
begitupun dengan sasa yang seperti nya juga sudah berpengalaman tentang itu.. sasa pun dengan lihai menyiumi leher dan telinga Ardi dengan desahan desahan menggoda.
tangan nya yang meraba raba serta melepas kancing baju Ardi dengan lihai nya..
Ardi pun tak kalah ganas ia segera melepas kemben yang masih tertata rapi di tempat nya dan segera melahap tumpuk kan lemah kenyal menggoda itu...
"achh..... mas" ucap sasa mendesah.
tak ada jawaban dari Ardi namun tangan nya memain kan bibir sasa dengan indah.
Ardi pun mulai menyusuri lekuk indah sasa hingga sampai di lembah istimewa..
Ardi pun dengan lihai melepas yang masih tersisa di sana. ia menemukan mainan baru dan segera Mel****t benda kecil yang disana.
sasa yang sudah tak tahan dan menggelijang tak karuan pun akhirnya bersuara.
"mass" ucap sasa dengan sayu dan menuntut.
akhir nya pergulatan panas pun terjadi... entah berapa gaya yang mereka main kan hingga mereka mendapat kan pelepasan yang sangat memuaskan..
mereka pun terbaring lemas dengan tubuh yang masih polos...
.
.
.
.
.
.
.
.
di tempat lain emila yang sedang menunggu Ardi lebih dari setengah jam pun akhir nya menghubungi ponsel Ardi.
sudah kesekian kali nya namun masih belum ada jawaban hingga akhirnya emila memutuskan untuk pulang menggunakan ojek.
beruntung nya emila tanpa bersusah payah di seberang jalan ada pangkalan ojek.
"mas ojek" ucap emila sambil menepuk pundak orang itu
"iya mbak kemana?! tanya nya.
" ke jalan seruni gang 4 ya pak" ucap emila lagi.
"siap mbak.. ini helm nya di pake" ucap kang ojek sambil memberi kan Helm nya ke emila.
dalam perjalanan pun emila masih kepikiran Ardi yang belum mengabari nya.. bahkan tidak merespon telfon nya..
_kemana kak Ardi apa ada kerjaan penting hingga dia tak mendengar kan panggilan ku_ batin emila.
_entah kenapa batin ku gak bisa tenang sih.. apa lagi teringat gadis seksi kemarin_ ucap nya dalam hati gelisah.
__ADS_1
tak berapa lama mereka pun sampai emila segera membayar ojek dan segera masuk rumah.. namun saat ia masih sibuk membuka kunci rumah nya ia di kejutkan teriakan bu riana dari teras rumah nya yang jarak nya tidak terlalu jauh.
"emilaaaaaa" teriak bu Ardi dari teras rumah nya.
ia segera berlari menghampiri emila.
"iya bu ada apa" ucap emila sambil menoleh ke arah ibu Ardi.
"sayang boleh ya mama nginep disini malam ini.. ?! " ucap Ibu Ardi dengan memohon.
entah kenapa ia sangat menginginkan tidur di tempat emila.. apa karena rumah itu memiliki banyak kenangan dengan sepupu nya atau memang hanya ingin bersama emila aku pun juga tak tauu...
"ya buk.. boleh.. mari masuk" ucap emila setelah berhasil membuka pintu nya.
mereka pun memasuki ruang tengah.. namun tidak dengan ibu Ardi ia segera mengambil kan air dingin untuk emila yang sedang melepas sepatunya di sofa ruang tengah.
" buk kenapa repot repot sih buk emila kan bisa ambil sendiri " ucap emila tapi ia tetap menerima gelas itu.
"mila kemana perginya Ardi kenapa kamu pulang sendiri an?! " tanya bu riana sambil menundukkan pantat nya di sofa sebelah emila.
"gak tau buk mungkin masih banyak kerjaan" ucap emila setelah meneguk habis air minum nya.
"ya udah buk... emila bersih bersih dulu ya" ucap emila sambil berlalu.
"anak itu pergi kemana sih udah jam balik juga belum pulang pulang" guman bu riana .
sambil berlalu ke dapur untuk membuat makan malam.
