Kisah Raja Para Dewa

Kisah Raja Para Dewa
HYDRA


__ADS_3

Sebuah sosok ular besar berkepala sembilan muncul dari dasar laut. ular itu bejalan mendekati Sheen.


"Tidak, itu hydra. Seekor monster tingkat SS yang dapat menghancurkan dunia!. Bahkan jika orang itu sangat kuat, tidak mungkin dia bisa mengalahkan hydra." ucap prajurit yang ada di atas benteng itu.


"Hydra ya. Ini bukan sesuatu yang dapat dikalahkan dengan kemampuan manusia. Tapi jika menggunakan kekuatan penuh ku, apa bedanya dengan memberi tahu dunia bahwa aku seorang dewa. Kalau begitu aku hanya bisa mencobanya." ucap Sheen.


Hydra itu menyemburkan air raksa kearah Sheen. Sheen menghindarinya kearah samping.


Semua benda yang tersentuh air yang di semburkan oleh hydra langsung meleleh.


"Apa!?. Bagaimana bisa hydra menyemburkan air raksa?. Apa ini versi upgrade hydra di dungeon Griffin?. Jika aku terkena itu, aku pasti akan langsung mati!." pikir Sheen.


"Hiss hiss"


Hydra itu menyerang Sheen dengan kesembilan kepalanya dengan membabi-buta. Dengan kelihaiannya Sheen dapat menghindari semua serangannya, meskipun agak kesulitan.


"Sialan, sangat sulit menghindari kesembilan kepala itu. Kalau seperti ini terus, bagaimana aku bisa menyerangnya?." pikir Sheen.


Sheen mengambil langkah menjauh dari jarak serangan hydra itu. Hydra itu langsung menyemburkan air raksa dari kesembilan kepalanya kearah Sheen.


Disaat hydra sedang fokus dengan kekuatannya, Sheen dengan cepat menuju kearahnya dan memotong kepalanya.

__ADS_1


"Sial, aku hanya berhasil memotong satu kepalanya!." ucap Sheen.


"Ack...!"


Ekor hydra tanpa Sheen sadari telah menghantam Sheen dengan kuat.


Sheen terlempar ke arah tembok benteng pertahanan kastil. Sheen menabraknya hingga berlubang.


Para prajurit di kastil itu langsung pergi ke arah Sheen.


"Hei kau!. Apa kau baik-baik saja?. Itu tadi serangan telak yang sangat kuat!." ucap Salah satu prajurit yang datang.


"Tidak perlu, aku akan mengurusnya sendiri." jawab Sheen.


"Tuan!, tapi ini untuk banyak nyawa. Aku mohon untuk memikirkannya kembali. Hydra bukanlah sesuatu yang bisa ditangani satu orang." ucap prajurit pertama.


"Aku yakin aku bisa mengalahkannya, jadi kalian tidak perlu khawatir." ucap Sheen.


Sheen lalu meninggalkan mereka dan kembali menuju ke hydra.


"Oh, kepalanya sudah tumbuh kembali?. Sungguh mengejutkan. Inilah kenapa aku malas untuk melawan monster yang punya kemampuan regenerasi." ucap Sheen.

__ADS_1


Hydra itu kembali menyerang Sheen dengan semburan air raksa dari kesembilan kepalanya.


Disaat hydra itu fokus menyembur, Sheen menggunakan tekniknya.


"Pedang Pembelah Dimensi!."


Kilatan hijau dari tebasan pedang Sheen berhasil mengenai kesembilan kepala hydra itu dan berhasil memotongnya.


Sheen sangat senang dan melihat kebelakang. Lalu ia berjalan santai menuju kota.


"Hmm, bahkan jika kau versi upgrade. Kau sama sekali tidak memiliki kesadaran ilahi seperti hydra yang asli. Melawan mu sama saja seperti melawan monster tanpa otak." ucap Sheen.


Semua prajurit yang ada di benteng berteriak kepada Sheen.


"Hei, lihat belakangmu!. Cepat!, hydra itu masih hidup!." teriak para prajurit itu.


"Huh?. Kenapa mereka berteriak-teriak?. Lihat belakang?, apa yang perlu dilihat?." pikir Sheen.


Sheen lalu melihat kebelakang, hydra itu kepalanya tumbuh lagi satu dan sudah hendak menembakkan air raksa kepada Sheen.


"Sial!. Aku tidak akan sempat menghindar. Aku hanya bisa menangkisnya." pikir Sheen dengan sedikit khawatir.

__ADS_1


__ADS_2