Kisah Emila

Kisah Emila
eps 13


__ADS_3

"kak ibu kenapa?! tanya emila ...


" gak apa apa biasa emak emak rempong mah begitu" ucap Ardi sambil melihat ke arah emila sebentar.


"gak mungkin ah kak orang ibu gak seperti biasanya kog sama kakak" ucap emila lagi.


kali ini emila menghadap ke arah Ardi.


"gak ada apa apa sayang... mama cuma pingin nginep ke tempat mu tapi gak aku izinin" ucap Ardi menoleh ke arah emila dan mengusap puncak Kepala nya.


"kak jangan gitu dong... rusak entar jilbab ku" ucap emila sambil menggembung kan pipi nya karena sebal.


"oh ya kak.. ini bekal untuk kakak.. nanti di makan ya!! " ucap emila lagi sambil menunjukkan tupperware miliknya.


"siap kesayangan ku".. ucap Ardi lagi.


tak ada percakapan lagi hingga sampai ke tempat kerja emila..


ia pun segera berpamitan dan turun.


Ardi pu mengulurkan tangan nya dan emila segera membalas nyambut uluran tangan Ardi dan mencium punggung tangan Ardi...


" aku turun dulu ya kak" ucap emila setelah nya.


"hati hati kerja nya sayang" ucap Ardi sambil melihat kepergian emila.


emila pun yang tersipu malu dengan ucapan Ardi hanya bisa tersenyum tipis dan berlalu.


Ardi pun langsung menancap kan gas menuju kantor tempat nya bekerja.


baru saja sampai di parkiran Ardi di kejutkan dengan kedatangan gadis sexy itu.


"mas Ardi.. " ucap sasa sambil menepuk pundak Ardi.


kali ini sasa berpakaian sedikit tertutup meskipun masih menggunakan rok pendek di atas lutut nya.


dengan setelan rok mini span hitam dan atasan blazer merah nya rambut terurai indah memang menambah kecantikan gadis itu.


Ardi yang melihat penampilan gadis itu pun tak berkedip sedikit pun hingga ia di sadarkan dengan ucapan sasa lagi.


"mas ardi" ucap sasa sambil melambaikan tangan nya di depan muka Ardi.


"hah ya ada apa Sa" ucap Ardi gelagapan.


pasal nya ia sedang terkesima dengan bukit berbunga yang sedikit menyembul di balik kemben yang tertutup blazer merah itu.


"sejak kapan mas Ardi punya pacar.. kenapa malah memilih gadis tepos dan kuper itu sih mas" ucap sasa dengan manja nya.


Ardi sedikit risih dengan kemanjaan sasa. tapi tak bisa di pungkiri bahwa ia juga menikmati benda empuk yang selalu nempel di lengan nya itu.


"sudah lah gak usah bahas emila.. aku mau ke atas dulu... " ucap Ardi sambil berlalu ia tak mungkin berlama lama dengan nya.. jika tidak maka sasa semakin menggoda nya dengan tubuh seksinya.


_sok sok an nolak gue yang begini ternyata selera nya malah rendah.. jika dengan cara baik aku gak bisa mendapatkan mu lihat saja aku akan semakin gencar merayumu_ ucap sasa dalam hati.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


siang pun berlalu hingga berganti sore.


namun saat Ardi akan keluar dari ruangan nya tiba-tiba berjalan dari arah yang berlawanan sasa pun terlihat berjalan sempoyongan sampai di dekat Ardi tiba-tiba oleng dan terjatuh.


Ardi pun dengan reflek menyambar sasa agar tidak jatuh ke lantai..


"kamu kenapa?! tanya Ardi sambil menduduk kan sasa di kursi dekat nya..


" aku pusing mas.. tolong anter aku pulang ya.. " ucap sasa dengan manja nya..


_semoga kamu percaya dengan drama ku.. akan ku buat malam indah bersama mu mas_ ucap sasa dalam hati.


" baik lah ayo aku antar pulang sekarang" ucap Ardi sambil menatap sasa.


sasa pun tersenyum manis seolah baik baik saja.


