
Perjalanan yang jauh harus ditempuh lagi oleh Sheen saat pulang.
Ia membeli sebuah pakaian di dalam perjalanan pulang.
Sesampainya di guild.
Sheen membuka pintu dan berjalan kearah Nana si resepsionis guild.
Beberapa party di guild meributkan Sheen yang baru saja datang.
"Hei lihat, bukankah itu orang yang dulu membantu kita menyelesaikan dungeon ciptaan Griffin?. Saat itu aku mengundurkan diri dari misi Griffin, tapi aku lihat dia meneruskan misinya. Aku penasaran apakah dia berhasil dalam misi itu?."
"Bukan hanya kau, tapi semua petualang memutuskan untuk berhenti dari misi itu. Kebanyakan dari petualang ketakutan bahkan hanya dengan dungeon ciptaannya. Bagaimana kalau kita tanyakan apakah dia berhasil atau tidak?."
"Kalau itu tidak perlu, dia datang ke sini pasti untuk melaporkan misinya. Kita juga pasti akan tahu nanti."
Dengan santainya Sheen berjalan dan berbicara "Nana, aku sudah menyelesaikan misinya. Kau berikan saja imbalannya kepada Sierra. Aku tidak membunuh Griffin itu, melainkan mengusirnya. Itu tidak akan menjadi masalah bukan?. Ini bulu Griffin, sebagai tanda penyelesaian misi."
Sheen mengeluarkan bulu Griffin dari kantungnya dan menaruhnya di meja di depannya.
Nana yang kebingungan menjawab "Ini... aku masih harus bertanya pada guild master sebelum membuat keputusan. Maafkan aku karena didalam misinya meminta untuk memusnahkan Griffin bukan mengusirnya. Selanjutnya aku akan mengabari mu. Aku akan membawa bulu ini sebagai bukti."
Nana menyimpan bulu Griffin yang dikeluarkan Sheen kedalam cincin penyimpanannya.
"Hei, kau Sheen bukan?. Kau benar-benar hebat, bahkan bisa melawan Griffin seorang diri. Bagaimana kalau kapan-kapan kita duo party?. Party ku pasti akan senang dengan itu." ucap salah seorang petualang dari meja makan.
"Emm... mungkin lain kali saja. Saat ini sepertinya sekolah sudah selesai direnovasi. Aku mungkin akan jadi sibuk kedepannya." jawab Sheen.
"Apa?, jadi kau masih sekolah?. Yaampun, baiklah. Kalau begitu lain kali saja."
Semua orang yang ada di guild bertanya-tanya. Kenapa juga orang sekuat itu bersekolah?. Apakah itu memang diperlukan?.
__ADS_1
Sheen bertanya kepada Nana "Nana, ngomong-ngomong dimana party ku saat ini?. Apa mereka tidak ke guild?."
"Kau benar, akhir-akhir ini mereka sering muncul ke guild untuk menanyakan mu. Tapi sepertinya mereka tidak datang hari ini, sebelumnya mereka bilang akan refreshing untuk hari ini. Jadi mungkin mereka sedang jalan-jalan." jawab Nana.
Sheen lalu membalikkan punggung dan berkata "Aku akan kembali dan melihat mereka. Oh iya dimana Rani?."
"Rani libur untuk hari ini. Sepertinya dia ikut dengan party mu untuk jalan-jalan." jawab Nana.
Lalu Sheen berjalan pergi dan meninggalkan guild.
Ia menuju ke penginapan Nightea. Sesampainya di sana, Sheen melihat partynya yang sedang menuju ke penginapan juga bersama Rani.
Khensin yang membawa banyak belanjaan sampai kesulitan berjalan. Setelah melihat Sheen, ia langsung berlari sekuat tenaga ke arah Sheen.
Ia berteriak "Sheen!, akhirnya kau kembali!. Aku sudah tidak kuat dengan para perempuan ini."
Khensin berbicara dengan tergesa-gesa.
"Para perempuan ini terus menyiksaku. Mereka mencoba-coba baju dengan sangat lama. Terlebih aku tidak diizinkan untuk masuk. Menunggu di luar juga sangat panas. Tetapi mereka malah didalam sangat lama sekali." ucap Khensin.
Noel yang sedang berjalan santai menjawabnya "Hei kau, pria lemah. Seharusnya kau berterima kasih karena kami sudah mengajakmu jalan-jalan. Apa kau ingin disini bersama Blacky dan Browny?."
"Kalau dipikir-pikir Blacky dan Browny saat ini sudah dewasa. Seharusnya mereka dapat membantu dalam misi di guild." ucap Sierra.
Rani yang melihat Sheen sedikit merasa aneh "Sheen, apa bajumu ganti baru?."
"Itu sangat cocok untukmu Sheen. Baju itu terlihat seperti baju tempur." ucap Noel.
Mereka lalu bercanda tawa setelah lama tidak bertemu.
Setelah beberapa saat Suiryu sang kepala sekolah kesatria sihir menemui mereka.
__ADS_1
Ia mengangkat tangan dan menyapa Sheen dan yang lainnya yang sedang bergurau.
Suiryu menyampaikan kepada mereka "seminggu lagi akan ada kompetisi antar sekolah. Kalian bertiga akan mewakili sekolah kita. Raja Leon akan menyaksikan kompetisi ini secara langsung. Jadi jika kita menang, kalian akan memiliki masa depan yang cerah."
"Kompetisi?. sepertinya ini akan sangat bagus untuk menguji kemampuanku." ucap Khensin yang lagi bersemangat.
"Aku tidak masalah dengan itu. Aku juga bisa berlatih dengan bertarung melawan musuh yang kuat." ucap Noel.
"Kalau begitu, kami akan menerimanya." ucap Sheen.
Suiryu tersenyum mendengar jawaban mereka semua. Ia mengatakan bahwa ia akan pergi karena tidak ada lagi yang bisa ia sampaikan.
Setelah kepergian Suiryu mereka memutuskan untuk latihan ringan setiap harinya.
Karena mereka juga harus dalam keadaan fit saat dalam kompetisi antar sekolah.
Mereka terus berlatih di tempat latihan yang disediakan oleh guild petualang.
Untuk alasan tertentu yang berlatih hanya Khensin dan Noel.
Mereka berdua terus bertarung tapi Khensin tidak pernah menang sekalipun.
Meski begitu Khensin terus mendapatkan pencerahan dan dapat terus mengupgrade kontrol sihirnya.
Basic pertempurannya bahkan meningkat jauh lebih cepat dari Noel.
Walaupun demikian, kontrol sihir Noel berkembang jauh lebih cepat dari Khensin.
Dalam latihan yang intens itu tanpa terasa seminggu pun berlalu seperti sehari.
Kompetisi sekolahpun akan segera dimulai.
__ADS_1