
Sebelum pergi ke hutan, mereka pergi ke desa Ronal untuk penjelasan misi.
"Waahh, ramainya. Desa ini lebih besar dari pada desa lainnya yang pernah ku kunjungi." ucap Noel sambil menikmati pemandangan desa.
"Apakah ini masih bisa disebut desa?. Ini sudah seperti sebuah kota." ucap Khensin.
"Hei Sheen, Master. Apakah aku boleh jalan-jalan keliling kota?." tanya Noel dengan semangat.
"Aduh."
Sierra memukul kepala Noel dan berkata "Tidak boleh. Apa kau lupa tujuan kita datang kesini?. Saat ini keamanan desa ini sedang dipertaruhkan."
"Baiklah, aku mengerti." ucap Noel sambil mengeluh.
Seorang anak berjalan mendekati mereka dan bertanya "Kakak, apa kalian ingin ke suatu tempat di desa ini?."
"Iya nak. Apa kau tahu, dimana rumah kepala desa?." jawab Sheen sambil mengelus kepala anak itu.
"Hehehe... tentu saja aku tahu kak. Kebetulan aku adalah seorang pemandu di desa ini. Mari, aku antarkan ke rumah kepala desa. Biayanya hanya dua koin perak." ucap anak itu.
"Oh baiklah nak. Terimakasih. Ambil ini." ucap Sheen sambil memberikan dua koin perak kepada anak itu.
Mereka pun berjalan mengikuti anak itu. Setelah berjalan beberapa langkah, anak itu berhenti.
"Nak, kenapa berhenti?." tanya Sheen yang kebingungan.
"Kakak, kita sudah sampai. Ini adalah rumah kepala desa." Jawab anak itu.
"Apa!. Jaraknya hanya beberapa rumah, kenapa kau tidak memberitahukannya saja!?. Kau malah memandu kami dan meminta dua koin perak!." ucap Sheen dengan sedikit kesal.
"Hehehe... kak tugasku hanya mengantarkan kalian ke rumah kepala desa. Jadi aku akan pergi dulu." ucap anak itu.
Anak itu lalu pergi meninggalkan Sheen dan teman-temannya.
"****. Aku ditipu oleh seorang bocah kecil. Menjengkelkan sekali." ucap Sheen yang sedang kesal.
"Hahaha, Sheen. Meskipun kita tertipu tapi melihat keimutan anak tadi, bukankah itu sudah cukup untuk dua koin perak?." ucap Noel sambil tertawa ringan.
"Kau benar, anak tadi sungguh imut. Aku ingin sekali mencubit pipinya!." ucap Sierra dengan mata yang berkaca-kaca.
"Dasar. Kalian malah membela anak itu. Terserahlah, sekarang kembali ke tujuan kita." ucap Sheen.
"Tok-tok-tok."
__ADS_1
Sheen mengetuk pintu rumah kepala desa.
Tak lama kemudian, seorang pria tua membukakan pintunya.
Orang tua itu bertanya "Apa kalian membutuhkan sesuatu?."
"Apakah ini benar rumah kepala desa?." tanya Sheen.
"Iya benar. Aku adalah kepala desa. Apa kalian membutuhkan sesuatu?." tanya orang tua itu.
"Jadi begitu, kalau begitu kita langsung saja. Kami menerima misi yang di pos oleh kepala desa Ronal. Kami kesini untuk bertanya tentang detail misi ini." ucap Sheen sambil mengeluarkan kertas misi yang dibawanya.
"Oh, jadi kalian adalah para petualang. Sebelumnya aku berterima kasih karena mau mengambil misiku. Tapi aku sudah menulisnya dengan detail di misinya. Saat aku pergi untuk mencari kayu bakar di hutan, tanpa sengaja aku melihat sekelompok goblin yang sedang membangun perumahan. Aku hanya ingin kalian membasmi mereka, sebelum mereka meresahkan para warga." ucap kepala desa itu.
"Jadi begitu, kalau begitu kita langsung pergi kehutan." ucap Sheen.
"Hmm?. Ada keributan apa itu?." ucap Khensin.
"Entahlah, kita lihat kesana." ucap Sierra.
"Aku juga ikut." ucap kepala desa.
"Bruk."
Merekapun pergi menuju ke keramaian itu.
Seorang pedagang roti menangkap bocah pemandu yang sebelumnya dan menginjaknya di tanah.
