
Terget tembak muncul satu persatu dengan jarak satu 30 detik.
Noel dan Jenny dapat menghabiskan target tembaknya dengan sangat mudah.
"Jarak waktu selama ini sih sangat mudah untukku. Lalu bagaimana dengan lawanku?." pikir Jenny.
Jenny lalu melihat kearah Noel, Noel juga terlihat tidak kesulitan.
Seiring berjalannya waktu, Target tembak muncul semakin cepat.
Dan di sepuluh menit terakhir, yaitu menit ke 20. Noel dan Jenny mulai kesulitan.
Target tembak terus bermunculan dengan sangat cepat.
Jenny dan Noel semakin gelisah karena melihat lawan mereka masih tidak ada target yang meleset satupun.
Jenny sedetik melirik ke Noel. "Apakah seorang manusia dapat memiliki kontrol sihir sehebat ini?. Bahkan aku tidak yakin jika tidak akan ada yang meleset." pikir Jenny.
__ADS_1
Disaat yang sama Noel juga melirik sedetik ke arah Jenny. "Seperti yang diharapkan dari ras elf. Mereka dapat menciptakan barang-barang yang bagus. Tentu saja kemampuan kontrol sihir mereka tidak dapat diremehkan. Meskipun begitu, aku tidak mau mengecewakan yang lainnya." pikirnya.
Di lima menit terakhir Noel dan Jenny akhirnya mulai kesulitan dan beberapa target tidak berhasil ditembaknya.
Mereka terus berusaha semaksimal mungkin untuk tidak melewatkan target, tapi target muncul sangat cepat sehingga banyak yang terlewat.
Persentase mereka berdua terus turun dari 100%. Noel berhasil mendapatkan target 81%. Sedangkan Jenny berhasil mendapatkan 80% target.
Jenny tidak terima dengan kekalahannya, meskipun begitu ia hanya bisa menerimanya.
"Pemenangnya adalah Noel dari Sekolah Kesatria Sihir" ucap Ferry dengan meriah.
Semua orang tidak pernah berpikir bahwa ras manusia akan dapat memenangkan pertandingan melawan ras elf dalam hal pertandingan menembak.
"Sungguh tidak dapat disangka, seorang ras manusia memiliki kontrol sihir yang sangat hebat. Bahkan meskipun dia belum pernah memegang artifak tembak buatan elf." pikir Trista.
"Ahahah. Lihatlah itu Trista. Kau benar-benar dikalahkan di permainan yang rasmu ciptakan." ucap Serah sambil terpingkal-pingkal.
__ADS_1
"Berisik. Meskipun sesama ras elf. Jenny masihlah yang terlemah. Jangan senang dulu hanya karena mengalahkan yang terlemah dari kami." ucap Trista dengan kesal sambil memukul-mukul kepala Serah.
"Ahahah, pak tua. Kau masih saja suka marah. Aku hanya bercanda saja. Apa kau tidak paham dengan gelar mu. Kau akan ditertawakan banyak orang." ucap Serah sambil meledek Trista.
"Ahem-ahem. Kau memang bocah sialan. Awas saja kau, aku pasti akan membalasnya." ucap Trista dengan malu karena dilihat banyak penonton.
Kembali lagi kepada Ferry si pembawa acara.
Ia menembakkan petasan lagi untuk menambah kemeriahan pertandingan.
"Baiklah, pertandingan berikutnya adalah pertandingan antara Sekolah Sihir Eleanor 1 melawan Sekolah Sihir Elysium 2. Pertandingan akan dimulai lagi setelah 1 jam. Bagi para peserta diharapkan untuk mempersiapkan diri untuk pertandingan berikutnya." ucap Ferry dengan semangat.
Semua orang membubarkan diri untuk mencari makan dan keperluan lainnya.
"Selamat, kita sudah mencetak rekor dunia. Dengan mengalahkan ras elf di pertandingan ciptaan mereka sendiri." ucap Suiryu sambil memberikan jempol kepada Noel.
"Terima kasih pak kepala. Meskipun begitu, aku hanya menang tipis. Jadi aku akan melihat pertandingan yang lainnya dan menciptakan gaya bermain yang pas. Kali ini aku pasti akan lebih baik lagi." ucap Noel dengan semangat.
__ADS_1
"Kami serahkan itu padamu Noel." ucap Khensin.
Merekapun pergi dan kembali ke meja penonton.