"ayo mas tapi sepertinya aku terlalu pusing jadi gak bisa jalan sendiri" ucap sasa dengan manjanya.


"ya udah sini aku bantu berdiri" ucap Ardi.


"nisa.. " teriak Ardi yang kebetulan melihat nisa lewat di lorong depan nya..


"kenapa kak?! " tanya nisa sambil melihat sasa.


"dia pusing tolong bantu aku membawa nya ke mobil ku.. aku tidak mungkin membawa nya sendiri an" ucap Ardi kepada nisa.


"baik lah mari" ucap nisa lagi.


_hemb kamu fikir aku tidak tau akal bulus mu Sa... _ ucap nisa dalam hati*.


mereka berdua pun memapah sasa yang sedang pura pura pusing itu..


sesampainya di mobil Ardi.


sasa pun segera masuk dan Ardi pun juga segera masuk setelah berterima kasih dengan nisa.


_permainan kita mulaii sayang... hingga saat nya kamu meninggal kan wanita mu itu _ ucap sasa dalam hati dengan tersenyum penuh arti.


.


.


.


.


.


.


sesampainya di apartemen sasa.. Ardi pun segera menggendong nya tanpa bertanya.


sasa yang pura pura pusing pun seolah tidak berdaya.


.. tepat di lantai sepuluh tepat nya di depan kamar sasa Ardi pun bertanya.


"pin nya berapa?! " ucap Ardi.

__ADS_1


"12376****" ucap sasa sambil mengeratkan tangan nya di leher Ardi.


"klik"


Ardi pun masuk kamar nya dan segera merebahkan tubuh sasa... entah sengaja atau tidak blazer nya terbuka dan menampilkan dada mulus dan bukit yang sedikit menyembul..


Ardi pun yang melihat itu segera memalingkan kan wajah nya..


_ah sial udah gede mulus banget lagi.._ ucap nya dalam hati.


Ardi pun segera menetral kam jiwa lelaki nya yang sedikit terbangun saat melihat bukit indah di depan mata nya.


tidak dapat di pungkiri ia lelaki normal yang sudah dewasa.. bahkan bisa di bilang Ardi tipikal pria mesum.. namun entah dengan emila ia hanya ingin mencium nya tidak ingin lebih. apa mungkin baginya emila terlalu polos untuk di nikmati.


sasa yang melihat Ardi memalingkan wajah segera memanggilnya.


"mas Ardi.. sepertinya aku sudah sedikit baikan.. " ucap sasa dengan manjanya.


"bagus lah Sa.. jika hanya pulang sudah mampu mengobati pusing mu" ucap Ardi sambil sesekali melihat sasa.. namun ia tertuju pada bawah leher sasa bukan wajah nya.


sasa yang menyadari tatapan Ardi pun segera melepas kaan blazer nya dan segera menghampiri Ardi yang duduk di sofa.


"ngapain?!" tanya ardi terkejut melihat sasa yang tiba-tiba duduk di pangkuannya.


"mas aku menginginkan mu sore ini" jawab sasa masih dengan gaya manjanya di tambah suara sexy setengah mendesah.


pada dasarnya Ardi yang maniac s*x yang hanya melihat saja sudah terpancing maka dari itu Ardi sangat menghindari sasa yang selalu membuat nya panas dingin.


Ardi yang mendengar ucapan sasa pun menjadi bergairah..


tanpa ada jawaban dari bibir Ardi sasa pun mendekat kan bibir nya..


tanpa berfikir panjang Ardi pun segera meraup nya dan Mel***t habis.. dari yang hanya berciuman biasa kini menjadi bergairah dan saling menuntut.


Ardi dengan lihai menikmati setiap inci tubuh sasa.. tangan nya mulai meremas remas bukit indah yang sangat menggoda... bibir Ardi pun terlepas dan mulai menyusuri leher jenjang sasa.. meninggalkan beberapa bekas merah disana.


segitu dengan sasa yang seperti nya juga sudah berpengalaman tentang itu.. sasa pun dengan lihai menyiumi leher dan telinga Ardi dengan desahan desahan menggoda.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


tbc


__ADS_2