"Hei bocah, akhirnya aku menangkap mu. Sekarang kembalikan semua roti yang telah kau curi dari ku." bentak pedagang itu.
"Ak-aku hanya punya ini." ucap anak itu sambil membukakan tangan.
"Apa!?. Hanya dua koin perak!?. Ini masih jauh dari cukup." ucap pedagang itu.
Pedagang itu kemudian memukuli anak itu.
Melihat itu Sierra berlari melindungi anak itu dan berkata "Hei, berhenti!. Kenapa kau memukuli seorang anak kecil seperti itu?."
"Bocah itu sering mencuri rotiku. Apakah aku tidak boleh marah!?." jawab pedagang roti itu.
"Apakah kau tidak bisa menyelesaikannya secara kekeluargaan!?. Memangnya berapa banyak yang sudah dicuri anak ini!?." ucap Sierra dengan sangat marah.
"Jika Kuhitung semuanya, itu sekitar lima puluh koin perak. Apa kau pikir itu sedikit!." ucap pedagang roti itu dengan kesal.
__ADS_1
"Itu hanya lima puluh koin perak. Ambil ini, sekarang pergi dari sini!." ucap Sierra.
Sierra memberikan lima puluh koin perak kepada pedagang roti itu.
"Ini pas, lima puluh koin perak. Baiklah aku akan pergi, Tapi jika anak itu masih berani mencuri. Aku akan menghajarnya lagi!." ucap pedagang roti itu.
Pedagang roti itu lalu pergi kembali ke pos dagangnya.
"Kenapa kalian masih disini?. Bubar sekarang juga!." ucap Sierra kepada orang-orang yang berkerumun.
Para orang-orang yang berkerumun itu membubarkan diri dan pergi.
Sierra memperhatikan anak itu yang sedang pingsan, ia merasa sedikit familiar.
"Sepertinya dia anak yang sebelumnya menipu kita." ucap Sierra.
"Hmm, kau benar.Kalau begitu abaikan saja dia. Sebelumnya dia juga menipu kita." ucap Sheen.
"Dia adalah Rani. Sebulan lalu rumahnya mengalami kebakaran dan kedua orang tuanya meninggal. Hanya dia satu-satunya yang masih hidup. Dia tinggal di jalanan, dia juga suka menipu pendatang baru ataupun mencuri makanan dari pedagang. Itu dia lakukan hanya untuk bertahan hidup." ucap kepala desa.
"Jadi anak kecil itu sebenarnya memiliki sebuah kehidupan yang sangat sulit." ucap Noel dengan prihatin.
"Kau benar, aku juga merasa kasihan padanya. Tapi aku tidak dapat melakukan apa-apa tentang itu." ucap kepala desa.
"Kasihan sekali, seorang anak kecil seperti itu harus mengalami penderitaan yang berat. Oh!, benar juga. Bagaimana kalau kita rekomendasikan dia sebagai resepsionis guild?. Nana pasti akan senang memiliki teman baru!." ucap Sierra.
"Yah, baiklah. Meskipun dia telah menipu kita. Dia hanya melakukannya untuk bertahan hidup. Kalau begitu kita akan bawa dia setelah menyelesaikan misi." jawab Sheen.
"Apakah kalian bisa?. Kalau begitu setidaknya, tolong dia untuk mendapatkan pekerjaan. Agar dia tidak diperlakukan dengan buruk seperti sebelumnya." ucap kepala desa sambil memohon.
Khensin membantu kepala desa itu berdiri dan berkata "Tenang saja kepala desa. Kami pasti akan memperlakukannya seperti keluarga
"Terima kasih. Rani sungguh diberkati bisa bertemu dengan kalian." ucap kepala desa sambil mengusap air matanya.
"Iya kepala desa. Tapi kami akan menitipkan Rani kepada mu untuk saat ini. Karena kami harus fokus kepada misi terlebih dahulu." ucap Sierra.
"Kalian bisa menyerahkan Rani padaku. Aku akan menjaganya untuk sekarang." jawab kepala desa itu.
"Kalau begitu, kepala desa. Kami akan pergi dulu." ucap Sheen.
"Berhati-hatilah kalian dalam misi." teriak kepala desa.
Sheen dan teman-temannya pergi menuju ke hutan itu.
__ADS_1