Kisah Raja Para Dewa

Kisah Raja Para Dewa
PERTARUNGAN DENGAN GOBLIN


__ADS_3

Hutan Rivendell sebelah utara Eleanor.


Sheen dan teman-temannya sedang melihat-lihat area hutan itu.


Mereka melihat sebuah desa yang terbuat dari jerami. Desa itu dipenuhi oleh para goblin.


Mereka menunduk dan bersembunyi di semak-semak sambil memperhatikan.


"Sepertinya memang benar, bahwa ada gerombolan goblin yang sedang berencana membuat desa disini." ucap Sierra.


"Sepertinya begitu. Khensin, Noel, apa kalian sudah siap?. Kali ini hanya kalian yang akan bertarung." ucap Sheen.


Sheen menoleh kebelakang dan melihat bahwa Khensin dan Noel sudah tidak ada.


"Huh?. Kemana mereka berdua?." ucap Sheen yang kebingungan.


"Apa maksudmu?. Bukankah mereka ada disana. Lihat di depan." ucap Sierra.


"Apa?. Sejak kapan mereka ada di sana?." ucap Sheen.


Sementara itu Khensin dan Noel sedang membantai para goblin yang ada.


"Swosh"


Noel menggunakan badai api yang membunuh sebagian besar goblin dan berkata "Bukankah ini mudah Khensin?. Mereka hanya seekor monster tingkat C." dengan bersemangat.


"Jleb-jleb-jleb"


Khensin membuat hujan pedang es yang membunuh para goblin dengan mudah dan menjawab Noel "Sepertinya begitu, Bahkan aku tidak mempunyai kesempatan untuk mencoba senjata baruku."


"Kalau begitu bagaimana kalau kita berkompetisi, siapa yang dapat membunuh goblin paling banyak." ucap Noel sambil membakar para goblin hidup-hidup.


"Tidak, kau curang. Tentu saja aku akan kalah darimu. Aku hanya penyihir tingkat tiga." ucap Khensin sambil membantai para goblin dengan sihir sepuluh pedang es miliknya.


"Huh. Kau malah menyerah sebelum mencoba. Dasar tidak menyenangkan." ucap Noel sambil melihat kearah Khensin.


"Noel!, hati-hati di belakangmu." teriak Khensin.


"Huh, memangnya apa yang perlu diperhatikan?. Mereka hanya seekor gob...!" ucap Noel sembari kedepannya, lalu ia terkejut.


"Clang."


Sebuah batu besar mengarah kearah Noel dengan cepat. Dan untungnya Khensin memblokir batu itu, dengan lima dari sepuluh pedang es miliknya.


"Terima kasih Khensin. Tadi itu adalah sihir tanah. Mungkinkah dia adalah goblin Mage?. Seekor monster tingkat B?." ucap Noel yang sedang kaget.


"Tidak masalah. Apa kau lihat goblin yang dibelakangnya itu?. Ukurannya sangat besar dibandingkan goblin lain. Mungkinkah dia goblin tingkat A sang raja goblin?." ucap Khensin.

__ADS_1


Sheen dan Sierra melompat kearah mereka.


"Kalian berdua benar. Mereka berdua adalah goblin Mage dan goblin king. Dengan kekuatan mereka yang berada di atas kalian, kalian hanya punya sedikit kesempatan untuk menang. Namun jika kalian berani untuk melawan mereka, kalian akan memiliki kesempatan yang tinggi untuk menerobos. Apakah kalian ingin mencobanya?." ucap Sierra.


"Kalau begitu, izinkan kami untuk mencobanya master." ucap Noel dan Khensin dengan serentak.


"Baiklah, kalian tidak perlu untuk menang. Aku dan Sheen akan datang jika sesuatu yang tidak diinginkan terjadi." ucap Sierra.


"Baik." ucap Khensin dan Noel.


Khensin dan Noel langsung menyerang kearah kedua goblin itu.


"Sheen, aku akan memancing raja goblin menjauh. Kau hadapi goblin mage itu. Jika mereka bekerja sama, itu akan sangat sulit untuk dihadapi." ucap Noel.


"Serahkan itu padaku." jawab Sheen.


Noel meluncurkan dua phoenix dari kedua sisi samping raja goblin. Lalu ia mengeluarkan sihir tembakan phoenix menggunakan busur sihir miliknya dari depan.


Raja goblin menangkis sihir phoenix dari kedua sisi sampingnya dengan pedang besar miliknya. Raja goblin juga menangkis sihir phoenix yang dikeluarkan Noel dari arah depannya.


Tanpa ia sadari kekuatan sihir phoenix yang dari depan, memiliki kekuatan yang sangat kuat.


Meskipun raja goblin dapat menangkisnya, namun ia sedikit mengalami luka bakar dari serangan itu.


