Kisah Emila

Kisah Emila
eps 7


__ADS_3

. tanpa mengetuk pintu bilal pun langsung memasuki ruangan sabahat nya sekaligus atasan nya itu.


bahkan kedatangan bilal tidak terdengar oleh fa'az yang sedang asyik melamun kan betina nya.


tak jarang bilal melihat pemandangan seperti ini. setelah kepulangan nya dari survei pabrik di bogor fa'az sering melamun bahkan sering tersenyum tipis tanpa penyebab.


"dor... " teriak bilal di samping telinga fa'az.


"bangsat lu... sejak kapan disini pake ngangetin gua lagi lu"... ucap fa'az yang terkejut.


ia segera membenarkan posisi duduk nya.


yang tadi kaki fa'az menyilang dan duduk menghadap jendela kini sudah beralih duduk manis di meja kerja nya.


" ngelamun mulu kesambet tau rasa lu".. ucap bilal sembari duduk di sofa putih di ruangan tersebut.


"kira kira sedang apa ya betina ku".. ucap fa'az mengabaikan pertanyaan bilal.


" sedang kencan dengan pacar nya lah"... jawab bilal ngasal.


"ngawur orang dia aja gak punya pacar mungkin".. ucap fa'az tidak Terima.


" ya kali gua tau.. lu pikir gua bapak nya".. jawab bilal kemudian.


"lu ngapain ke sini.. gak ada yang penting segera keluar.. gua mau lanjutin ngehalu" tanya fa'az setengah mengusir bilal.


"kampret lu... ni dokumen tanda tangani dulu baru gua keluar" jawab bilal sambil meletakkan beberapa dokumen penting untuk di tanda tangani.


"jangan kemana mana entar jam dua lebih lima belas ada meeting dengan client dari jakarta juga" ucap bilal lagi mengingat kan atasan nya itu..


ya memang mereka memanggil satu sama lain dengan sebutan elu gue ketika mereka sedang berdua atau di luar kantor..


persahabatan mereka yang di mulai dari sekolah dasar hingga sekarang yang membuat mereka seperti saudara sendiri..


perbedaan ekonomi tidak pernah mempengaruhi pertemanan mereka.


bahkan orang tua bilal pun sudah seperti orang tua fa'az sendiri.. begitu juga orang tua fa'az pun menganggap bilal anak sendiri....


kembali ke emila.


waktu menjelang sore para buruh pabrik bersiap untuk pulang begitu pun emila.. setelah ia keluar dari gerbang pabrik ia mendapat ini Ardi yang sudah menunggu nya di dalam mobil putih itu.


emila segera berlari menyebrang jalan untuk mendekati mobil tersebut.


seperti nya Ardi tidak melihat kedatangan emila.


ia masih sibuk dengan gawai nya.


setelah sampai di dekat mobil emila langsung mengetuk kaca mobil nya.


"kak.. " ucap emila setelah kaca mobil di turun kan.


"udah pulang.. ayo masuk mau aku bukain pintunya" ucap Ardi sambil menyimpan gawai nya di saku.


"gak usah kak.. aku bisa sendiri" jawab emila sambil mengitari mobil dan membuka pintunya.


setelah emila duduk Ardi pun segera menancapkan gas menuju kontrak an emila.


lagi lagi hening tanpa ada suara di dalam perjalanan mereka.


"makasih kak... oh ya kakak gak mampir dulu katanya tadi mau makan malam bareng" ucap emila kemudian.


"entar aja deh mil mampir nya sekarang aku pulang dulu. mau mandi dulu biar ngapel nya entar dah wangi".. ucap Ardi sambil tersenyum tipis.


" heheheh kakak ada ada aja.. ya udah emila masuk dulu.. " pamit emila.

__ADS_1


setelah emila pamit ia segera masuk kamar dan langsung pergi membersihkan diri.


setelah ia rasa cukup dalam pembersihan nya.. ia keluar dengan setelan piyama panjang dan jilbab bergo nya.


ia segera ke dapur dan mengolah apa yang ada dalam almari pendinginya..


malam ini ia ingin memasak yang special untuk Ardi..


