
Dalam perjalanan menuju ke Tempat para dwarf, Khensin bertanya "untuk apa kita mencari senjata? Bukankah kau sudah punya pedang Sheen?."
"Oh soal itu, kita mencari senjata untuk kalian berdua. Senjata yang mampu membuat kemampuan kalian meningkat, hanya bisa dibuat oleh dwarf." jawab Sheen.
Khensin mengepalkan tangannya dan berkata "Jadi begitu, ini membuatku semakin bersemangat!."
"Kali ini aku tidak ikut. Aku akan menjaga Blacky dan Browny di penginapan." ucap Sierra.
Sheen yang bingung bertanya "Huh?. Apa itu Blacky dan Browny?."
Sierra yang kegirangan menjawab "Itu adalah nama yang kupikirkan untuk kedua anak direwolf itu. Karena tingkah mereka yang menggemaskan dan warna mereka, jadi aku pikir nama itu adalah yang paling cocok."
"Yah, terserah kau saja. kalau begitu, aku akan pergi dengan Khensin dan Noel." jawab Sheen.
"Ya, semoga perjalanan kalian menyenangkan." ucap Sierra.
Mereka pun berpisah. Sheen, Noel, dan Khensin menuju ke kota dwarf yang ada di timur Eleanor. Sedangkan Sierra kembali ke penginapan Nightea.
Sesampainya di desa dwarf, mereka berpapasan dengan seorang dwarf yang sedang menempa pedang.
Sheen dan kawan-kawannya melihat-lihat barang tempaan dwarf itu.
"Hey manusia. Apa kalian ingin membeli sesuatu atau hanya ingin melihat-lihat?." tanya dwarf itu.
"Apa kau bisa membuatkan kami senjata sihir?." tanya Sheen.
"Huh , sayang sekali. Jika kalian menginginkan senjata sihir, hanya kepala desa yang bisa membuatnya. Ia bernama Gordon. Kalian lihat rumah besar dipojokkan itu?, itu adalah rumah kepala desa. Kalian bisa kesana. Tapi ingat satu hal, kepala desa Gordon adalah orang yang aneh. Dia akan membuatkan orang senjata jika orang itu bisa membuatnya bersemangat." ucap dwarf itu.
__ADS_1
"Terima kasih infonya." jawab Sheen.
Sheen dan teman-temannya pergi meninggalkan dwarf itu dan menuju ke rumah kepala desa dwarf.
"Tok-tok-tok"
Sheen mengetuk pintu.
Tak lama kemudian seorang dwarf membuka pintunya.
"Manusia, apa yang kalian inginkan?." ucap dwarf yang membuka pintu itu.
"Apa ini rumah kepala desa dwarf yang bernama Gordon?." tanya Sheen.
"Ya, kau benar. Aku adalah Gordon. Apa yang kalian inginkan dariku?." jawab Gordon.
dengan wajah datar Gordon menjawab "Aku tidak tertarik, sebaiknya kalian pergi saja dari sini."
"Kalau begitu maafkan kami mengganggu waktunya." ucap Sheen.
Mereka berfikir dengan keras, bagaimana cara membuat kepala desa itu bersemangat.
Mereka kemudian membalikkan badan, hendak pergi dari rumah Gordon. Gordon menghentikan mereka untuk pergi.
dengan mata yang berkaca-kaca Gordon berkata "Tunggu sebentar. A apa aku boleh meminjam pedangmu sebentar?."
"Tentu, silahkan." jawab Sheen.
__ADS_1
Sheen meminjamkan pedangnya kepada Gordon.
"Sungguh pedang yang sangat luar biasa. Ketajamannya sangat mengerikan. Terlebih lagi pedang ini dapat mengalirkan mana dengan sangat mulus. Apakah kau bisa memberitahuku pencipta pedang ini!?." ucap Gordon yang sedang kegirangan.
"Maafkan aku. Aku tidak bisa memberitahukan itu." jawab Sheen.
"Jadi begitu. Yah tidak masalah karena setiap orang punya rahasianya masing-masing. Kalau begitu ikuti aku kedalam. Aku akan membuatkan senjata sihir untuk kalian berdua." ucap Gordon.
Gordon mengembalikan pedang Sheen dan mengajak mereka masuk.
"Ini adalah workshop ku. Senjata apa yang ingin kalian tempa?." ucap Gordon.
Khensin menjawab "Aku pedang yang bersifat dingin."
"Kalau aku busur yang dapat menembakkan banyak anak panah sekaligus." ucap Noel.
"Hmm. Busur dan pedang. Kalau begitu kalian tunggu saja di luar. Aku akan membuatkannya untuk kalian." ucap Gordon.
Mereka keluar dan menunggu di depan rumah Gordon.
Setelah menunggu beberapa jam, akhirnya Gordon membuka pintu.
"Kalian ambil ini. Gunakan itu dengan baik, aku harus beristirahat karena pembuatan senjata sihir sangat melelahkan. Sampai jumpa.
"Terimakasih atas bantuannya." jawab Sheen.
Lalu mereka pun pergi meninggalkan desa dwarf dan kembali ke penginapan Nightea.
__ADS_1