"Kekuatan busur ini benar-benar tidak masuk akal!. Aku tadi hanya menggunakan sihir tingkat 5, tapi kekuatan penghancur itu setidaknya setara dengan tingkat 6!." ucap Noel yang terkejut dengan kekuatan senjata barunya.


Disaat itu goblin mage berusaha membantu raja goblin dengan menyerang Noel dengan sihir tanah.


Tapi Khensin menghentikan goblin mage itu saat merapalkan mantranya, dengan menyerangnya menggunakan sepuluh pedang es miliknya.


"Tidak akan ku biarkan kau mengganggu mereka, lawanmu adalah aku." ucap Khensin.


Goblin mage itu menahan semua serangan sepuluh pedang es Khensin dengan sihir tanah.


Dengan geram goblin mage itu menyerang Khensin dengan seribu tombak tanah melayang yang semuanya mengarah padanya.


"Si-sial, itu sihir tingkat 5. Jika aku terkena itu, kematian pasti akan mendatangiku. Apakah goblin mage sialan ini ingin mengakhiri pertarungan ini secepatnya?. Kali ini aku hanya bisa berharap pada pedang sihir baruku ini." pikir Khensin.


Khensin menggunakan sihir tingkat 4 pertahanan pedang es untuk menahan tombak yang menghujaninya sambil menutup mata.


Sementara itu Sierra dan Sheen.


"Aku akan mengikuti Noel, kau tetaplah disini Sheen." ucap Sierra.


"Baiklah." jawab Sheen.


Diwaktu yang sama Khensin yang sedang melawan goblin mage.

__ADS_1


"Apa aku masih hidup?. Ini pertahanan pedang milikku. Sepertinya aku masih hidup. Tunggu, kekuatan pertahanan ini seharusnya hanya tingkat 4. Tapi kekuatan ini bukankah setidaknya berada di tingkat 5?. Itu berarti kekuatan pedang ini benar-benar sangat menakjubkan." pikir Khensin yang kembali membuka matanya.


Goblin mage tidak hanya diam melihat itu. Goblin mage langsung meluncurkan serangan lanjutan dengan sihir tingkat 5. Beberapa batu besar jatuh dari langit dan menyerang Khensin.


Dengan percaya diri Khensin menghindari semua serangan itu sembari mendekati goblin mage itu.


Tanpa disadari Khensin masuk kedalam perangkap goblin mage itu. Khensin menginjak sebuah lingkaran sihir saat ia mendekati goblin mage itu.


Dari bawah tanah muncul sebuah tanah yang berbentuk bulat yang memenjarakan Khensin.


Tanah itu semakin menyusut dan semakin menekan Khensin.


"Sial, aku ceroboh!. Sihir ini setidaknya ada di tingkat 5. Dengan jebakan ini, pedang sihirku tidak akan berfungsi dan aku hanya akan bisa menggunakan sihir dengan kekuatan penghancur tingkat 4. Jika aku hanya diam saja aku akan mati disini. Bahkan jika aku akan mati, akan ku kerahkan semuanya." pikir Khensin.


Khensin menggunakan seluruh mana miliknya tapi dia tetap tidak bisa keluar dari penjara tanah itu.


Dilain tempat, pertarungan Noel dan raja goblin.


"Jarak segini seharusnya cukup. Mari kita mulai." ucap Noel dan kemudian berhenti berlari.


Noel menembakkan sihir phoenix dengan busurnya secara beruntun, kemudian ia mulai melompat dari pohon ke pohon lain dengan cepat.


Noel terus menembakkan sihir itu dengan sangat cepat dari berbagai arah.


"Rasakan ini, hujan phoenix api!." ucap Noel.


Raja goblin lalu memegang pedang besarnya dan menebaskannya secara berputar. Dari putaran itu, semua phoenix api Noel lenyap tanpa sisa.


"Apa?. Kekuatan serangan ku setidaknya berada di tingkat 6. Tapi dia melenyapkan serangan ku semudah itu!." ucap Noel yang sedikit khawatir.


Raja goblin melemparkan pedangnya kearah Noel dengan cepat.


"Huh?. Dia melemparkan pedangnya?. Monster memang bodoh. Jika seperti ini, aku pasti bisa menang dengan mudah." pikir Noel.


Noel menghindari pedang itu, Tapi dengan cepat raja goblin berlari ke arah Noel.


Dengan mengepalkan tangannya raja goblin menyerang Noel dengan sekuat tenaga.


"Ap-apa. Sial, jadi tadi dia melemparkan pedangnya hanya untuk pancingan dan serangan selanjutnya adalah serangan utamanya!." pikir Noel dengan gelisah.


"Badum."


Noel terlempar jauh dari pukulan raja goblin.


"Pukulan yang sangat kuat!." pikir Noel.


Noel jatuh pingsan akibat kekuatan pukulan raja goblin.

__ADS_1


__ADS_2