
"... ugh.... sampe jugaaa.... " ucap emila tiba di sebuah kontrak an kecil nya..
ia membuka pintu dan melempar asal tas punggung nya ke arah sofa dan langsung bergegas ke dapur untuk mengambil minum.
setelah mendapat apa yang ia ingin kan ia segera masuk ke dalam kamar untuk membersihkan diri..
Tak berlangsung lama ia keluar dengan setelan baju santai celana panjang dan kaos panjang tak lupa rambut nya terlilit handuk..
rambut nya pun belum sampai kering ia segera memasak dengan sisa sayuran yang tersedia di dalam lemari pendingin nya untuk segera ia santap.. namun sial nya setelah masakan matang terdengar ketukan pintu dan.
"tok... tok... tok... " mil... milaaa.. ucap bu riana setengah berteriak.
"ya bu... " jawab emila sambil berlari ke arah pintu dan berteriak..
"ada apa bu?! " tanya emila setelah membuka pintu nya.
"ikut kerumah ibuk yuk... bantuin ibuk masak.. hari ini teman Ardi yang dari jakarta kesini.. teman nemu di jalan katanya " jawab ibu Ardi smbil terkekeh..
"ohh begitu... ya udah ayo" jawab emila sambil menutup pintu..
"eh bentar buk.. aq mau ambil jilbab dulu ini kepala masih terbungkus handuk gini" ucap emila sambil tersenyum dan berbalik ke kamar.
"ya udah entar nyusul ya" jawab bu Ardi sambil melangkah pergi.
"siap bu" jawab emila smbil mengacungkan ke dua jempol tangan nya.
Ibu Ardi.. sangat menyukai emila.. gadis manis yang santun dan berhijab itu.. ia sudah menganggap emila anak nya sendiri bahkan sempat ingin menjodohkan Ardi dan emila..
jarak rumah Ardi dan emila tidak jauh hanya br gang satu rumah..
setelah sampai rumah Ardi emila segera bergegas ke dapur dan membantu ibu Ardi.. terdengar dari dapur suara orang bercakap ckup ramai dan seru..
"mil tolong anter ini ke depan ya" pinta ibu Ardi sambil menyerah kan nampan berisi minuman dan beberapa kue basah.
"ya bu".. jawab emila menerima nampan dan bergegas ke ruang tamu...
"........ "
"mas Ardi ini minum nya" sambil meletakkan isi nampan ke atas meja..
"ya mil makasih".. jawab Ardi tersenyum menatap mila yang sedang menata minuman di atas meja.
di saat emila berdiri tatapan mata nya tidak sengaja melihat objek yang sangat membuat nya kesal..
" huhfff temen mas Ardi si dule itu rupanya" batin emila sambil membuang muka.
__ADS_1
tak kalah terkejut nya fa'az yang melihat emila yang berada di rumah teman lama nya yang pernah menolong nya tersesat ketika pertama kali ia ke Bogor waktu itu.
"haah itu kan betina.. ngapain disini.. apa dia bini nya Ardi ya" batin fa'as menerka nerka.
setelah kepergian emila dari ruangan tersebut.
dengan penasaran fa'as bertanya kepada teman lama nya
"di.. siapa dia.. kenapa disini" tanya nya sambil ber celingukan mencari si betina.
"oh dia.. dia emila calon bini gua" jawab Ardi dengan Pede nya..
"yakin calon bini lu" tanya fa'as ragu dan seolah tidak percaya.
"yakin dong kalo dia mau.. hahahaha" jawab Ardi dengan tertawa..
terlihat dari air muka fa'az yang berubah menjadi dingin... Ardi pun mulai bicara.
"aku suka dengan dia tapi gak tau dia nya gimana... dia anak kos di kontrakan sebelah"
ucap Ardi lirih sambil menunduk.
"kalo serius ya di kejar dong di.." jawab faaz
"oh ya di ini udah malam kayak nya aku harus pergi... cari hotel deket deketan sini deh kayak nya" ucap fa'az lagi.
"eem.... ya udah deh.. " jawab fa'az menyetujui tawaran Ardi.
..............
"klik" (anggap saja suara pesan masuk)
_rara mandor_
*emila entar jangan telat ya.. kata nya atasan kita ada yang survei pabrik lo.. kita harus udah siap dan disiplin*
(hening tanpa balasan)..
satu menit
(hening)
_rara mandor_
*haduh ini orang minggat kemana sih.. entar telatt nangeees.....*
__ADS_1
emila baru saja keluar dari kamar mandi tak sengaja melihat handphone nya berkedip ia segera menghampiri dan melihat pesan masuk nya
setelah membaca pesan ia segera melihat jam dinding yang bergantung di atas pintu kamar mandi waktu menunjukkan kan pukul 06:30...
"haduh... kog udah siang sih.. " gerutu nya sambil bergegas ganti baju dan bersiap.
nasib begitu sial di pagi hari ini... di perjalan menuju pabrik pun macet .. mau tidak mau ia harus terlambat lagi..
emila bukan nya tidak di siplin tetapi semalam sepulang dari rumah Ardi ia segera melanjut kan menulis novel di platform biru hingga larut malam.. dan alhasil ia sendiri pun bangun kesiangan...
sesampainya di depan pabrik security yang biasa nya membukakan gerbang pun bertanya..
"haduh emilaaa..... siap siap dapet hadiah istimewa dari pak farhan.. " ucap nya sambil terkekeh.
"diem lu jon... kalo pak parhan marahin gua.. gua juga bakal marahin elu biar impas entar. " jawab emila sambil memarkirkan sepeda motor butut nya.
"selamatt berjuang ustadzah. mila hahahahahaha" teriak pak security sambil terkekeh..
berhubung emila terlambat dan karyawan pabrik sudah mulai berkerja ia segera masuk keruangan kusus pengawas dan segera bersiap pergi ke gudang.. untuk keperluan memandu pekerja di area lapangan...
"milaa... bner kan kata guaa... elu terlambat. itu lu di cari papah farhan.. sono lu ke ruangan nya... di sono ada pimpinan kitaa tampan maksimal loh... sono buruan" ucap rara dengan setengah mendorong pundak emila agar cepat keruangan pak farhan selalu meneger di pabrik tersebut..
"haduh.. ia iaaa.. kesana gua .. tadi macet parah di jalan" jawab emila dengan sedikit berlari.
tiba di depan ruangan kusus meneger ia mengetuk pintu
"tok.. tok"
"masuk" ucap suara dari dalam ruangan tersebut.
"ya pak.. ada apa bapak memanggil saya"
tanya emila dengan wajah yang menunduk.
emila masih berdiri di dekat meja sambil menunduk.. tidak berani menatap tamu yang duduk di sofa dekat jendela ruangan itu.
"emila sini duduk sini saya mau bicara" jawab pak farhan dengan tegas.
emila pun duduk di sofa ber hadapan dengan tamu yang tak lain adalah ceo tampan akbar grub.. pimpinan mereka.
.meskipun fa'az seorang ceo di perusahaan ternama.. jika ia sedang survei atau di luar kantor pusat ia tidak menunjukkan ia seorang ceo.. dengan setelan casual ia pun turun tangan.. tidak mengandalkan bilal yang notabe nya asisten ceo..
"ya pak ada apa" tanya emila sopan dengan wajah menunduk.
berbeda dengan fa'az yang ingin tertawa melihat keluguan seorang betina di hadapan nya..
__ADS_1
ia meminta pak farhan memanggil emila untuk menemani nya survei di lapangan..
tbc....