Kisah Taring Serigala Hitam

Kisah Taring Serigala Hitam
Ch. 15 - Manusia Juga Butuh Istirahat


__ADS_3

Cahaya matahari yang perkasa menyirami seluruh daratan Zhou, disalah satu tempat terlihat seorang pria sedang terbaring tak sadarkan diri, ia ditemani oleh seorang gadis cantik yang ikut tertidur dalam keadaan duduk disampingnya.


Sedikit demi sedikit mata pria itu terbuka, awalnya yang tertutup rapat terbuka setengah hingga akhirnya matanya terbuka secara utuh.


Ia yang melihat gadis disampingnya yang bagaikan dewi dari kayangan tertidur pulas tanpa seutas selimut, ia berdiru dan memberikan selimut yang tadinya ia pakai.


Ia berjalan ke jendela mencari udara segar. Beberapa saat kemudian gadis tersebut ikut bangun dari tidurnya, "Tidurlah, pasti kamu lelah menjagaku saat aku tak sadarkan diri." Tegur pria tersebut.


Gadis tersebut yang sedang mengusap matanya terkejut melihat pria yang dijaganya sudah berdiri tegap didekat jendela. "Kamu masih belum sehat, tidurlah kembali." Gadis tersebut menghampiri pria itu dan menyuruhnya istirahat kembali.


"Aku sudah sehat kok, aku lebih tahu kondisi tubuhku sendiri daripada orang lain." Pria itu memberikan senyum hangat membuat gadis-gadis yang melihatnya terpesona.


"Tidak, kamu harus..." Belum selesai gadis itu berbicara pria dihadapannya telah menghilang tanpa jejak seperti tidak pernah pria itu berada disitu.


-

__ADS_1


Seorang pria melompat dari atap rumah ke atap bangunan yang lain, ia berhenti tepat didepan sebuah penginapan. Ia kembali ke penginapan untuk membersihkan diri lalu pergi keatas tembok untuk memulai latihan beladiri.


Dari pagi sampai menjelang sore ia terus latihan, ketika matahari sudah tak terlihat lagi ia baru berhenti melakukan gerakan-gerakan beladiri.


Pria itu yang sudah menunjukkan tubuhnya kelelahan mulai kembali pulang tapi kali ini ia tidak melompat dari bangunan ke bangunan lain melainkan berjalan kaki, diperjalanan pulang ia dipanggil seorang gadis yang suaranya sudah tidak asing baginya.


Gadis itu menghampirinya, terlihat jelas semangat terukir diwajahnya. "Black Wolf, kamu mau kemana?" Sapa gadis tersebut.


"Pulang." Jawab pria tersebut datar.


Pria tersebut yang tidak ingin membuang-buang waktu ia meminta izin kembali terlebih dahulu tapi semua itu tak ditanggapi oleh gadis tersebut, akhirnya ketika waktu sudah semakin malam ia baru berhasil kembali ke penginapan, tanpa membuang-buang waktu lagi ia langsung tidur pulas.


Walau malam itu ia tidak bisa langsung pulang setidaknya ia mendapat informasi bahwa dua hari lagi akan memasuki dungeon lagi kelompoknya Mu Lian kata Mu Lian sendiri, memang gadis yang berbicara bersama Xiang Zhou tadi adalah Mu Lian.


-

__ADS_1


Dua hari berlalu dengan cepat, Xiang Zhou berjalan menghampiri kelompoknya Mu Lian, kali ini ia tidak perlu dipanggil Mu Lian lagi sebab dari awal masuk guild ia sudah melihat kelompok tersebut


Kelompok kali ini berbeda dengan yang kemarin kali ini terlihat lebih sedikit jumlahnya dari kemarin itu pun sudah bertambah dua orang tetapi hanya ada delapan orang dalam kelompok ini.


Xiang Zhou melihat kelompok tersebut dengan teliti, siapapun pasti tahu maksud dari pandangannya tersebut.


"Maaf kali ini anggotanya sedikit, kebanyakan mereka berhenti sebab..." Ketua dari kelompok itu ragu akan melanjutkan kata-katanya.


Xiang Zhou memegang bahu ketua kelompok itu menandakan sudah paham apa yang terjadi, tanpa berpikir panjang mereka berdelapan berangkat menelusuri dungeon.


-


Terima kasih kepada semua pembaca yang sudah mendukung cerita ini, jangan lupa follow Instagram saya AllanceChain.


Sampai jumpa lagi di lanjutan kisah ini.

__ADS_1


__ADS_2