Kisah Raja Para Dewa

Kisah Raja Para Dewa
DUNGEON PENGEPUNGAN


__ADS_3

Sheen berada di sebuah desa yang terlihat akan hancur.


Semua penduduk desanya berlarian dengan sangat ketakutan.


"Tidak!. Ini adalah akhir dari kita!. Semua jalan keluar kota telah diblokir. Kita semua pasti akan mati!." ucap salah satu orang yang berlarian itu sambil berjongkok dan pasrah akan hidupnya.


"Wahai dewa, Tuhan, Yesus, Buddha atau apalah. Tolong lindungi umatmu yang saleh ini. Jangan biarkan para monster itu menyakiti kami." ucap salah satu warga yang berlarian lalu bersujud dan berdoa.


Sheen tidak menghiraukan para warga karena mereka hanyalah Npc yang tidak benar-benar ada.


Sheen melompat-lompat dari atap rumah ke rumah yang lain sampai dia berada di tembok benteng pertahanan.


Ia melihat diluar benteng. Sebuah pasukan orc yang dipimpin oleh orc god, berjumlah sekitar puluhan ribu sedang menuju ke desa itu.


Sedangkan prajurit manusia hanya ada beberapa ratus orang dan yang lainnya hanyalah orang biasa.


"Yaampun, ini adalah dungeon tipe pengepungan. Kesulitannya adalah yang tersulit dari semua dungeon. Terlebih ini adalah dungeon ciptaan Griffin, yang mana akan jauh lebih sulit lagi." ucap Sheen.

__ADS_1


Sheen melompat turun dari benteng dan hendak meninggalkan benteng.


"Hey kau. Kau mau kemana?. Bukankah akan lebih baik jika kau tetap disini?. Bahkan jika kita semua akan mati, dengan berada disini kita akan bisa hidup beberapa menit lebih lama." ucap prajurit yang diatas benteng.


"Abaikan saja aku, aku hanya ingin mengakhiri ini secepatnya." jawab Sheen.


Lalu Sheen melanjutkan perjalanannya.


"Hmmm. Dengan jumlah sebanyak ini, akan membutuhkan waktu untuk membereskannya. Kalau begitu, akan aku gunakan teknik yang aku pelajari saat menjadi dewa pedang." pikir Sheen.


"Quick draw, quick slash."


Dari orc yang tewas terjadi sebuah ledakan besar akibat mana Nuclear itu. Ledakan para orc yang tewas juga menewaskan banyak orc lainnya.


Para orc yang tewas akibat ledakan orc yang lain juga ikut meledak dan menewaskan orc yang lainnya dan begitu seterusnya hingga hanya tersisa satu, yaitu orc god.


"Hahaha, trik ini sangat efektif untuk membunuh banyak musuh yang bergerombol seperti itu. Kupikir akan memakan banyak waktu." ucap Sheen dengan senang.

__ADS_1


Diatas benteng desa.


"Yaampun, Apakah orang itu dewa?. Kekuatannya sangat mengerikan!. Hanya dengan satu ayunan pedangnya dapat membinasakan puluhan ribu musuh." ucap prajurit yang berjaga di benteng.


"Kau benar. Mungkin dia adalah dewa. Dengan adanya dia disisi kita, bukan tidak mungkin kita bisa menang." ucap prajurit yang disampingnya.


"Belum tentu juga, Masih tersisa orc god. Orc god adalah monster tingkat S yang dimana dapat menghancurkan kita hanya dengan satu telapak tangannya saja." jawab prajurit sebelumnya.


"Yah, kau benar. Kalau begitu mari kita lihat dan berdoa untuk kemenangannya." ucap prajurit yang disampingnya.


"Kau benar, kita hanya bisa melihatnya dan tidak bisa membantu apa-apa." ucap prajurit sebelumnya.


Sheen menyiapkan teknik seribu pedang untuk mengalahkan orc god.


"Maafkan aku orc god. Tapi aku akan mengakhiri ini secepatnya." ucap Sheen.


Dari ribuan pedang, semuanya menuju ke arah orc god. Dengan mengerikan, orc god mati seketika.

__ADS_1


Dengan kematian orc god, seharusnya dungeon itu selesai menurut Sheen.


Tetapi sepertinya dungeon itu masih belum lenyap.


__ADS_2