Kisah Raja Para Dewa

Kisah Raja Para Dewa
KEHARMONISAN


__ADS_3

Di desa Ronal Sierra, Khensin dan Noel sedang menunggu Sheen.


Tak lama setelahnya Sheen tiba di desa Ronal dengan berjalan santai.


"Sheen!. Akhirnya kau sampai juga. Kami sudah menunggumu.Apa kau melihat ada yang beda dari aku dan Khensin?." ucap Noel dengan sangat bersemangat.


"Apanya yang beda?. Oh, kalian sudah bangun. Sebelumnya kalian pingsan. Kalian bangun dengan sangat cepat." jawab Sheen sambil berfikir.


"Bukan itu, dasar Sheen bego!. Apa kau benar-benar tidak tahu!?." ucap Noel sedikit kesal.


"Oh, apa mungkin baju kalian ganti?. Atau potongan rambut kalian?. Tapi sepertinya itu masih sama." jawab Sheen yang kebingungan.


"Bukan itu juga!. Dasar Sheen bego!." ucap Noel dengan kesalnya.


"Aduh."


Noel menendang kaki Sheen dan pergi meninggalkan mereka, masuk ke rumah kepala desa.


"Kenapa dengan si aneh itu?. Memangnya apa yang berubah dari kalian, Khensin?." tanya Sheen.


"Sheen, apa kau benar-benar tidak mengerti dengan perubahan mereka berdua?." tanya Sierra.


Sheen menjawab "Tidak."

__ADS_1


Sierra menghela dan mengatakan "Huh, sebaiknya kau lebih perhatian dengan anggota timmu. Dengan begitu kita akan bisa bekerja sama dengan lebih baik."


"Baiklah, akan aku usahakan sebisa mungkin." jawab Sheen.


"Hei Sheen, lihatlah. Saat ini aku sudah menjadi penyihir tingkat empat, dan Noel sekarang juga sudah menjadi penyihir tingkat lima." ucap Khensin.


"Oh, jadi itu. Kerja bagus kalian berdua. Dengan ini perjalanan kita tidak sia sia." ucap Sheen dengan senang.


Mereka kemudian pergi ke rumah kepala desa Ronal dan masuk ke dalamnya.


"Ceklek."


Khensin membuka pintu kepala desa.


"Oh, kalian sudah kembali, selamat datang. Tadi Nak Noel tiba-tiba masuk ke kamar, dimana Rani sedang beristirahat." ucap kepala desa.


"Hehehe, Rani memang anak yang paling imut. Ini sangat menggemaskan." ucap Noel sambil mengusap-usap kan kepalanya ke rambut Rani.


"Aduh kak Noel berhenti, itu geli. Oh, selamat datang semuanya." ucap Rani.


"Oh, Rani yang imut. Aku juga ingin memelukmu.!" ucap Sierra dengan sangat senang.


Sierra ikut memeluk Rani bersama Noel.

__ADS_1


"Hmm, Apa yang terjadi selama aku tidak ada. Kenapa orang-orang jadi pada aneh begini." ucap Sheen.


"Hahaha, Mereka memang suka melakukan itu. Lagi pula Rani memang sangat imut." jawab Khensin.


"Terserahlah, Hei kalian berdua. Sekarang saatnya kita kembali. Rani, jika kau mau. Kau bisa ikut bersama kami." ucap Sheen.


"Ayo Rani, kita akan bertemu banyak teman di guild." ucap Noel.


"Itu benar, disana juga akan ada banyak makanan enak." ucap Sierra.


"Baik, Kalian semua. Terima kasih banyak." ucap Rani sambil meneteskan air mata.


Mereka semua tertawa bahagia bersama.


Setelah itu mereka semua keluar dari rumah kepala desa dan berpamitan dengan kepala desa.


Kepala desa mengantar kepergian mereka.


"Rani, jaga dirimu baik-baik disana. Ingatlah semua orang yang telah membantumu, balas lah mereka dua kali lipat dari yang mereka lakukan padamu." ucap kepala desa yang sedang menasihati Rani.


"Iya, kepala desa. Aku akan berkunjung sering-sering kemari. Jaga kesehatanmu." balas Rani.


Sheen, Rani dan yang lainnya mengungkapkan "Sampai jumpa kepala desa."

__ADS_1


Kepala desa Ronal membalas "Kalian semua jaga diri baik-baik, dan juga tolong jaga Rani baik-baik."


Merekapun pergi meninggalkan desa Ronal.


__ADS_2