Kisah Raja Para Dewa

Kisah Raja Para Dewa
MENGALAHKAN GRIFFIN


__ADS_3

Sheen menangkis serangan hydra dengan sihir tanah tingkat 6. Meskipun ia menangkisnya, serangan itu masih tetap mengenai Sheen.


Banyak air raksa yang memasuki tubuhnya. Menyebabkan bajunya sobek-sobek.


"aaagh."


Sheen merintih kesakitan, tubuhnya semakin lemas, dan ia juga memuntahkan darah dari mulutnya.


Semakin lama kesadaran Sheen semakin menghilang. Disaat kesadarannya semakin menipis, Sheen memahami sesuatu.


Air raksa hanyalah air, jika ia membakarnya maka air itu akan menguap.


Sheen pun mulai menggunakan sihir api untuk membakar air raksa yang memasuki tubuhnya.


Alhasil semua air raksa yang memasuki tubuhnya mulai menguap. Kesadaran Sheen mulai kembali.


Di saat itu juga, hydra sedang memulihkan semua kepalanya.


"Ahaha. Apa bakat pertarungan ku begitu rendah?. Bahkan aku hampir dikalahkan oleh seekor kadal yang tidak punya otak." ucap Sheen.


Meskipun Sheen bilang seperti itu, tapi ia tahu bahwa, seharusnya mustahil kekuatan rank S untuk mengalahkan rank SS.


Melihat Sheen berdiri lagi, hydra itu pun berusaha menyerangnya lagi. Kali ini hydra itu akan menyerangnya dengan semburan air raksa lagi dengan kesembilan kepalanya.


Tapi kali ini ia menggabungkan tembakannya dari pada menyebarkannya seperti sebelumnya.


"Seekor monster tingkat SS yang tidak memiliki otak seharusnya dapat dikalahkan oleh rank S jika berkelompok. Tapi monster yang memiliki keabadian akan beda cerita. Dengan menekan api dalam jumlah banyak menggunakan angin dengan tekanan yang sangat kuat, akan menyebabkan ledakan yang sangat kuat untuk menghancurkan tubuh abadi. Sepertinya kali ini aku harus membuat teknik baru dengan menggabungkan teknik pedang pembelah dimensi dan sihir." ucap Sheen.

__ADS_1


Sheen menciptakan api dalam jumlah besar dan menekannya dengan sihir angin dengan kuat.


Lalu ia menyeretnya dengan teknik pedang pembelah dimensi dan melepaskannya diatas hydra itu.


Sheen dan hydra menggunakan tekniknya bersamaan.


"Teknik Baru!. Ultimatum."


Teknik mereka bertabrakan, tapi teknik Sheen dapat membelah semburan hydra dengan mudahnya.


Ketika teknik Sheen mendekati hydra itu, sebuah ledakan yang sangat besar terjadi. Tubuh hydra itu hilang tak tersisa.


Semua prajurit yang melihatnya bersorak gembira.


"Hore!, kita menang?."


Dungeon Griffin itu mulai memudar, dan Sheen pun mulai kembali ke dunia nyata.


"Apa!?. Bagaimana kau bisa kembali dari dungeon itu!?. Bukankah seharusnya kau mati di dalam dungeon!?." ucap Griffin yang kaget dengan kembalinya Sheen.


"Dungeon seperti itu hanyalah seperti mainan anak-anak bagiku. Jangankan membunuhku, bahkan menggores ku pun tidak akan mampu." ucap Sheen.


"Kau bicara seperti itu tapi bajumu compang camping seperti itu." jawab Griffin itu.


"Yah, kalau kau tidak mati dari dungeon itu. Aku hanya perlu menciptakan dungeon yang lebih kuat lagi." ucap Griffin itu.


Griffin itu berusaha menciptakan dungeon lagi.

__ADS_1


Mana berkumpul di sekitar Sheen, lalu mana itu semakin memadat.


Sheen tidak tinggal diam saja, ia langsung menebas mana disekitarnya dan menyebarkannya.


Alhasil pembuatan dungeon oleh Griffin gagal.


"Sial!. Bagaimana kau bisa tahu cara menghancurkan dungeon dengan instan!?." ucap Griffin yang kaget.


"Trik murahan seperti itu, jangan berfikir akan menjebak ku untuk kedua kalinya." jawab Sheen.


Sheen langsung berlari ke arah Griffin itu hendak menyerangnya. Ia mengumpulkan mana dengan jumlah yang sangat banyak ke pedangnya.


"Tu-tunggu manusia!. Aku mengaku kalah. Aku akan pergi dari sini dan kembali ke kampung halamanku." ucap Griffin itu sambil ketakutan melihat mana Sheen yang sangat besar.


"Huh?, yaampun. Kalau saja kau menyerah sejak awal, aku pasti tidak akan kerepotan seperti ini." ucap Sheen.


"Aku tidak menyangka kalau kau sekuat itu. Bagaimanapun, aku akan pergi dari sini." jawab Griffin itu.


Ia ketakutan, melihat Sheen seperti melihat monster.


"Hei, saat ini aku sedang dalam misi. Bagaimana dengan bukti penyelesaian misiku?." ucap Sheen.


Griffin itu mencabut dua bulunya dan ia berikan kepada Sheen.


"Ambillah buluku ini sebagai bukti." ucap Griffin itu.


Griffin itu lalu terbang dan pergi meninggalkan tempat manusia.

__ADS_1


Sheen pun kembali setelah menyelesaikan misinya.


__ADS_2