.. menit berikut nya emila pun sudah selesai membersihkan diri dan segera bergegas ke dapur untuk membuat makan malam..
dan sesampainya di dapur ia di kejutkan dengan ibu Ardi yang sudah hampir selesai memasak...
"gak apa apa sayang.. ibuk pengen masakin kamu.. " ucap nya sambil mengaduk osengan di wajan nya.
dengan inisiatif nya emila segera menyiapkan masakan yang sudah matang ke meja makan nya.. setelah semua nya beres mereka berdua menunggu Ardi yang sampai adzan magrib belum pulang.
"buk mila ke kamar dulu ya.. mau sholat dulu" ucap nya sambil berjalan menuju kamar
.
.
.
.
. berbeda dengan Ardi yang masih tidur tanpa busana.. beberapa detik kemudian Ardi pun mengeliat dan membuka mata nya.
"ya ampun sudah sore pasti emila menungguku di pabrik.. " gumam nya lirih.
"gila permainan sasa nikmat juga" batin Ardi sambil menoleh sasa yang di samping nya.
sekali lagi.
Ardi pun menoleh ke arah sasa yang masih tertidur dengan tubuh polos yang hanya di tutupi selimut..
gunung nya menyembul sempurna membuat Ardi tak mengalihkan pandangan nya.. namun akhirnya ia membangun kan sasa yang masih terlelap.
__ADS_1
"sa.. bangun saat aku harus pulang" ucap Ardi sambil memainkan ****** sasa.
"aghhh.... " erangan sasa yang tersadar akan itu.
akhirnya sasa membuka mata dan tersenyum.
"mas... kenapa mau lagi yaa" ucap sasa dengan manja nya.
"aku harus pulang.. emila pasti menunggu ku" ucap Ardi sambil duduk dan berlalu ke kamar mandi.
"sialan lagi gini malah keinget si gadis cupu itu" ucap nya dalam hati.
sasa pun segera berlari menyusul Ardi yang membersihkan diri di kamar mandi..
"ngapain sih ikut masuk" ucap Ardi smabil menggosok tubuh nya.
"mau mandi bareng lah mas... " ucap sasa santai sambil menyiram tubuh nya.
Ardi yang melihat pemandangan indah di depan nya tak menyia nyia kan mereka mulai memainkan permainan panas sore tadi.
.
.
.
.
.
"sa aku pulang dulu udah jam setengah tujuh" ucap Ardi sambil melihat jam nya yang melingkar di lengan nya.
sasa yang masih menempel di lengan Ardi pu akhirnya bersuara
"baik lah pulang lah " ucap sasa sambil melepas kan tangan nya
Ardi pun keluar dari apartemen sasa dan segera menuju mobil nya dan langsung mengemudi kan dengan kecepatan tinggi.
sesampainya di rumah Ardi melihat rumah nya tertutup rapat ia segera memarkirkan mobil nya dan bergegas ke dalam rumah.. namun setelah ia membuka pintu nya ia tak mendapati ibu nya di rumah.
"maaa... mama... " teriak Ardi sambil menelusuri setiap ruangan.
....
di lain tempat tepat nya di rumah emila.. ibu riana dan emila sedang menyantap makan malam nya.
tadi nya emila masih menunggu Ardi yang belum juga pulang tapi karena bu riana sudah lapar akhirnya mereka mulai memakan ny tanpa menunggu Ardi..
selain lapar bu riana juga kesal pada Ardi yang tidak memberi nya kabar ... bahkan tidak memberi kabar pada emila.
"gak usah di sisain makan semuanya aja sayang biar tau rasa dia entar" ucap bu riana sambil menggigit paha ayam
"iya bu.. " ucap emila sambil menganguk...
belum juga mereka selesai makan terdengar ketukan pintu dari luar... sudah dapat di pastikan jika itu Ardi...
"gak usah di buka... pasti itu Ardi" ucap Ibu riana yang masih kesal.
__ADS_1
ibu riana memang tergolong ibu yang protective karena dulu ia sudah hampir kehilangan Ardi...