Kisah Emila

Kisah Emila
eps 11


__ADS_3

_akrab banget sama mas Ardi dan mas riko_ ucap nya lagi sambil mencuri pandang ke arah sasa.


"hemb.. kamu tadi disini sa" ucap riko .


"iya dari tadi aku disini lo mas oh iya nisa kenapa gak ikut?! " tanya sasa seolah sudah akrab dengan nya.


" dia sibuk" saut riko lagi.


emila dan rara yang di abaikan seolah mereka tak terlihat pun akhirnya angkat suara.


"sayang.. ayo pulang udah malem ni" ucap emila dengan gaya manja bahkan ini panggilan sayang yang pertama meski mereka berpacaran hampir dua bulan.


semua orang yang disitu pun di buat terkejut dengan ucapan sayang yang baru saja keluar dari bibir mungil nya.


tak terkecuali Ardi riko dan sasa.


rara hanya tersenyum tipis melihat kelakuan sabahat nya yang ia rasa sedikit aneh malam ini..


"kenapa rasanya sakit ketika orang yang kita cintai memilih orang lain dan memanggilnya dengan mesra" ucap riko dalam hati.


namun ia berusaha sebisa mungkin menutupi perasaan terluka nya.


"hah.. dia memanggilku apa tadi sayang" ucap Ardi dalam hati seketika hatinya menghangat.


tak kalah terkejut nya sasa saat mendengar panggilan sayang untuk Ardi.


sasa pun yang sedang meminum pun tersedak.


"apa sayang... siapa wanita itu.. jika dia kekasih Ardi ku hancurkan dia" ucap sasa dalam hati sambil melirik ardi.


"hmm iya mil ayo pulang... " ucap Ardi mengabaikan sasa saat ini.


"eh mau kemana aku baru aja duduk lo mas" ucap sasa sambil menahan lengan Ardi yang hampir berdiri itu.


"ini emila mengajak ku pulang" jawab Ardi sambil menatap sasa.. seolah memberi isyarat agar melepas kan lengan nya.


"oh ini yang namanya emila.. pantas saja mas Ardi tidak pernah melirik ku... ya aku akui sih memang dia cantik tapi dengan gaya nya yang seperti itu apa iya dia bisa muasin mas ardi" ucap sasa dalam hati.


"mas.. kenalin ke aku dong siapa dia mas" ucap sasa lagi.


"hah.. ganjen banget jadi cewe... semoga saja kak Ardi gak tergoda oleh nya.. apa lagi dengan pakaian yang minimalis gitu.. " ucap emila dalam hati.


"haduh saingan gua berat banget sih... dah cantik putih mont*k lagi.. " ucap emila dalam hati sambil membedakan miliknya.


"ehm mbak.. kenalin aku emila pacar nya kak Ardi" ucap emila tegas sambil mengulurkan tangan nya.


"maaf mbak sepertinya kita harus pulang sudah larut malam.. sampai bertemu besok" ucap nya lagi sambil berdiri menggandeng tangan Ardi...

__ADS_1


ardi hanya diam tidak berani bicara apa pun apa


lagi menatap sasa.. begitupun dengan riko dan rara yang mengikuti mereka keluar cafe.


sesampainya mereka di luar cafe.


rara pun tiba-tiba berhenti dan menatap riko dengan tatapan mengintimidasi.


"siapa dia kak kenapa akrab banget ma cewek itu?! " tanya rara yang tersulut api cemburu.


riko yang di tatap oleh rara pun menjadi salah tingkah seperti seorang yang sedang terciduk selingkuh.


padahal mereka tidak memiliki hubungan khusus namun entah kenapa rara begitu protektif dengan riko.


"dia sasa temen nya nisa" ucap riko sambil melirik Ardi dan emila yang ikutan rara berhenti.


Ardi pun seolah tidak tau apapun itu langsung menarik tangan emila dan segera pergi dari parkiran.


entah kenapa sejak kejadian di dalam cafe tadi emila sedikit menaruh curiga kepada Ardi.


Ardi yang seolah mati kutu itu membuat nya yakin ada yang tidak beres di antara mereka.


dalam perjalanan pun tidak ada percakapan sama sekali.


setelah mereka sampai kontrak an tanpa ad ucap atau pun kata emila lngsung turun dan masuk rumah tanpa menoleh sedikit pun ke arah ardi.


"kenapa dengan emila tadi nya tiba tiba berani lalu setelah nya dingin padaku.. apa dia marah karena kedatangan sasa ya?!.... ah sudah lah besok juga dah sembuh marah nya.. " ucap Ardi dalam hati.


di tempat lain tepat nya di dalam kamar rumah kontrakan seorang gadis yang baru saja berusia sembilan belas tahun itu duduk terdiam di atas kasur nya ia sedang berfikir mencari tau siapa gadis sexy yang cari cari perhatian pada kekasih nya..


tak bisa di pungkiri rasa sakit nya melihat kekasih nya hanya diam saat di dekati bahkan di pegang gadis lain. karena perasaan nya yang sudah terlalu dalam ia berikan untuk Ardi.


Ardi cinta pertama nya kekasih pertama nya yang mampu menggoyah kan iman nya.


emila pun akhirnya mengalah untuk tidur besok ia akan bertanya pada Ardi..


.


.


di lain tempat tepat nya masih di area parkir rara dan riko masih terlibat dalam pertanyaan yang terkesan menginterogasi riko.


"kenapa tadi gak bilang sih kalo cewe itu juga dekat dengan Ardi.." ucap rara menggebu-gebu.


"gak enak sama emila ra... udah jangan tanya terus ayo pulang" ucap riko


"aku tu cuma gak mau sampai emila jadi korban Ardi... kamu tau emila sangat mencintai Ardi sedang kan Ardi hanya bermain dengan emila" ucap rara terus mengoceh hingga akhirnya riko pun tanpa sadar mencium bibir rara dengan gemas pasal nya ia tidak mampu lagi mendengar ocehan rara apalagi melihat bibir mungil merah mengoda itu sangat menggoda iman nya.

__ADS_1


raraa pun membelalakan matanya darah nya berdesir dan jantung nya tiba-tiba berdetak tak beraturan seakan ingin melompat dari tempat nya.


begitu juga dengan riko yang baru menyadari kelalaian nya ia segera melepas pangutan bibir nya dan tersenyum canggung..


"makanya diem" ucap riko sambil melihat depan dan tak sedikit pun melirik rara yang masih syock..


"ternyata manis juga bibir nya heheh" ucap riko dalam hati sambil tersenyum tipis.


"apa bibir emila juga semanis ini... ah apa sih riko hapus nama emila ko dia tak pernah melihat mu kan" ucap riko dalam hati lagi.


rara yang baru sadar dari keterkejutan nya pun akhir nya berteriak di dekat telinga riko


"heh kampret lu ngambil ciuman pertama gua" ucap rara sambil meninju bahu Ardi


"gak sengaja" ucap riko santai sambil menghidupkan motor nya.


"eh tapi balikin dong elu yang ngambil juga" ucap rara sambil menaiki motornya.


"ya entar dari kontrak an lu gua balikin tu ciuman" ucap riko sambil tersenyum


rara yang sadar akan kata kata nya pun segera menyusup kan wajah nya ke punggung riko..ia malu sangat malu meminta riko mengembalikan ciuman nya.


"kenapa?! " teriak riko saat merasakan rara yang menyembunyikan wajah di punggungnya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


tbc


__ADS_2