
Rani memberikan surat rekomendasi yang diberikan Kirk kepada Nana.
"Selamat Rani, sekarang kita bisa bekerja bersama." ucap Nana sambil tersenyum.
"Terima kasih Nana." ucap Rani.
Sheen kembali kepada partynya. Ia melihat-lihat misi dan mencabut poster misi tingkat S.
"Emm, Sheen. Itu adalah misi tingkat S. Hanya untuk petualang tingkat A atau S. Sedangkan kalian masih tingkat B. Jika kalian bisa menyelesaikannya, memang kalian akan langsung meningkat ke rang S. Tapi itu terlalu berbahaya. Itulah sebabnya guild melarang party untuk mengambil misi dua tingkat diatasnya." ucap Nana.
"Tadi Sheen mendapatkan surat rekomendasi dari guild master. Ia meminta Sheen untuk mengalahkan Griffin yang sedang merajalela di Santo." ucap Rani.
"Oh, aku lupa. Ambil ini, ini surat rekomendasi dari Kirk." ucap Sheen.
"Oh, baiklah Sheen. Kalau begitu kau bisa mengambil misi Griffin." ucap Nana.
"Rani, jaga dirimu baik-baik." ucap Sierra.
"Kami pergi dulu, Rani, Nana." ucap Noel.
"Kalian berhati-hatilah." ucap Rani.
"Semoga perjalanan kalian lancar." ucap Nana.
Sheen pergi untuk menyelidiki kasus Griffin. Tapi sebelum itu mereka kembali ke penginapan Nightea untuk istirahat.
"Aku akan menyelesaikan misi ini sendirian. Mungkin akan membutuhkan beberapa bulan untuk menyelesaikannya." ...'ucap Sheen.
"Tapi Sheen. Bukankah lebih baik jika kita menyelesaikannya bersama sebagai party?. Meskipun kami lemah, setidaknya kami masih bisa membantu sedikit." ucap Khensin.
"Khensin benar Sheen. Bukankah kita sebelumnya bilang bahwa akan menghadapi semua masalah bersama sebagai party?." ucap Noel.
"Kalian mengertilah apa yang dipikirkan Sheen. Monster tingkat S bukanlah sesuatu yang bisa dihadapi oleh penyihir tingkat empat maupun lima. Bahkan dari dampak pertarungan dari dua monster tingkat S saja sudah cukup untuk membuat kalian terluka parah." ucap Sierra.
"Ini akan sulit, kalian tidak bisa ikut kali ini. Tapi yakinlah kalau aku pasti berhasil." ucap Sheen.
Tak lama kemudian ada seseorang yang mengetuk pintu penginapan.
"Tok-tok."
Orang-orang itu membuka pintunya.
"Kami kembali." ucap orang-orang itu.
__ADS_1
Ternyata mereka adalah Nana dan Rani.
"Nana, selamat datang kembali. Kau pulang cukup awal hari ini. Oh dan siapa anak baru yang ada di sampingmu itu?." ucap Lena yang sedang mengelap mejanya.
"Ibu. Perkenalkan, dia teman baruku yang baru bekerja sebagai resepsionis guild petualang. Namanya Rani. Rani, ini ibuku." ucap Nana.
"Teman baru ya. salam kenal Rani." ucap Lena sambil mengelus kepala Rani.
"Iya, salam kenal juga." jawab Rani.
"Rani juga di penginapan ini?. Kalau begitu Sheen, jika kau bisa menyelesaikan misi ini sendiri. Aku akan serahkan padamu." ucap Noel sambil melihat Rani dengan sangat senang.
Kemudian Noel dan Sierra mendekati Rani lalu menggosokkan kepalanya ke pipi Rani.
"Perubahan suasana macam apa ini?." ucap Sheen.
"Ahaha. Aku juga sama sekali tidak mengerti apa yang sedang terjadi." ucap Khensin.
Keesokan harinya Sheen berpamitan dengan yang lainnya untuk pergi ke desa Santo.
"Berhati-hatilah Sheen!." ucap Khensin.
"Jaga dirimu baik-baik Sheen." ucap Noel.
"Cepatlah kembali Sheen." ucap Sierra.
Saat di dalam perjalanannya di desa Pika, desa sebelum desa Santo. Sheen melihat penduduknya ketakutan untuk keluar rumah.
Beberapa party petualang bertarung dengan sekelompok monster.