Ardi berjanji akan makan malam di rumah emila maka dari itu emila sangat senang karena ini adalah kali pertama emila dan Ardi makan malam bareng..


begitupun dengan Ardi setelah memarkirkan mobil nya ia segera membersihkan diri dan bersiap ke tempat emila.


namun saat ia hendak keluar pintu ia langkah nya terhenti karena teriakan sang mama yang menggelegar menggoncang isi rumah (ibarat nya).


"Ardi makan malam udah siap.. kok malah mau keluar.. mau kemana sih di".. teriak ibu Ardi dari ruang makan.


" mau makan malam sama pacar baru maa.. udah ya ma Ardi pamit " . teriak Ardi tak kalah kencang.


"wah anak mama rupanya udah ada pacar yaa... siapa kenalin dong?! " ucap Ibu Ardi lagi sambil menghampiri anak nya yang masih berdiri di dekat pintu.


"kan mama udah kenal ma.. udah sering jalan jalan bareng malah!... " ucap Ardi setelah ibunya sampai di dekat nya


"haa... yakin di... siapa?!... " tanya ibu Ardi setengah mengingat ingat.


"emila maa eheheheh" ucap Ardi sambil cengengesan.


"hah.. emilaa... wahh kabar baguss sebentar di sebentar.. tungguin mami yaa.. " ucap Ibu Ardi dengan buru buru masuk ke ruang makan dan menyalin lauk pauk nya ke dalam rantang.


Ardi yang penasaran mengikuti mama nya ke ruang makan.


setelah melihat apa yang terjadi di depan nya Ardi hanya bisa menggaruk garuk kepala nya yang mendadak gatal..


"mama apa an sih ma... jangan bilang mama mau ikut".. ucap Ardi kemudian.


setelah semua lauk pauk sudah terkenal rapi Ibu Ardi melangkah keluar tak lupa membawa rantang beserta magickom nya ia tenteng..


dengan langkah gemulai Ibu Ardi keluar pintu depan dan berteriak.


"Ardi buruan dong.. kok malah bengong disitu sih".. ucap nya


Ardi yang masih syok dengan kelakuan ibunya hanya bisa menghembus kan nafas kasar.


" ini makan malam pertama gua di rumah emila gagal total gara gara nyokap haduh.. harus nya tadi aku berbohong saja" ucap Ardi menggerutu sambil melangkah keluar.. tak lupa mengunci pintunya.


.


.


.


.


.


setelah acara masak dan bersiap nya selesai emila pun duduk di ruang tengah sambil menunggu kedatangan Ardi.


dan tak lama kemudian terdengar ketukan pintu.. ia pun sudah mengira jika itu Ardi.


emila segera berlari membuka kan pintu dan terkejut melihat pemandangan di depan nya.


dengan senyuman yang terkulum ibu Ardi pun bersuara.


"gak di suruh masuk ini mil?! " ucap Ibu ardi yang kerepotan membawa rantang beserta magickom nya.


"ehmm... masuk eh silahkan masuk tante " ucap emila gelagapan dan masih belum nggeh dengan yang ia lihat.

__ADS_1


_yang mau kencan anak nya apa Ibu nya_ batin emila setengah tidak percaya.


tak lama setelah nya Ardi pun sampai depan teras rumah emila.


emila yang masih mematung di tempat tidak menyadari kedatangan Ardi.


"maafkan mamaku ya.. tadi aku bilang padanya akan malam dengan mu tapi malah di boyong semua ke sini" ucap Ardi di depan emila.


emila yang terkejut dengan kedatangan Ardi pun segera menoleh ke arah nya.


nyaris hidung mereka Bertabrakan.


jarak yang dekat membuat jantung emila seakan ingin meloncat keluar dari sarangnya.


"haduh kak.. ngagetin... iya gapapa malah rame kok" ucap emila salah tingkah .


pipinya serasa panas dan jantung nya berdetak kencang..


dengan senyuman Canggung emila mengajak Ardi masuk dan makan bersama.


ternyata di meja makan Ibu Ardi menata kembali hasil karya nya yang di boyong ke rumah emila.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


?


.


maaf jika masih bnyak yang tidak nyambung atau cerita nya datar..mohon kritik dan saran nya.


tbc.

__ADS_1


__ADS_2