
"mil"... ucap Ardi lagi yang tidak mendapat kan respon apapun dari emila.
" hah iya kak... kenapa?!. " tanya emila dengan polos nya.
"kog kenapa sih mil... dari tadi gak dengerin aku dong?! " tanya Ardi yang mulai kesal merasa terabaikan.
"begini kak... mila masih ragu dengan ucapan kakak... aku kesini baru lima bulan kak.. masak iya kakak udah suka aja ke mila".. jawab emila sambil meletakkan kan sendok nya di atas piring.
" mil.. untuk mencintai seseorang itu tidak memerlukan alasan mil.. aku sudah berusaha mengungkapkan perasaan yang terpendam.. sekarang terserah padamu mu aku tidak ingin membebani fikiran mu" ucap Ardi lagi
"embb... ya kak... " jawab emila canggung..
"kak ayo pulang udah malam ini" ucap emila lagi sambil membenarkan posisi tas nya.
"ya baik lahh ayo.. " ucap Ardi kemudian.
"tunggu di mobil ya.. aku mau ke kasir dulu".jawab Ardi lagi.
emila pun berlalu dan menunggu Ardi di samping mobil..
tak lama Ardi pun datang menghampiri emila.
" kenapa gak masuk?! " tanya Ardi yang melihat emila masih di luar mobil.
"mau masuk lewat mana kak... pintu nya terkunci... kunci nya di kakak" jawab emila dengan polos nya.
"hehe iya aku lupa... ya udah ayo sekarang masuk. " ucap Ardi sambil membukakan pintu untuk emila.
"makasih kak".. jawab emila lagi... ia segera masuk dan duduk di samping kemudi.
tanpa ada percakapan lagi Ardi melajukan mobilnya untuk pulang.
hening di perjalanan mereka pulang pun tidak ada yang bersuara sedikit pun hingga mereka sampai kontrakan emila.
.
.
sesampainya di kontrak an emila segera turun.. ia tak ingin mengungkit obrolan mereka di cafe tadi.
hanya ucapan Terima yang keluar dari bibir mungil emila setelah turun dari mobil yang mereka kendarai..
sebenarnya emila juga menyukai Ardi.. ada sedikit getaran di hatinya ketika Ardi mengungkapkan isi hati nya untuk emila hanya saja ia masih ragu..apa itu cinta yang tulus seperti yang ia bayang kan apa hanya cinta untuk mengisi hati nya yang kosong.
bukan trauma tapi memang ini untuk pertama kali nya emila mendapatkan pernyataan cinta dari seseorang.. gadis berjilbab itu pun segera masuk ke kamar nya dan mencari gawai yang tersimpan di tas nya.
segera mencari kotak nama nita.. emila ingin segera cerita kepada sahabat lama nya itu... dengan degupan jantung yang tak beraturan emila segera memanggil nama nita di layar gawai nya.
tut....
tut
tut
tut
setelah beberapa kali gagal.. panggilan pun terangkat dan
"ya hallo".. ucap suara serak khas bangun tidur dari seberang sana.
" halloo.. taa... ta.. gua. pengen cerita.. tapi.. gue malu" ucap emila sambil nyengir kuda.. (padahal nita juga gak liat dia nyengir kog).
__ADS_1
"tumben lu ada malu. hah elu ya nelpon malem malem.. gua tu ngantuk tauk gak sih" gerutu nita di seberang..
"ya elah taaa... ini pengalaman pertama gua kali taa... " sambung emila lagi.
"haduhh apa an sih mil... buruan cerita keburu gua gak sadar entar".. jawab nita dengan mata yang sedikit terpejam.
" gue di tembak cowok ta... aduh gua tu gemeteran bangett... ndredek pokok e ta".. ucap emila sambil mengingat obrolan nya dengar Ardi sore tadi.
"whattt....!!!!!! " pekik nita di seberang
"haduh" ucap mila lagi sambil menjauhkan gawai nya....
