Kisah Taring Serigala Hitam

Kisah Taring Serigala Hitam
Ch. 17 - Introgasi


__ADS_3

Perlahan-lahan Xiang Zhou membuka matanya, sekarang ia berada dalam sebuah ruangan berbentuk kubah yang terbuat dari besi, berbeda dengan biasanya yang terbangun disebuah rumah yang hangat sekarang ia terkurung tanpa bisa melihat matahari.


Beberapa orang mulai memasuki ruangan dengan persenjataan lengkap, mereka berseragam kekaisaran Zhou, setelah memasuki ruangan mereka membuka jalan.


Seseorang dengan pangkat paling penting didaratan ini memasuki ruangan, semua prajurit tersebut tunduk dihadapan sosok itu.


"Xiang Zhou dari keluarga Xiang memberi hormat kepada Kaisar." Xiang Zhou memberi hormat.


"Xiang Zhou, sudah cukup lama kita tidak bertemu, tapi setelah sekian lama kita tidak bertemu kita bertemu dengan kondisi yang tidak mengenakkan, kau sudah tahukan maksud keberadaanmu disini."


"Benar, saya tahu Kaisar."


Kaisar itu memberi tanda untuk meninggalkannya berdua dengan Xiang Zhou, tanpa berucap sepatah katapun semua prajurit sudah meninggalkan Kaisar.


Kaisar itu tersenyum lebar, "Xiang Zhou, sekarang hanya ada kita jadi jangan bersikap terlalu formal."


"Baiklah paman Zhou Wei."

__ADS_1


"Aku hanya bertanya sekali jadi jangan membuatku mengulanginya lagi..." Zhou Wei menatap Xiang Zhou yang menjawab dengan anggukan kecil.


"Bukankah kau sudah tahu metode itu kau melanggar peraturan tapi kenapa kau tetap melakukannya?! Kau meminjam kekuatan disekitar dengan pengorbanan yang sangat besar! Lihat dirimu, rambut hitam segelap malammu menjadi seputih salju! Apa kau tahu akibat dari semua ini?!"


Xiang Zhou sudah tidak dapat menahan Air matanya yang mulai mengalir tanpa henti, "Paman, apa yang bisa aku lakukan selain itu?! Apa aku harus meninggalkan orang disekitarku seperti masa lalu lagi?! Walau taruhannya nyawa aku akan tetap memberikannya!!" Xiang Zhou terduduk tanpa tenaga, sebuah tamparan menghantam wajahnya.


"Apa kau bodoh?! Kau melindungi mereka yang menusuk mu dari belakang, Bodoh! Aku ini pamanmu, Kenapa kau memilih hidup diluar yang sangat kejam ini dari pada denganku?! Kau bisa hidup tanpa beban kalau bersamaku, ayo kembalilah." Zhou Wei memeluk keponakannya dengan erat seperti takut ia akan hilang ketika ia lepas pelukannya.


"Tidak, aku tidak bisa."


"Kenapa? Apa kau masih dendam kepada pemerintah? Aku sudah membersihkan semua orang yang terlibat dengan pemusnahan keluarga kita."


Zhou Wei melepas pelukannya, "Kalau itu keputusanmu baiklah. Tunggulah selama lima hari lagi setelah itu kau akan dibebaskan dari Daratan Zhou." Zhou Wei pergi meninggalkan Xiang Zhou sendirian diruangan tersebut.


Xiang Zhou mematung mendengar kata-kata terakhir yang diucapkan oleh pamannya.


"Pembebasan...Dari...Daratan...Zhou?!"

__ADS_1


Nb: Hai kawan kawan semua yang sudah mendukung saya, kali ini saya minta maaf atas keterlambatan saya dalam perilisan chapter yang tidak teratur. Karena saya beberapa hari ini saya memiliki banyak banyak urusan jadi saya baru bisa meluangkan waktu sekarang, mungkin kalau sempat hari ini saya akan merilis 4 chapeter.


Sedikit bocoran, mulai dari beberapa chapeter setelah ini bar awal dari perjalanan ini.


Allance: Chain, kamu tidur-tiduran melulu kapan masuk sekolah lagi?


Chain: Entahlah males, katanya sekitar akhir bulan masuk lagi.


Allance: Lah, kok bentar lagi. Terus ini Novelnya gimana?


Chain: Waktu masih panjang, itu nanti tinggal rencanain nanti saja, sekarang puasin aja masa libur.


Allance: Chain mah enak hanya tinggal tiduran mulu kayak sapi, lha saya...


Chain: Jangan terlalu dibikin berat, Novel bisa diurus nanti, kalu balik sekolah ya balik saja. sekarang pergi sana kamu ada urusankan.


Allance: Tunggu dulu, kamu ada ucapan untuk pembaca tidak.

__ADS_1


Chain:Ada, kita ucapin bersama ya.


AllanceChain: Terima Kasih pembaca, salam dari kami, Stay At Home**


__ADS_2