Kisah Taring Serigala Hitam

Kisah Taring Serigala Hitam
Ch. 11 - Kehilangan


__ADS_3

Xiang Zhou meletakkan jasad Ye Yue dengan perlahan diatasnya bongkahan batu besar. "Saudara Yue, aku akan membalaskan kematianmu." Setelah berkata dia berdiri dengan tegap, beberapa air mata masih membasahi wajahnya.


Secara tiba-tiba aura yang sangat mencekam keluar dari tubuh Xiang Zhou, berbeda dengan dirinya tadi sekarang ia terlihat sangat dingin dan pembawaannya kejam, ia terlihat berkebalikan dengan sikap normalnya. Semua hal itu membuat semua orang yang dalam jarak pandangnya berlutut karena ketakutan, bagi orang yang bukan pemburu sebagian besar langsung tak sadarkan diri.


"Kelluuaaarrr!" Teriakan Xiang Zhou terdengar sampai beberapa mil jauhnya, siapapun yang mendengarnya pasti langsung jatuh dalam ketakutan.


Terlihat beberapa sosok lari terbirit-birit dari tempat tersebut seperti akan dimangsa oleh puncak roda kehidupan.


"Siapa bilang boleh kabur!" Bersamaan teriakan Xiang Zhou beberapa orang berteriak kesakitan.


Dari berbagai arah keluar beberapa orang dengan pakaian serba hitam dengan mata yang dipenuhi ketakutan, terlihat jelas dari mata mereka keputusan asa an yang sangat besar.

__ADS_1


"Serang aku! Bagi yang bisa mendaratkan serangan mungkin ia akan aku biarkan hidup!" Xiang Zhou menatap tajam beberapa orang tersebut.


Beberapa orang menyerang Xiang Zhou sisanya tetap berdiri ditempat karena ketakutan, seketika orang-orang yang berusaha menyerang Xiang Zhou terjatuh tak bernyawa.


"Kalian kubur mereka yang terbunuh biar tidak mengakibatkan penyakit setelah itu tinggalkan kita ini dan jangan pernah menunjukkan batang hidung kalian lagi dihadapan ku!" Xiang Zhou pergi mengambil jasad Ye Yue dan membawanya kembali menuju kediaman Ye Yue.


Disana ia melihat banyak jasad orang berpakaian hitam seperti yang menyerangnya tadi berguguran di kediaman Ye Yue, setelah memasuki kediaman lebih dalam ia menemukan pria yang familiar baginya tidak yang lain adalah Hei Lang terbaring dengan keadaan sekarat.


"Tuan muda Zhou, pergilah dari sini. Mulai sekarang aku tidak bisa membantu Anda lagi." Tangan dingin Hei Lang menyentuh pipinya Xiang Zhou, air matanya mengalir di pipinya.


"Apa maksudmu? Kau hanya jiwa, kau tidak bisa mati."

__ADS_1


"Maaf aku berbohong, aku masihlah manusia biasa." Terlihat rasa ketakutan dimata Hei Lang.


"Tidak, kita baru saja bertemu kembali. Jangan katakan itu, kau pasti selamat." Tangan Xiang Zhou bergetar hebat.


"Maaf ini pasti berat untukmu." Hei Lang menatap gadis yang digendong Xiang Zhou yang tidak lain adalah Ye Yue lalu kembali lagi ke Xiang Zhou. "Bawalah ini, semoga ini bisa membantumu kedepannya." Hei Lang menyerahkan sebuah kristal berwarna Hitam kepada Xiang Zhou.


Ketika kristal tersebut bersentuhan dengan tangan kanan Xiang Zhou itu berubah menjadi butiran kecil yang meresap ke tangan kanannya, bersamaan dengan itu rasa sakit yang sangat kuat menyerang Xiang Zhou. Penglihatan Xiang Zhou buram dan kepalanya sangat pusing, rasa kantuk menyelimutinya.


"Sebenarnya apa ini Tuan Hei Lang?" Xiang Zhou tetap berusaha mempertahankan kesadarannya.


"Tuan muda selamat tinggal, maaf atas semua yang anda alami selama ini. Kuharap Tuan muda bisa mengubah nasib tuan muda dan menjadi orang yang terhebat di daratan ini." Diwajahnya Hei Lang terukir senyum bahagia, bersamaan berakhirnya kata-kata Hei Lang Xiang Zhou jatuh tak sadarkan diri.

__ADS_1


__ADS_2