Kisah Taring Serigala Hitam

Kisah Taring Serigala Hitam
Ch. 14 - Kelompok Baru


__ADS_3

Beberapa jam telah berlalu semenjak Xiang Zhou dan kelompoknya memasuki dungeon, keringat dingin terus mengalir dari semua orang selain Xiang Zhou.


Xiang Zhou terlihat sangat familiar dengan semua monster yang menghadang, ia terlihat seperti sudah hidup bertahun-tahun lamanya diantara para monster, semua itu memang tidak sepenuhnya salah, sebab ia selama satu tahun berada di dunia para monster.


Xiang Zhou dengan mudah menghindar dan menyerang balik semua monster dihadapannya bagaikan bisa melihat masa depan, semua orang yang mengalami luka ringan mulai. berdiri berdampingan dengan Xiang Zhou.


Hanya membutuhkan waktu relatif singkat untuk menghabisi semua monster yang mengepung mereka, setelah menghabisi semua monster diarea mereka, mereka memutuskan untuk beristirahat sebelum masuk lebih dalam.


Berbeda dengan Xiang Zhou, ia mulai menelusuri dungeon lebih dalam untuk persiapan seperti apa musuh yang akan mereka hadapi serta mengurangi jumlah musuh untuk menghemat tenaga kelompoknya.


Setelah merasa cukup lama ia menghabiskan waktunya untuk mengintai ia segera kembali ke kelompoknya secepat mungkin, disana mereka semua sudah bersiap akan mulai melanjutkan memasuki dungeon lebih dalam lagi.


"Saudara Xiang, ayo bersiaplah! Kita akan segera berangkat!" Seorang gadis cantik berlari menghampirinya untuk mengingatnya.

__ADS_1


Xiang Zhou hanya memberikan senyuman tipis menangapi itu, tanpa berpikir panjang Xiang Zhou langsung bergabung dengan kelompoknya.


Waktu berjalan cepat, semua monster dungeon ditahlukkan dengan mudah dengan kondisi mereka yang sudah dikurang oleh Xiang Zhou sebelumnya, tanpa terasa mereka sudah berada di depan pintu yang sangat besar dan merupakan area terakhir yang berada didungeon tersebut.


Tanpa berpikir panjang kelompok Xiang Zhou memasuki bagian terakhir dari dungeon ini.


Setelah menghadapi monster pada bagian terakhir cukup lama banyak orang yang berguguran dan semua itu tak dapat dihindari lagi, semua orang yang masih bertahan nafasnya sudah tidak beraturan.


Ia sudah tidak bisa bertahan lebih lama kalau ia tidak segera bertindak secepat mungkin, mata tajamnya melihat sekeliling mencari celah untuk bisa memenangkan pertarungan.


Macan putih yang merupakan Monster Lima puluh tahun ia memiliki kecerdasan yang cukup tinggi sehingga ia menyadari yang dilakukan oleh Xiang Zhou, ia segera melompat menyerangnya berniat menerkam Xiang Zhou hidup-hidup.


'Apa yang harus aku lakukan? Kalau begini terus kita semua akan mati!' Xiang Zhou menghadapi semua serangan Monster Macan Putih dengan konsentrasi yang terpecah.

__ADS_1


Semakin lama pertarungan maka semakin terpojoknya Xiang Zhou hingga akhirnya pedang yang menemaninya sejak masuk dungeon hancur menjadi serpihan-serpihan kecil, Xiang Zhou terduduk putus asa.


Sebuah cakaran menghampirinya ia memejamkan menunggu cakaran itu menerpanya tapi cakaran itu tak kunjung datang, ia membuka mata dan melihat semua yang ada disekelilingnya berhenti bahkan butiran salju yang menghiasi pertempuran juga ikut berhenti. Dengan mata kepalanya sendiri ia melihat aliran waktu berhenti bergerak.


Ia melihat tangan kirinya berubah menjadi asap hitam lalu berpindah ke tangan kanan berubah menjadi sebilah pedang panjang yang sangat tajam, siapapun yang melihatnya pasti tahu bahwa pedang tersebut sangat tajam.


Seketika waktu kembali berjalan seperti semua, Xiang Zhou menangkis semua cakaran Monster Macan Putih dengan mudah.


Walau ia sudah terluka cukup parah ia tetap dapat mendominasi dalam pertarungan, hanya dalam pertukaran puluhan serangan Monster Macan Putih tergeletak tak bernyawa.


Senyum puas terukir diwajahnya, "SEMUANYA KITA MENAANNGGG!!!" Xiang Zhou mengangkat tangan membakar semangat orang-orang.


Semua orang ikut bersemangat atas kemenangan tersebut, perlahan-lahan kepalan tangan itu jatuh bersama Xiang Zhou yang tak sadarkan diri dengan keadaan berdiri.

__ADS_1


__ADS_2