
"hah... beneran... " ucap Ardi setengah tidak percaya.
dengan raut yang tidak percaya Ardi pun ingin mendengar ulang jawaban emila.
"coba mil ulangi sekali lagi" tanya Ardi sambil menggeser kursinya agar dekat dengan emila.
"hihsss......gak ada siaran ulang kak" ucap emila dengan pipi merona nya.
"ah syukur lahh.... makasih mil.. udah mau nerima perasaan aku" ucap Ardi tersenyum tipis.
Ardi pun segera pamitan pulang untuk melanjutkan aktivitas nya kembali..
begitu pun dengan emila.. ia segera membersihkan rumah dan seisi nya..
dengan hati yang berbunga bunga emila pun. menatap langit yang mulai terik..
"ayah ibu emila udah dewasa " ucap emila tanpa sadar menitik kan air mata.
"langit nya cerah pak buk... emila yakin pasti bapak ibuk udah bahagia disana".ucap emila lagi
flashback on.
emila teringat beberapa tahun silam dimana keluarga nya yang hidup sederhana yang di penuhi suka duka canda dan tawa nya..
emila terlahir dari keluarga berekonomi menengah ke bawah... harta satu satu nya yang mereka miliki hanya beberapa petak sawah dan rumah peninggalan orang tua ibu nya.. mereka hidup di perdesaan yang masih sangat asri meski padat penduduk.. emila kecil sering menghabiskan waktu nya di sawah karena ikut orang tua nya mengolah sawah..
sejak hari itu dunia berubah hancur dan kelam.
orang tua nya yang pamit pergi dengan rombongan keluarga yang akan menghadiri pesta pernikahan kerabat nya di surabaya.
kecelakaan yang mengakibatkan kan mobil yang di kendarai orang tua emila dan kerabat nya masuk ke jurang dan banyak korban yang meninggal termasuk orang tua emila.
saat itu usia emila masih terbilang muda.. ia berusia delapan belas tahun. baru saja ia meluluskan sekolah nya.. harus nya emila yang bahagia dengan kabar kelulusan nya malah berganti dengan kabar duka yang menyayat hati nya.
__ADS_1
hidup nya yang hancur berantakan.. orang orang terdekat nya pergi dengan cepat.. hanya satu satu nya sahabat yang emila miliki saat itu.. nita.. ya dia nita rahayu.. sahabat kecil nya.. orang tua nita yang sudah menganggap emila anak sendiri pun akhir nya merawat emila hingga ia kembali pulih dari shok dan trauma berat nya..
lambat laun emila menerima kenyataan bahwa ia tak memiliki siapa pun bahkan kerabat yang dulu nya dekat setelah kepergian orang tua nya kian menjauh dan seakan tak pernah bersaudara dengan nya....
"hanya orang tua nita dan nita yang peduli dengan hidup nya kala itu..
.
flashback off
.
.
.
.
.
pertama aku melihat nya turun dari taksi dan menempati rumah sepupu ibu ku yang di kontrak an aku cukup terpesona dengan langkah anggun emila turun dari taksi membawa koper dan tas punggung..siapa gadis itu.. batin ku kalau itu.
hari demi hari aku ingin semakin mengenal nya lebih dekat.. ternyata dia bekerja di pabrik yang tidak jauh dari rumah ku.
saat pagi hari sebelum dia berangkat bekerja dan sore hari sepulang aku bekerja.
aku selalu duduk di teras depan pura pura membaca koran sambil meminum kopi.. tapi sayang ia gadis yang jarang keluar bahkan aku nyaris tidak melihat nya meskipun hari libur..
kecuali dia berangkat bekerja itu saja jika ber papasan.. menurut ku dia gadis yang pendiam dan sulit bergaul.. lambat laun ibuku sering bermain ketempat emila. tak jarang aku di suruh ibu ku untuk mengantarkan makanan untuk nya.. kadang dengan kesempatan yang jarang itu aku memberanikan diri berkenalan dengan emila.. ternyata dia tidak seperti yang aku pikirkan selama ini.. dia gadis yang periang.. kenapa dia jarang berbicara katanya dia tidak punya topik untuk memulai bicara.
lambat laun aku jatuh hati dengan nya aku mulai berani mengenal nya lebih dekat. jika hari libur tiba aku sering mengajak nya jalan jalan atau hanya sekedar mencari angin di luar sana. . dia gadis yang lucu dan menggemaskan.. dengan tubuh nya yang pendek dan pipi yang tembem bibir nya mungil merah jambu yang menggoda iman ku... jika saja emila bukan gadis berjilbab sudah ingin ku exsekusi.. secara aku pria normal bahkan aku pecinta wanita.. dengan tampang ku yang bisa di bilang tampan ini dengan mudah aku mengencani perempuan di luar sana...
entah obsesi atau memang aku serius menginginkan nya aku tidak tau pasti namun aku selalu penasaran dan ingin memiliki nya..
__ADS_1
selama aku mengenal nya belum pernah seorang pun yang dekat dengan emila kecuali aku.. oh iya kecuali teman satu team nya di pabrik..
hingga aku berani mengungkapkan perasaan ku padanya.. ku pikir dengan jawaban yang meragukan ku dia tidak menerima ku ternyata aku salah.. esok hari nya dia menerima perasaan ku.. entah ingin bermain main seperti diriku atau memang dia mencintaiku aku tidak tau.. yang kulihat dia selalu menggemaskan ketika berbicara dengan ku.. dengan pipi yang merona dan malu malu itu.
cerita ku sampai disini aku akan menjalani hidup ku dengan gelar kekasih emila sekarang.. tapi entah lah.. jalani saja dulu..
.
.
.
.
.
*_emila pov_*
entah perasaan apa ini. aku tidak tau namun setiap aku melihat nya selalu gugup.. dan jantung ku berdetak tak karuan.. aku fikir aku penyakit an ternyata aku jatuh cinta .. itu pun katanya nita sabahat kecil ku..
ketika ia mengungkapkan perasaan nya padaku... bagiku seperti mimpi..di perutku seperti ada kupu kupu beterbangan yang sangat menggelitik.
tapi aku pura pura menolak dan seolah ragu dengan nya.. yang aku tau kak Ardi lelaki hebat karena di usianya dua puluh tahun ia bekerja sambil kuliah.. hingga sekarang yang berusia dua puluh lima tahun kak Ardi sekarang menjadi tulang punggung keluarga setelah bekerja kak Ardi tidak mengizinkan tante riana bekerja lagi. .
aku sangat mengagumi nya.. dengan tubuh yang tinggi tegap putih mulus dan hidung yang mancung.. aku menyukai nya.. bahkan tubuh ku hanya se bahu nya kak Ardi ehehhe...
akan aku jalani dulu gelar ku yang baru entah baik buruk nya kak Ardi aku belum mengenal dia lebih jauh... ku nikmati semampu ku... aku selalu berdoa kepada Tuhan semoga di beri jodoh yang terbaik.. jika bukan dia jodoh ku berarti dia bukan yang terbaik.. hanya itu yang ku panjatkan untuk siapapun kelak jodoh ku.
.
.
.
__ADS_1
tbc.......