Kisah Taring Serigala Hitam

Kisah Taring Serigala Hitam
Ch. 19 - Tempat Asing


__ADS_3

Perjalanan dimasa lalu sudah berlalu, sekarang sudah waktunya untuk melangkah ke masa yang akan datang.


Perlahan-lahan Xiang Zhou membuka matanya membuka matanya, sekarang ia berada ditengah-tengah hutan yang sangat lebat, semua tanaman ini sangat menakjubkan hingga membuat siapapun yang memandangnya akan terbius oleh kecantikannya.


Xiang Zhou berusaha berdiri tapi gagal sebab seluruh tenaganya habis tak tersisa jadi ia memutuskan untuk duduk bersila, ia melihat sekeliling semuanya penuh oleh pepohonan dan juga perahu yang dinaikinya hancur berkeping-keping.


Kejadian ini terlihat sangat aneh, sebab tidak ada jejak dari mana ia berasal, seperti ia jatuh dari langit. Ia memutuskan memejamkan mata untuk mengisi lagi tenaga terlebih dahulu daripada terus-menerus memikirkan hal tersebut.


Setelah beberapa menit ia memejamkan mata terdengar langkah kaki seseorang, dari mulanya hanya satu orang kini pun bertambah menjadi dua orang hingga akhirnya pun menjadi tiga orang.


Ketika orang-orang itu hanya tinggal beberapa langkah, Xiang Zhou beranjak dari tempatnya melompat mundur beberapa langkah bersamaan dengan itu Xiang Zhou mengeluarkan dua ekor serigala hitam dari jubahnya.


Seketika ketiga orang yang mendekatinya menjadi waspada terhadapnya, mereka mengacungkan senjata mereka bersiap menyerang.

__ADS_1


"Siapa kalian?! Dimana tempat ini?!" Xiang Zhou penuh akan pertanyaan yang sedang terngiang-ngiang di kepalanya.


Tanpa menjawab ketiga orang itu melesat melewati dua serigala hitam yang dikeluarkan oleh Xiang Zhou, ketiga ketiga orang itu sudah melalui serigala Xiang Zhou, kedua serigala tersebut terbaring tak bernyawa.


Belum sempat Xiang Zhou merubah tangan kirinya menjadi senjata dua bilah pedang sudah menyilang dileher Xiang Zhou yang jatuh terlentang, dua bilah pedang itu adalah senjata yang dibawa oleh seorang laki-laki seumuran dengan Xiang Zhou.


Dua perempuan yang merupakan bagian dari kelompok itu menarik sang laki-laki untuk berbicara tidak jauh dari tempat Xiang Zhou, sebelum mereka pergi mereka memasang beberapa belati yang menyilang di kedua tangan dan kedua kakinya Xiang Zhou.


"Apa-apaan ini?! Mereka bukan kanibalisme kan?! Aku masih perjaka, aku tidak mau mati disini!" Berbagai pertanyaan dan argumen mulai memenuhi kepala Xiang Zhou lagi.


"Siapa kau?! Kenapa memasuki wilayah Sekte Sinar Tanpa Waktu?!" Laki-laki tersebut menghujani Xiang Zhou dengan berbagai pertanyaan.


"Sekte Sinar Tanpa Waktu?!" Gumam Xiang Zhou pelan, "Maaf, Apakah ini Daratan Zhou?" Xiang Zhou bertanya dengan nada pelan takut menyinggung laki-laki tersebut.

__ADS_1


"Daratan Zhou?" Salah seorang perempuan mengerutkan keningnya, "Apa yang kau maksud yang dipimpin oleh Zhou Wei?"


"Iya, benar." Jawab Xiang Zhou penuh semangat.


Mereka bertiga mulai tertawa hingga air mata mulai menetes karena tidak kuasa menahan tawa, "Kau bodoh ya?! Negara kecil itu kau sebut Daratan?!"


"Negara kecil?!" Sekarang giliran Xiang Zhou yang mengerutkan keningnya.


"Apa kau dari sana?" Laki-laki itu kembali bertanya sambil mengusap sisa air matanya.


"Bukan, aku bukan berasal dari negara Zhou tapi Daratan Zhou!" Jawab Xiang Zhou tegas karena merasa tempat lahirnya dihina.


Laki-laki itu melepaskan semua belati yang menahan tubuh Xiang Zhou, "Iya-iya, kalian menyebutnya Daratan Zhou tapi bagi kami yang bisakalian panggil penduduk luar itu hanyalah Negara kecil. Aku yakin kau masih memiliki berbagai pertanyaan jadi diam dan dengarkanlah."

__ADS_1


Akhirnya Xiang Zhou memutuskan diam mendengar semua penjelasan dari laki-laki tersebut.


__ADS_2