Kisah Raja Para Dewa

Kisah Raja Para Dewa
TSUNAMI


__ADS_3

Melihat Noel pingsan, Sierra langsung terjun dan mengurung raja goblin dengan sihir api yang sangat kuat. Sehingga raja goblin tidak bisa bergerak, lalu Sierra menembus jantung raja goblin dengan tombak tanah. Raja goblin pun tewas dengan mudahnya.


"Pertarungan yang bagus. Meskipun dia hanya memiliki sedikit kemungkinan menang, dia masih sangat berusaha. Yah, itu adalah pengalaman yang bagus untuk perkembangannya. Terlebih dengan banyaknya mana yang dia keluarkan, membuat circle miliknya sangat longgar. Itu akan membuatnya mudah untuk menerobos tingkatan." ucap Sierra.


Sierra kemudian pergi dengan membawa Noel kembali ke tempat Sheen.


Sementara itu Khensin yang terkurung di penjara tanah mulai kehabisan mana.


Goblin mage sudah berniat untuk mengakhiri pertarungan. Ia menggunakan seribu tombak tanah yang mengerumuni Khensin.


Tombak itu kemudian dilepaskan dengan kecepatan yang cepat mengarah ke Khensin.


Sheen langsung melompat ke arah Khensin dan mengalirkan mana di udara dan memperkuatnya. Membuat sebuah aura yang berwarna biru.


seribu tombak itu tidak mampu menembus aura itu dan saat menyentuhnya, semua tombak tanah itu hancur.


Melihat itu goblin mage langsung ketakutan dan melarikan diri.


Tepi Sheen tidak membiarkannya lari dan langsung dengan cepat menuju ke goblin mage itu dan menebasnya menjadi dua.


Dengan kematian goblin mage, penjara tanah yang mengurung Khensin pun lenyap.


Khensin terlihat pingsan karena penggunaan mana yang terlalu berlebihan.


"Dia cukup berpengalaman dalam pertempuran. Hanya saja musuhnya adalah seekor monster yang memiliki kecerdasan. Akan sulit untuk menang jika kekuatannya berada di bawahnya." ucap Sheen.


Tak lama kemudian Sierra muncul dengan membawa Noel.


"Sheen!. Apa yang disini sudah berakhir?." ucap Sierra.


"Yah, baru saja selesai." jawab Sheen.


"Badum."


Sebuah ledakan sihir yang sangat kuat dari arah utara.


"Apa yang sedang terjadi ini?. Kekuatan yang sangat kuat." ucap Sierra.


"Kekuatan ini tidak bisa diremehkan. Sierra, kau bawa mereka kembali ke desa. Aku akan mengecek apa yang sedang terjadi." ucap Sheen.


"Aku juga akan ikut." ucap Sierra.

__ADS_1


"Tidak perlu, kau bawa mereka saja. Aku hanya akan mengeceknya sebentar." jawab Sheen.


"Hmm. Baiklah kalau begitu. Berhati-hatilah." ucap Sierra.


Sheen pergi meninggalkan Sierra dan yang lainnya menuju kearah ledakan sihir itu.


Di desa Rivendell, Trista yang merasakan mana yang kuat dan gempa yang besar langsung keluar dari desa dan menuju ke pusat gempa itu.


"Arahnya dari tempat aku menyegel naga kegelapan. Apakah ini ulah iblis?." ucap Trista.


Beberapa menit sebelum ledakan sihir itu, di laut yang terletak di sebelah utara hutan Rivendell. Gregar sang kapten ke tiga iblis sedang menyelam kedalamnya.


"Oh, itukah kalung artefak yang menyegel naga kegelapan didalamnya?. Sepertinya kalung itu tersembunyi sangat dalam." ucap Gregar.


Gregar mencoba mengambil kalung itu, tapi ia terpental menjauh dari kalung itu.


""Hmm. Apa ini?. Apakah ada segel yang menyegel kalung ini. Terserahlah, aku hanya perlu menghancurkan segelnya." ucap Gregar.


Gregar menggunakan sihir yang sangat kuat untuk menghancurkan segel itu. Menyebabkan sebuah gempa yang sangat kuat, dan air pun melonjak naik menghasilkan tsunami.


"Hahaha. Akhirnya aku mendapatkan kalung ini. Kalung yang menyegel naga kegelapan didalamnya. Semua ini untuk rencana sang dewa." ucap Gregar.


Gregar lalu pergi meninggalkan tempat itu dengan membawa kalungnya.


Sheen yang berlari secepat mungkin ke arah pusat ledakan, dikejutkan oleh sebuah tsunami yang sangat besar.