"eh kamprett... gue kagak budek"... teriak emila lagi.
" coba...
coba lo cerita ke gue... kog tumben sih elu di lirik cowok'.. " ucap nita lagi.
"lu itu ngejek guaa... apa bicara fakta sih ta" ucap sambung emila.
mereka pun asyik mengobrol hingga larut malam..
emila menceritakan apa yang di alami nya hari ini termasuk Ardi yang mengungkapkan perasaan nya..entah pukul berapa mereka mengakhiri percakapan.. terlihat gawai yang masih menyala dengan korban yang sudah tak sadar kan diri karena terlalu lelah dan sudah larut malam.
.
.
.
.
hari ini adalah hari minggu dimana seluruh pekerja pabrik libur.. begitu pun dengan emila yang seorang pekerja pabrik...
.
.
.
setelah ia bangun dan membersihkan diri di kamar mandi emila pun keluar dengan wajah yang ceria.
emila ingin pergi ke pasar mencari jajanan pasar dan sayur untuk stock lemari pendingin nya
dengan motor cb clasic nya tak lupa hijab panjang yang tak pernah lepas dari kepala nya. ..(kecuali tidur sih).. ia membelah jalanan menuju pasar... sesampainya di pasar ia segera mencari apa yang menjadi tujuan utama nya dan segera pulang..
di perjalan pulang ia tak lupa mampir ke supermarket untuk mencari kebutuhan pribadi nya. dan membeli sedikit camilan untuk menemani weekend nya anak kos yang jomblo.
.
.
. sesampainya di depan kontrak an emila mendapati Ardi yang sedang menunggu nya di teras depan rumah nya....
.
.
"dari mana?! " tanya Ardi kemudian.
"itu dari pasar... beli ini" jawab emila sambil memperlihatkan kantong kresek yang ia bawa.
__ADS_1
"bawa apa itu kak?! " tanya emila yang melihat rantang di tangan Ardi.
"oh iya... ini tadi di suruh kanjeng mami buat nganter ini"... ucap Ardi sambil memberikan rantang nya.
" ya kali kak aku bisa nerima itu rantang.... tangan aku aja penuh kantong belanja an gini" ucap emila sambil melangkah masuk rumah..
"masuk gih.... sekalian di bawa rantang nya.. " ucap emila lagi.
"oh iya yaa heheheh" ucap Ardi sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
setelah emila sampai di dapur ia segera mengambil piring..tak lupa ia membawa air minum dan beberapa jajanan pasar..
emila segera kembali ke ruang makan di mana Ardi yang sudah menunggu nya.
sudah seperti kebiasaan Ardi dan emila yang setiap libur mereka sarapan bersama... kadang lauk yang dari ibu Ardi.. dan tak jarang pula emila yang memasak sendiri.
setelah menyiapkan sarapan nya mereka pun segera menyantap hingga tandas..
"mil... gimana?!! " tanya Ardi setelah selesai sarapan nya.
"gimana apa nya kak?!! " tanya emila polos.
"pertanyaan yang kemarin malam" tanya Ardi lagi.
"apa kakak yakin dengan ucapan kakak".. jawab emila dengan tangan yang sibuk membereskan sisa makanan.
" yakin mil... dengan keadaan sadar aku meminta mu menjadi kekasih ku".. ucap Ardi menatap emila dengan pandangan memuja.
"gimana ya kak?! " tanya emila dengan berjalan ke arah wastafel untuk mencuci piring kotor nya.
"maaf kak... "... ucap emila setelah selesai mencuci piring dan menghampiri Ardi yang masih setia duduk di ruang makan.
" maaf kenapa?! " jawab Ardi lirih..menunduk kecewa.
"maaf aku tidak bisa menolak.. permintaan mu" ucap emila malu malu dengan pipi yang merona. sambil menunduk.
"hah... beneran... " ucap Ardi setengah tidak percaya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
tbc.
__ADS_1