
Xiang Zhou kembali terduduk diam meratapi semua yang ia alami saat berada di dunia monster, setiap saat ia tidak boleh melepaskan kewaspadaan tidurpun hanya 30 detik setiap ada waktu hingga membuatnya hampir hilang akal. Ia beruntung disaat-saat terakhir ia melihat portal keluar, andai ia tetap disana sudah dapat dipastikan ia akan menjadi gila.
"Maaf Xiang Zhou, aku tanpa sadar...." Hei Lang tidak berani melanjutkan kata-katanya ketika melihat Xiang Zhou menatapnya dengan tajam.
Xiang Zhou yang sedang buruk hati pergi meninggalkan rumah tersebut, ia berjalan melalui atap sambil menghafal jalan yang dia lalui. Dari kejauhan ia melihat gadis yang merawat ia dan Hei Lang sedang mencuci pakaian di hilir sungai.
Xiang Zhou menghampiri gadis tersebut ia duduk didahan pohon yang berada tidak jauh dari gadis itu. "Maaf bolehkah aku disini?" Xiang Zhou mulai membuka pembicaraan bersama dengan mengunyah sebuah apel yang ia bawa dari kamarnya sebelum pergi.
"Si...Siapa di sana?" Gadis itu terkejut bukan main. Ia menyisir sekitar mencari orang yang berbicara barusan.
"Maaf aku mengejutkanmu, aku Xiang Zhou, aku adalah orang yang bersama Hei Lang.
__ADS_1
"Oh, Tuan Xiang. Maaf atas perilakku yang tidak sopan barusan." Gadis tersebut menunduk menunjukkan hormat.
"Kau tidak perlu menunjukkan hormat, aku bukan orang yang terhormat." Xiang Zhou merasa ia tidak pantas mendapatkan sebuah hormat dari orang lain terlebih lagi ia memang bukan orang yang pantas mendapat hormat.
"Emm, kalau boleh tahu kenapa Tuan Xiang berada disini?"
"Sudah aku bilang jangan panggil aku Tuan, aku tidak pantas mendapatkan hormat itu lagi...." Tegas Xiang Zhou. "Aku disini hanya ingin mencari udara segar tenang saja aku tidak akan tersesat tadi aku sempat menghafalkan daerah sini."
"Kalau Tuan... Eh... A...." Gadis itu gugup tidak kesulitan memanggil Xiang Zhou.
"Kalau begitu Zhou Gege." Terlihat Senyum manis diwajahnya.
__ADS_1
"Zhou Gege? Apa tidak bisa yang..." Xiang Zhou tidak jadi melanjutkan kata-katanya sebab terlihat senyum gadis tersebut mulai memudar. "Baiklah kau boleh memanggilku Zhou Gege, tapi aku belum tahu namamu?"
"Perkenalkan aku adalah salah satu keturunan keluarga Ye namaku Ye Yue salam hormat kepada keluarga utama Xiang." Ye Yue mendekat dan menundukkan kepala memberi hormat kepada Xiang Zhou.
Xiang Zhou ingat keluarga Ye adalah salah satu pengikut keluarga Xiang yang paling setia, mereka adalah keluarga yang tetap keras kepala ingin melindungi keluarga Xiang disaat hancurnya keluarga Xiang. Pada akhirnya keluarga terpaksa pergi setelah diusir demi keselamatan mereka.
"Kau sudah tidak perlu memberi hormat kepadaku, keluargaku sudah musnah jadi aku sudah bukan tuan dari keluargamu lagi."
"Maaf kami keluarga Ye bersumpah akan selalu setia kepada keluarga Xiang yang selamat dari kejadian tersebut siapapun itu yang selamat walau dengan keadaan apapun."
Xiang Zhou yang mengetahui itu meneteskan air mata, ia tidak menduga bahwa setelah keluarganya hancur masih ada keluarga pengikut yang masih setia kepada keluarganya.
__ADS_1
Rasa haru Xiang Zhou tidak berlalu lama karena secara tiba-tiba gadis yang berada di hadapannya tergeletak tak bernyawa. Dengan cepat suasana hati Xiang Zhou berubah drastis, tatapannya seperti ingin melahap mangsa.
"Hahahaha, dunia ini memang kejam! Baru saja ia memberi secarik cahaya tapi ia sudah merenggutnya kembali! Apa kesalahanku hingga membuat hidupku tidak pernah tenang?! Aku hanya ingin hidup seperti manusia biasa tapi kenapa dunia selalu menghalangiku?!" Xiang Zhou menghampiri Ye Yue dan memeluknya dalam dekapannya. Air mata terus mengalir dari matanya dan membasahi wajah Ye Yue yang sudah tidak menghembuskan nafas.