"Sial, tsunami ini sangat tinggi!. Jika dibiarkan ini akan menghancurkan pemukiman warga. Tapi bagaimana caranya untuk menghentikan tsunami yang setinggi ini?. Aku hanya dewa pedang." pikir Sheen.


Trista yang sedang terbang dengan cepat melihat Sheen, dan dia menghampirinya.


"Hey nak. Kebetulan sekali kau disini. Apa kau bisa membantuku menghentikan tsunami itu. Hanya dengan aku sendiri, ini akan mustahil karena kekuatan tsunami ini juga sangat kuat." ucap Trista.


"Baiklah, tapi bagaimana caranya aku membantu?." jawab Sheen.


"Aku akan menggunakan sihir penghalang angin tingkat delapan. Tapi untuk menggunakannya akan memakan banyak mana. Maka dari itu, bantu aku dengan mengalirkan mana milikmu kepadaku." ucap Trista.


"Dimengerti." jawab Sheen.


Sheen mulai mengalirkan mana miliknya kepada Trista. Trista mulai menggunakan sihir penghalang anginnya.


Sebuah angin yang sangat padat menghalau laju tsunami itu. Tsunami itu pun berhenti dan setelah beberapa menit akhirnya kembali ke laut.

__ADS_1


"hah. Itu sangat berbahaya. Jika tidak ditangani tepat waktu, itu akan membahayakan tempat sekitar." ucap Trista yang sedang mengelap keringatnya.


"Hanya saja, apa yang sedang terjadi?. Ledakan yang sangat besar muncul, mungkinkah ada pertarungan atau sesuatu yang terjadi di sini?." ucap Sheen.


"Kau benar. Dari pada hanya berfikir, sebaiknya kita lihat ke tempatnya langsung." ucap Trista.


Mereka langsung menuju lokasi tempat terjadinya ledakan itu.


Sesampainya di sana mereka tidak menemukan apapun.


"Tidak ada apa-apa disini. Mungkin orang yang menyebabkan semua ini sudah pergi." ucap Sheen.


"Sial ini adalah tempat kami menyegel kalung itu!. Mungkin orang itu berusaha mengambil kalung itu dan menghancurkan segelnya!." ucap Trista dengan khawatir.


"Apa maksudmu?." tanya Sheen.


"Tiga tahun lalu, kami lima penyihir terkuat Eleanor menyegel naga kegelapan kedalam artifak kalung penyegelan. Dan kami menyegel kalung itu di bawah laut ini, dimana pusat gempa terjadi." jawab Trista.


"Kalau begitu tunggu apalagi. Ayo kita cek kebawah." ucap Sheen.


Mereka langsung pergi menuju ke bawah laut.


Saat berada di bawah laut, mereka melihat bahwa segel itu memang sudah hancur.


"Sial!. Orang itu benar-benar mengambil kalungnya. Terlebih lagi kekuatan naga Itu sangat kuat, yang bahkan kami berlima kesulitan melawannya. Menyegelnya pun pasti tidak akan mudah karena kami sudah pernah melakukannya." ucap Trista dengan sangat kebingungan.


"Kau tidak perlu memikirkan itu. Jika orang itu tidak melepaskannya sekarang, itu berarti dia berencana melepaskannya di lain waktu. Kita hanya perlu memikirkan solusinya perlahan. Jika kau memikirkan semuanya sekarang juga, itu tidak akan efektif." ucap Sheen yang sedang menenangkan Trista.


"Kau benar, aku tidak sendirian. Jika aku memikirkan semuanya sendirian, itu tidaklah benar. Ya sudahlah, mari kita kembali." ucap Trista.


"Aku akan ke desa Ronal. Apa kau mau ikut?." tanya Sheen.


"Tidak, aku akan kembali ke Rivendell dan setelah itu aku akan mendiskusikan masalah ini dengan kelima penyihir terkuat Eleanor." jawab Trista.


"Baiklah kalau begitu, sampai jumpa." ucap Sheen.


Kemudian Sheen pergi menuju ke desa Ronal. Sedangkan Trista kembali ke Rivendell.


Beberapa menit kemudian di laut sebelah utara Rivendell. Tempat naga kegelapan disegel.


Raja naga datang kesana. Ia merasakan mana naga yang familiar tiba-tiba keluar dan lalu menghilang.

__ADS_1


"Aku tadi merasakan mana yang familiar di dekat sini. Apakah terkurung di kota naga membuat instingku tumpul?. Sepertinya itu hanya halusinasi saja." ucap raja naga.


Raja naga kemudian pergi lagi dari tempat itu.


__ADS_2