
Setelah kembalinya ke Indonesia, dan menjalin kembali hubungan dengan Arjuna. Pria berwajah putih dan tampan itu dalam beberapa hari terakhir bersikap berbeda dari biasanya.
Wajah pria itu terlihat bahagia. Tapi, sikapnya terhadap Kailani sangat berubah. Arjuna nampak acuh pada Kailani.
Meskipun sikap Arjuna berubah dingin terhadapnya. Hal itu tidak membuat Kailani merasa ilfeel. Kailani juga tidak permasalahkan sikap Arjuna yang acuh padanya.
Karena apapun sikap Arjuna terhadap dirinya. Itu tidak mempengaruhi keadaan dan status pernikahan mereka. Yang memang pernikahan mereka hanyalah sebuah pernikahan pura-puraan dan palsu.
Sedangkan Kailani sendiri sudah merasa tidak sabar ingin lepas dari belenggu pernikahan palsunya dengan Arjuna. Ia benar-benar muak menjalani semua itu.
Sejak awal seharusnya dia menentang pernikahan konyol tersebut. Kenapa dia telah menyetujuinya, meskipun jauh di lubuk hatinya yang paling dalam kala itu. Kailani sebenarnya menerima pernikahan tersebut dengan ikhlas. Dengan harapan dia bisa belajar untuk mencintai Arjuna.
Tetapi apa daya, ternyata Arjuna tidak sepemikiran. Melainkan Arjuna membuat sebuah skenario mereka menerima pernikahan itu dan berakting bahagia. Padahal itu hanya omong kosong.
Kailani justru merasa di rugikan dengan skenario yang Arjuna buat. Pura pura bahagia dan kemudian bercerai. Buat apa menikah hanya untuk menyenangkan hati orang tua.
__ADS_1
Tapi semua sudah terlambat. Semua sudah terjadi.
Yang ada Kailani harus menghadapi sebuah kenyataan.
Sebuah kenyataan kedepannya membawa dirinya akan bercerai dengan Arjuna. Dan ia harus menyandung status janda.
Padahal dirinya masih cuci dan tidak tersentuh oleh Arjuna.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Ketika ditanya oleh Wulandari sama mama tua, kenapa ia tidak pulang bersama dengan Arjuna. Kailani terpaksa harus membuat berbagai macam alasan tentang kenapa ia tidak pulang bersama dengan Arjuna.
"Kay, kok kamu pulang sendirian lagi. Sebenarnya Arjuna kemana? Beberapa hari terakhir ini kok kamu sering pulang sendirian." tanya Wulandari merasa curiga karena sang menantu selalu pulang sendirian dengan sopir pribadi.
"Arjuna ada meeting ma." jawab Kailani singkat.
__ADS_1
"Masa tiga hari berturut-turut meeting terus. Papa saja sudah pulang dari kantor sejak jam tiga sore. Katanya papa juga sudah merubah schedule rencana pembangunan yang ada di Bandung. Harusnya Arjuna tidak sibuk. Lagipula kan minggu ini kita akan pergi jalan-jalan." jelas Wulandari.
"Kailani tidak tau ma. Mungkin Arjuna harus menyelesaikan beberapa tugas dan pekerjaan." imbuh Kailani lagi, yang sebenarnya ia merasa jengah dengan berbagai kebohongan ya ia lakukan kepada Wulandari. Tetapi apa boleh buat. Ia terpaksa melakukan kebohongan itu karena Arjuna sendiri tidak menjelaskan apapun perihal dirinya yang tidak pernah pulang bersama dirinya beberapa hari terakhir pada mamanya.
Sebelum Kailani menuju kamarnya malam itu. Wulandari mengajak sang menantu untuk makan malam.
"Kita makan malam dulu Kay. Biarlah Arjuna makan malam sendiri. Siapa suruh tidak pulang bareng kamu." celoteh Wulandari sambil mengajak Kailani ke meja makan.
Kailani pun menurut. Ia kemudian malam bersama kedua mertuanya.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Setelah selesai dengan kegiatan makan malam. Kailani pamit untuk ke kamar.
Ada rasa penat dan juga gundah yang saat ini Kailani rasakan. Lama lama sikap Arjuna membuatnya jengkel.
__ADS_1
"Tidak seharusnya aku mengalami semua ini. Pernikahan semu dan konyol. Aku harus bicara dengan Arjuna. Untuk segera mengakhiri saja pernikahan ini. Aku tidak mau lagi berakting manis-manis terhadap bibik dan paman. Semua harus berakhir lebih cepat. Kalau perlu, tidak usahlah pergi berlibur segala." desis Kailani yang baru saja masuk kamar. Dengan suasana hati yang penuh kegalauan dan kegundahan.