
Xiang Zhou terlihat senyum kecil menghiasi wajahnya, "Hmm, siapa ya tadi yang memanggil Xiang Zhou sialan?!" Xiang Zhou menggenggam erat tangan kanannya, yang tadinya terlihat senyum telah berubah penuh amarah.
"Bu... Bukan begitu Xiang Zhou." Hei Lang terlihat panik berusaha menghentikan Xiang Zhou.
Seketika pukulan melesat kearah Hei Lang, ketika pukulan itu berjarak beberapa inchi Hei Lang menghilang dari hadapan Xiang Zhou. Hei Lang telah kembali masuk ke tangan kanan Xiang Zhou.
"Serigala tua sialan akan kubunuh kau, keluar sekarang." Muka Xiang Zhou menjadi merah padam sebab perilaku Hei Lang.
"Bunuh saja kalau bisa." Hei Lang berbisik dalam pikiran Xiang Zhou hingga membuat Xiang Zhou semakin naik darah.
"Baik akan aku lakukan!" Xiang Zhou yang sudah terpancing emosi menanggapinya.
__ADS_1
Xiang Zhou mengambil sebuah Belati yang terbuat dari sebuah gigi monster buas.
"Xiang Zhou, apa yang kau lakukan dengan belati itu?" Hei Lang mulai panik.
"Hampir seperti katamu tapi ini hanya memutus lenganku." Xiang Zhou menjawabnya dengan datar.
Xiang Zhou melemparkan belati tersebut ke udara, dengan cepat belati itu melambung ke udara.
Ketika Belati tersebut sudah mencapai puncak tertinggi belati itu berbalik arah melesat kebawah, saat jarak belati tersebut hanya 5 centimeter dari lengan Xiang Zhou, Hei Lang keluar dan menangkis belati tersebut dengan cepat. Bersamaan dengan itu Xiang Zhou mengirimkan sebuah pukulan yang sangat keras, Hei Lang terlempar keluar jendela hingga terbentur oleh sebuah pohon yang cukup besar. Terlihat pohon itu terdapat sebuah benturan yang membuat pohon seperti terkena pukulan seorang pemburu Level D.
"Maaf, tapi itu tadi sudah aku minimalisir daya hantamannya." Xiang Zhou tersenyum canggung.
__ADS_1
"Sudah minimalisir? itu tadi sudah seperti pukulan penuh pemburu Level D biasa." Hei Lang berdiri dan berusaha tetap tenang karena mendengar kata-kata Xiang Zhou Yang sudah meminimalisir kekuatannya.
"Hmm, kalau tidak percaya bisa kita buktikan seberapa besar kemampuan penuhku." Xiang Zhou mengambil langkah kuda-kuda. Bersamaan dengan itu ia mengeluarkan sebuah aura yang tidak asing bagi Hei Lang.
"Aura kematian?" Hei Lang tersedak ludahnya sendiri ketika melihat aura yang dikeluarkan Xiang Zhou. "Bagaimana bisa dia sudah memiliki aura kematian diumur semuda ini. Setahuku ia harus berlatih cukup keras untuk mendapatkan aura kematian ini atau... Ia harus menghadapi hidup dan mati hingga tak terhitung jumlahnya. Apa jangan-jangan dia saat di dunia monster..."
"Bagaimana? Apa kau masih ingin mencoba kekuatan penuhku?" Xiang Zhou tersenyum bersiap menerkam lawannya hingga membuat Hei Lang terguncang.
Hei Lang menghembuskan nafas panjang sebelum mulai berbicara. "Sepertinya aku akan mencobanya lain kali terlebih lagi kita sekarang menjadi pusat perhatian orang-orang disekitar." Hei Lang tersenyum berharap lolos dari masalah ini.
Xiang Zhou melakukan beberapa gerakan sebelum kembali ke posisi semula. "Baiklah kalau kau memang takut dengan pukulanku, setidaknya jangan memberi alasan yang tidak penting untuk itu."
__ADS_1
Muka Hei Lang menjadi Merah padam menahan rasa malu. "Ayo kita kembali kedalam."
Xiang Zhou dan Hei Lang bersama kembali masuk ke rumah yang dihadapannya. Ketika memasuki rumah itu di balik pintu terdapat seorang gadis yang menyambut mereka, Xiang Zhou mematung melihat gadis tersebut. Gadis tersebut terlihat seperti Dewi yang turun dara kayangan dimata Xiang Zhou. Gadis tersebut memang terlihat cantik dengan mata biru muda beserta rambut hitamnya yang sepinggang.