
Xiang Zhou keluar dari penginapan menemui orang yang memanggilnya, Xiang Zhou menatap sosok yang memanggilnya dengan tatapan tajam.
"Oh, ternyata kalian sudah menemukanku. Kalian lebih cepat dari perkiraan ku. Jadi apa mau mu?" Xiang Zhou bersikap sombong walau sudah dikepung oleh kelompok.
""Kau masih bisa sombong dihadapan ku bocah bau, sepertinya kau tidak tahu kapan waktunya untuk menyerah. Aku bersumpah atas namaku Chen Zhai kau tidak akan hidup lebih lama dari hari ini!" Chen Zhai menghunuskan pedang kesayangannya sekaligus yang pernah menusuk Xiang Zhou kearah musuhnya.
Darah Xiang Zhou bergetir melihat pedang yang pernah menembus tubuhnya sekali lagi dihunuskan ke arahnya. Ia mengepalkan tangannya sangat kuat menahan emosi.
"Xiang Zhou, tenang kau harus ingat kita tidak akan bisa bertahan kalau sampai terjadi pertempuran!" Lang berbicara didalam pikiran Xiang Zhou untuk mengingatkan terhadap keadaan yang tidak mendukung.
"Baik tapi apa yang harus aku lakukan?"
"Aku akan mencari celah jadi kau ulur waktu untukku."
"Tuan muda Cheng apa ini tidak berlebihan hanya untuk membunuhku kau mengepungku dengan ratusan pemburu dan setidaknya 50 pemanah yang sedang bersembunyi." Xiang Zhou bersikap sombong dengan memberitahu bahwa ia sudah mengetahui semua orang yang dibawa oleh Chen Zhai.
"Bagaimana bisa bocah ini mengetahuinya? andai dia tidak mengungkapkannya pasti ia memiliki keuntungan yang sangat besar. Apa mungkin ia masih memiliki kekuatan yang luar biasa?!" Batin Chen Zhai
Chen Zhai berpikir cukup lama sampai akhirnya ia telah membuat sebuah keputusan.
__ADS_1
"Bocah bau, hari ini kau kubiarkan selamat tapi lain kali kau tidak akan aku lepaskan." Kelompok Chen Zhai pergi bersama bubarnya para penduduk yang menonton.
Xiang Zhou kembali ke kamarnya, sesampainya di kamar ia terbaring tanpa tenaga. Ia sangat gugup sampai semua sisa tenaganya habis.
"Huft, aku tidak berpikir hari ini bisa selamat tanpa terjadi pertarungan."
"Kau hebat sekali bocah, seharusnya kau menjadi sarjana saja daripada menjadi seorang pemburu." Hei Lang keluar dari tangan kanan Xiang Zhou.
"Maaf aku tidak ada biaya untuk menuntut ilmu. Katamu tadi kau akan mencari cara tapi kemana saja kau."
"Aku gagal mencari cara aman untuk lolos jadi diam saja daripada membuatmu lebih gelisah aku diam saja."
"Hmm kalau kau tidak ada urusan dengan ku lagi silakan pergi."
"Hei Lang dimana kau, Tuan kenapa kau ada disini."
"Tutup mulutmu bocah sialan." Xiang Zhou dipukuli sampai babak belur olehnya.
"Tuan kenapa kau memukuliku dan apa kau melihat serigala sialan yang disini tadi?"
__ADS_1
"Bocah kau masih bisa menghinaku walau sudah babak belur seperti ini kamu itu memang sudah diluar nalar manusia."
"Bo...Bo...Bocah? Jadi ini kamu Serigala tua? Kenapa kau bisa menjadi manusia?"
"Dunia itu sangat luas, kau tidak akan pernah tahu luasnya dunia ini."
"Jadi dari awal kau sudah bisa menjadi manusia tapi kenapa kau selalu menjadi serigala."
"Kau itu bodoh sekali!"
"Kenapa kau malah menghinaku serigala tua?"
"Karena kau memang bodoh, coba pikirkan untuk bisa berubah seperti ini pastinya membutuhkan ilmu tingkat tinggi jadi pastinya juga membutuhkan energy yang sangat besar."
"Ohh jadi begitu" Xiang Zhou terlihat seperti bocah bodoh didepan Hei Lang.
"Oh iya bocah, kau ingatkan tadi kalau Zhai bodoh itu mundur pastinya kau sudah mati jadi kau memerlukan sebuah latihan khusus untuk meningkatkan kemampuanmu."
"Latihan khusus?" wajah Xiang Zhou terlihat keheranan
__ADS_1
"Lebih jelasnya aku jelaskan besok pagi sebaiknya kau segera makan dan istirahatlah."
"Iya-iya aku akan menurut kepada Tuang Lang." Hei Lang kembali ke tangan kanannya Xiang Zhou.