
"Ya sudahlah, mungkin ini sudah nasibku. Aku akan menjadi seorang janda dengan status masih perawan." guman Kailani, yang merasa frustasi dengan apa yang ia hadapi saat ini.
P
Mencoba meluapkan kekesalannya. Kailani kemudian menatap keluar. Ke arah lautan yang terhampar luas di hadapannya.
Dengan menggunakan kacamata hitamnya. Wanita yang paras cantik itu keluar dari cottage dan ia mencoba untuk menikmati pemandangan yang tersaji di pulau tersebut.
"Oke, seperti kata Arjuna. Nikmati sajalah liburan ini. Seolah aku sedang berada sendirian di pulau terpencil. Daripada frustasi memikirkan ke depannya membuat aku pusing."
Kailani kemudian berjalan-jalan menyusuri pinggiran pantai dan menikmati deburan ombak yang pecah ketika air ombak itu pecah di kaki telanjangnya.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
__ADS_1
"Ini semua salahmu Arjuna." ucap Kailani, yang sudah tidak tahan lagi untuk tidak meluapkan rasa kekesalannya yang sudah lama ia terkumpul dalam hatinya
"Kenapa kamu menyalahkan aku? Ada apa dengan mu?" Tutur Arjuna yang saat itu mereka sama-sama sudah berada di kamar mereka.
"Kamu kan laki-laki. Seharusnya kamu saat itu menolak untuk dijodohkan dengan ku. Tetapi kenapa kamu menerimanya." ujar Kailani yang seperti sudah tidak bisa lagi menahan kekesalannya.
"Jika saja kamu menolaknya, kita juga tidak akan menikah. Jadi jangan hanya menyalahkan diriku. Untuk semua keadaan yang sudah terjadi."
"Aku tidak bisa menolak permintaan Papa dan Mama Kai. Karena aku bukan anak kandung mereka. Dan aku tidak ingin membuat mereka merasa kecewa dengan diriku."
"Tapi itu sama saja kau berbohong Arjuna. Kau mengelabuhi mereka dengan tipu muslihatmu. Dengan rencana konyol mu. Dengan kebusukan yang kau tutupi dengan menerima pernikahan ini. Dan kau tahu orang yang paling jadi berkorban dalam pernikahan ini adalah aku." tutur Kailani yang kini sudah tidak ada lagi perasaan yang ia tutup-tutupi. Dan ialah tumpahkan semua kepada Arjuna.
"Oh, jadi sekarang kamu menyalakan aku. Untuk semua keadaan yang rumit ini. Aku memang menerima perjodohan itu. Dan saat aku melamarmu di rumahmu. Jika saja kau menolak kala itu. Pernikahan ini juga tidak akan terjadi Kailani. Jadi jangan hanya menyalahkan aku. Kamu juga sudah salah di sini. Sudah sejak awal kamu juga sudah menerima kan bahwa pernikahan ini tidak akan berlangsung lama."
__ADS_1
"Kamu licik Arjuna." desis Kailani pada Arjuna.
"Kamu laki-laki, kamu bisa menikah berapa kali pun tidak masalah. Tapi bagiku itu beda. Aku seorang perempuan. Dan jika sudah sekali menikah dan kau menceraikan aku. Itu berarti statusku menjadi seorang janda. Dan kau tahu apa artinya itu. Menyandang status janda itu tidak mudah bagi seorang perempuan. Dan image itu akan melekat pada diriku. Kau egois."
"Lalu apa kita akan mempermasalahkan ini. Setelah kita sudah sama-sama clear dan saling menyetujui. Jika sehabis kita berliburan ini kita akan sama-sama bilang kepada kedua orang tua kita jika kita akan bercerai."
"Belum kita bercerai pun nyatanya kamu sudah bersama dengan pacar mu kan. Kau selingkuh. Tapi aku tak peduli. Kau mau selingkuh atau apa. Aku hanya ingin aku segera bebas dari ikatan pernikahan konyol ini."
"Ya, kita memang sudah setuju kan. Tentang hal itu."
"Tapi kamu begitu egois dengan semua yang sudah terjadi. Stop sampai di sini argumen kita. Aku lelah, aku sudah tidak peduli lagi dengan mu."
Sejak itu, Arjuna dan Kailani sudah tidak lagi saling bicara. Dan mereka tidak saling peduli dengan kehidupan mereka masing-masing.
__ADS_1