"Aku bahkan belum sampai di desa Santo. Tapi disini sudah ada banyak sekali monster. Griffin memang hanya monster tingkat S. Tapi dia adalah monster setengah dewa. Dulu dia sangat ditakuti oleh semua ras termasuk iblis. Sungguh sangat merepotkan." ucap Sheen.
"Hei kau, cepat bantu kami mengurus monster-monster ini!." ucap salah satu petualang yang sedang bertarung.
"Apa kau berbicara denganku?." tanya Sheen.
"Tentu saja kau, kau juga mengambil misi mengalahkan Griffin kan?. Biarkan party terkuat yang mengurus dungeon ini. Akan sangat beresiko jika party lemah yang memasukinya." jawab orang itu.
Beberapa orang menahan monster yang muncul terus dari dungeon itu, sedangkan yang lainnya memasuki dungeon.
"Tunggu!, jangan masuki dungeon itu." ucap Sheen memperingati mereka.
"Hah?. Apa maksudmu. Jika kita tidak memasuki dungeon itu, bagaimana cara menyelesaikannya?. Jika monster terus muncul, kita tidak akan bisa pergi ke desa Santo." ucap salah satu petualang yang sedang bertarung.
__ADS_1
"Itu adalah dungeon yang diciptakan oleh Griffin. Itu bukan sesuatu yang kalian bisa selesaikan." ucap Sheen.
"Griffin?. Yah, aku juga tau kalau dia bisa menciptakan dungeon, dari buku sejarah. Tapi bukankah dungeon yang mereka ciptakan itu normal?. Daripada itu lebih baik kau bantu kami mengurus monster-monster ini terlebih dahulu." ucap orang itu.
"Hah. Percuma saja aku memperingati kalian. Terserahlah, aku lakukan apa yang aku bisa saja." ucap Sheen.
Sheen lalu ikut membantai monster-monster serigala yang muncul dari dungeon itu.
Mereka terus bertarung sampai para serigala yang muncul dari dungeon pun habis. Karena beberapa party petualang memasuki dungeon itu, menyebabkan para monster tidak muncul lagi.
"Hu-huh-huh. Lelahnya, monster muncul terus tidak ada hentinya. Bukankah kalau mereka tidak masuk kita akan karena kelelahan?." ucap salah satu party petualang itu.
"Kau benar, tidak seperti seseorang yang melarang mereka untuk masuk. Jika kita mendengarkannya, kita semua bisa mati." ucap salah satu party petualang yang lainnya.
Sheen tidak menanggapi perkataan mereka. Ia ingin cepat-cepat melanjutkan perjalanannya ke kota Santo.
Tetapi dengan adanya dungeon yang diciptakan oleh Griffin. Ia tidak bisa meninggalkan dungeon itu begitu saja.
Setelah menunggu beberapa jam, dungeon kembali mengeluarkan monster serigala.
"Ti-tidak para monster kembali muncul!. Itu berarti mereka semua yang memasuki dungeon telah mati!." ucap party petualang yang satu dengan panik.
"Tidak!, aku masih cukup kelelahan dari yang sebelumnya. Sekarang mereka malah kembali lagi dengan jumlah seperti sebelumnya!." ucap party petualang yang kedua dengan panik.
"Minggir lah kalian semua!, jangan menghalangi." ucap Sheen sambil menghunuskan pedangnya kearah para monster.
Semua orang minggir karena ingin tahu apa yang ingin dilakukan Sheen dengan menggunakan pedang.
"Tebasan Horizontal Pembasmi Semut."
Dalam sekejap mata, para serigala tingkat C itu tewas semuanya.
"Bukankah ada di buku sejarah, cara menyelesaikan dungeon ciptaan Griffin?. Kalian hanya harus menyebarkan mana yang berkumpul dan menghancurkannya." ucap Sheen.
Lalu Sheen menyebarkan mana yang terkumpul di sekitar dungeon. Setelah itu ia menghunus pedangnya ke arah dungeon itu.
"Tebasan Pembelah Dimensi!."
Dengan satu ayunan pedangnya, dungeon itu langsung lenyap.
Semua petualang yang ada disana terkejut, karena tidak ada cara menyelesaikan dungeon ciptaan Griffin.
Untuk menyelesaikan dungeon alami mereka harus memasukinya dan membunuh bos monster.
__ADS_1
Tetapi untuk menyelesaikan dungeon ciptaan Griffin, hanya ada di buku ciptaan Arcmage. Dimana buku itu telah lama hilang bersama Arcmage itu.
Setelah melenyapkan dungeon itu Sheen tidak menengok kebelakang, dan langsung pergi untuk melanjutkan perjalanannya.