii kesayangan... masak apa hari ini_


isi pesan Ardi.


*me*


_masak ayam kecap sama sambel goreng ati kak.... kakak mau_


tawar emila dalam tulisan nya. pipi nya serasa panas dan seakan banyak kupu beterbangan di dalam perut nya.


_oh Indah nyaa_ batin emila berbisik.


*kak Ardi*


_mau ... tapi dah keburu berangkat kerja.. entar sore aja sepulang bekerja kita makan malam bareng_


balas Ardi lagi.


*me*


_ya udah kak aku bersiap dulu ya assalamu'alaikum_


balas emila. dengan senyuman yang tak pudar dari bibirnya.


.


.


.


.


. setelah selesai bersiap emila segera mengambil bekal dan bersiap berangkat..


dengan buru buru emila membuka garasi dan mengambil motor cb klasik kesayangan nya.


belum juga sampai emila mengeluarkan cb clasic nya dari halaman depan terdengar suara klakson mobil..


emila pun segera melihat siapa gerangan dan ternyata Ardi dengan setelan kerjanya bersiap menjemput emila.


"udah ayo buruan mil.. mulai sekarang berangkat bareng aku.. " ucap Ardi sambil bersandar di pintu mobil nya.


"ehm... gak ngerepotin ya kak?! " tanya emila ragu ragu pasal nya baru pertama kali ini Ardi menawarkan berangkat bareng.


"enggk mil.. lagian kita juga searah kan" ucap Ardi sambil membuka pintu untuk emila.

__ADS_1


"ayoo... sini..... " ucap Ardi sambil berjalan mendekati emila yang masih diam mematung di depan nya.


"hah eh iya kak iya".. ucap emila gugup.


_sweet banget sih kak Ardi ku_ batin emila bersuara.


.


.


mereka pun berlalu membelah jalanan bogor.


dalam perjalanannya mereka diam tanpa suara.


terasa hening dan lama dalam perjalanan.


begitu pun dengan Ardi. ia diam tanpa mengeluarkan sepatah kata pun..


.


.


.


.


setelah perjalanan kurang lebih empat puluh lima menit kini mereka sampai di depan pabrik di mana emila bekerja.


emila pun mengucapkan terimakasih dan segera turun.


begitu juga dengan Ardi setelah menjawab emila ia segera menancapkan gas dan menuju kantor di mana ia bekerja.


entah lah mereka masih canggung dengan status baru mereka.


emila pun segera masuk ke ruang an nya dan bersiap survei lokasi..


tetapi belum juga emila keluar ruangan ia di kaget kan oleh rara yang tersenyum misterius..


emila paham pasti ada yang sedang ia pikir kan.


yaa beberapa menit yang lalu setelah rara memarkirkan sepeda motornya ia melihat emila yang turun dari mobil.. rara pun sudah tau itu mobil siapa karena Ardi teman sekolah emila waktu itu dan mereka sempat dekat .


"apasih ra" jawab emila dengan malu malu.. pipi nya sudah memerah bak kebanyakan memakai blash on..


"ye elahh jujur aja kali".. ejek rara lagi..


rara yang sedikit mengetahui sifat buruk Ardi sedikit khawatir dengan emila si gadis polos tentang cinta itu namun ia menutupi nya dengan candaan.. sebisa mungkin rara melindungi emila sebelum terlalu jauh perjalanan cinta mereka.


"heh siapa yang udah gak jomblo.. wah elu ya mil... yes dapet *pj* dong kita " saut riko ketika tak sengaja mendengar mereka berbicara.


"ye elu mah begitu PJ mulu di otak nya tapi gua juga ngarep sih ko" ucap rara menjawab riko.. sambil cengengesan menatap emila.


emila memutar bola mata nya jenggah " makan mulu.. ya udah entar pas istirahat siang kita kesana" jawab emila mengakhiri sindiran mereka.


"eh ra.. kamu kenal dengan yang punya mobil ya?! " tanya emila lagi yang penasaran .dan mengabaikan riko.


"ya tau dong itu kan mobil nya Ardi.. temen sekolah aku dulu.. " jawab rara yang sudah selesai bersiap.


lalu mereka pun keluar ruangan sambil ngobrol panjang kali lebar.. hingga sampai gudang tempat print barang.


"eh ko noh tim lu belum juga kerja dan pada lemes gitu napa?!" tanya rara yang melihat team riko pada gak semangat.


"ya mau semangat gimana orang ini udah tanggal pertengahan biasaa komisi ludes" jawab riko sambil terkekeh.


"ya udah ayo kerja ngapain masih ngumpul sih" ucap emila sembari berjalan menuju team nya untuk memberikan pengarahan team nya.


.


.


jam istirahat pun akhir nya tiba.

__ADS_1


mereka bertiga sudah bersiap pergi ke warung sebelah pabrik untuk menikmati pajak jadian emila..


"mil elu gak salah suka sama Ardi?! " tanya rara lagi.


"emang kenapa.. kak Ardi baik tampan juga.. apalagi ibuk nya baik banget sama aku. " jawab emila kemudian.


"kalo di lihat sih Ardi memang baik tapi seperti nya kamu belum mengenal dia lebih juah" ucap rara lagi.


"kog kamu seperti ny atau betul dengan kak Ardi" tanya emila.


"rara tu dulu pernah deket sama Ardi mil.. cuma gak sampe jadian mereka dah lost kontak" saut riko menjawab emila.


"iya kah ra? " tanya emila meminta penjelasan ke rara.


"itu dulu pas aku masih bodoh!! " ucap rara tersenyum kecut.


_ riko sialan gua sebisa mungkin menutupi kenyataan malah di omongin di depan cewek nyaa bangsat lu riko awas lu_...


batin emila menggerutu sambil menatap riko sinis.


yang di tatap pun tak merespon sedikit pun hingga membuat rara geram dengan sendirinya..


.


.


.


...


waktu istirahat pun segera selesai dan mereka kembali bekerja.. tak lupa emila shalat dhuhur sebelum waktu istirahat habis.


.


berbeda dengan emila yang di sibuk kan dengan bekerja fa'az sedang melamun memikirkan entah apa yang ia fikirkan.


seperti fa'az tertarik dengan gadis DM yang pernah menyebut dirinya sendiri betina.


sampai saat ini fa'az masih mengingat dengan jelas awal pertemuan mereka dengan cara yang absurd..


.


.


. tanpa mengetuk pintu bilal pun langsung memasuki ruangan sabahat nya sekaligus atasan nya itu.


.


.


.


.


.


..


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


tbc.


__ADS_2