
"Arjun, Kay, minggu depan mama dan papa membuat rencana untuk berlibur ke Bali. Papa yang sebenarnya membuat plan ini. Kami ingin merasakan kebersamaan berlibur dengan kalian juga. Kita akan berlibur bersama sama. Termasuk dengan keluarga Kailani. Yaitu Retno dan Indrawan." jelas Wulandari, memaparkan rencananya pada anak dan juga menantunya.
"Berlibur, dalam rangka apa ma?" tanya Arjuna yang saat itu penasaran dengan rencana sang mama yang terkesan mendadak. Yang mengharuskan dirinya juga harus ikut.
"Ini liburan keluarga. Kita kan sudah lama tidak pernah liburan bersama. Papa sudah menyewa sebuah Villa yang ada di Bali. Dan rencananya kita akan ke sana bersama-sama. Mama juga sudah membicarakan ini dengan mamamu Kailani." ucap Wulandari, yang kemudian ia menatap wajah Kailani yang kala itu tengah fokus dengan makanannya.
Saat Kailani diajak sang mama mertuanya bicara. Kailani pun kemudian menatap Wulandari dengan tatapan penuh senyum. Walau dalam hati, sebenarnya ia sangat penasaran dengan rencana yang telah di buat oleh sang mama mertua.
"Kalau Kailani, terserah Arjuna saja ma. Saya pasti akan ngikut saja. Tapi kenapa mendadak ma?"
"Iya, ini memang liburannya mendadak. Habis, mama belakangan ini merasa suntuk dan bosen berada di rumah sendiri. Apalagi mama kan juga sudah lama tidak jalan-jalan. Papa juga setiap harinya cuman ngurusin perusahaan. Jadi kan mama jenuh, butuh hiburan. Bener kan Pa!" seru Wulandari yang kemudian menoleh ke arah sang suami. Untuk mengukuhkan rencananya.
Mario yang sudah tau kode dari sang istri pun kemudian memberikan tanggapan.
"Benar. Sesekali kita butuh referensi. Jika kita bisa liburan bersama. Kenapa tidak. Papa sudah menyiapkan villa di Bali. Dan kita akan berangkat bersama-sama dengan menggunakan jet pribadi. Semuanya sudah papa urus. Dan kalian tidak bisa menolak atau beralasan untuk tidak mau ikut. Karena jika kalian beralasan karena pekerjaan dan urusan kantor. Untuk sementara Papa sudah meng-cancel beberapa urusan kantor. Jadi kalian bisa lega." jelas Mario.
Rencana berlibur bersama itu sejujurnya membuat Kailani dan juga Arjuna tidak setuju. Karena mereka tidak menginginkan liburan itu sendiri.
"Memangnya kapan kita akan berangkat Pa?" tanya Arjuna.
"Masih minggu depan. Masih banyak waktu nak. Jadi kamu bisa urusi hal hal yang penting di kantor. Papa menyewa sebuah villa yang terletak di sebuah pulau terpencil. Meskipun kita menyewa Villa di sana. Kita tidak akan berbaur dalam satu Villa. Karena di sana terdapat tiga Villa, jadi kita bisa bersantai di villa masing-masing. Pasti akan sangat menyenangkan."
__ADS_1
Mendengar penuturan tentang villa yang akan mereka tuju. Membuat bulu kuduk Kailani merinding. Dia tidak bisa membayangkan akan seperti apa rencana berlibur mereka nanti.
๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ
Seusai makan malam. Kailani dan juga Arjuna kembali ke kamar mereka.
Begitu masuk ke kamar. Keduanya nampak lesu dan tidak bersemangat. Entah apa yang mempengaruhi mood mereka.
"Ngapain sih, mama dan papa membuat rencana liburan bersama segala. Aku yakin, mama pasti merencanakan sesuatu di balik semua itu." sergah Arjuna sedikit gusar. Karena ia sungguh tidak ingin pergi berlibur.
"Jika kau tidak setuju, kenapa kamu tadi berkata setuju." timpal Kailani.
"Aku di sini menantu. Aku harus menjaga sikap. Apalagi mama Wulan kan bukan orang asing bagiku. Aku sudah mengenal mama Wulan dari kecil. Aku tidak enak untuk menolak ajakannya. Lagi pula aku sudah serahkan keputusan sama kamu. Kamu kan suami ku." jelas Kailani, memberikan penekanan pada kata suamiku.
"Ya sudahlah. Sepertinya kita harus ikut berlibur. Aku mandi dulu." ujar Arjuna, yang kemudian ia berlalu ke ruang ganti untuk tuk mengambil baju. Setelah itu ia berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Sedangkan Kailani sendiri nampak duduk di sebuah sofa yang ada di sudut kamarnya.
Sambil menunggu Arjuna selesai mandi, Kailani memainkan ponselnya.
Ketika Kailani sedang asik memainkan ponselnya. Sebuah notif pesan masuk terdengar dari ponsel milik Arjuna. Yang saat itu Arjuna letakkan di atas nakas dekat Kailani saat ini sedang duduk.
__ADS_1
Karena suara notif pesan itu beruntun. Kailani kemudian merasa penasaran dengan bunyi pesan tersebut.
Dan rasa penasaran Kailani akhirnya membuat ia merasa kepo untuk memeriksa ponsel milik Arjuna.
Padahal selama ini ia tidak pernah kepo dan lancang untuk membuka ponsel sang suami.
Entah ada gerakan apa saat itu, membuat Kailani sangat ingin tahu siapa gerangan yang telah mengirim pesan untuk Arjuna.
๐จHai Arjun, ini aku Tania.
๐จSimpan nomor ku ya.
๐จKamu bisa menghubungiku lewat nomor ini.
Itulah tampilan pesan yang terdapat di layar ponsel Arjuna. Ketika Kailani memeriksa ponsel milik Arjuna.
Kailani pun kemudian penasaran dengan si pengirim pesan.
Tidak ingin di tangkap basah oleh Arjuna. Kailani menaruh kembali ponsel milik Arjuna di atas nakas.
Tania, siapa Tania? Apa dia kekasih yang pernah Arjuna putuskan itu, Kailani membatin.
__ADS_1