Ku Izinkan Suamiku Mendua

Ku Izinkan Suamiku Mendua
Perjanjian


__ADS_3

Setelah selesai bersarapan, Kailani dan juga Arjuna seperti biasa pergi ke kantor bersama-sama. Di sepanjang perjalanan menuju kantor. Kailani hanya diam membisu. Sedangkan Arjuna yang sedang menyetir merasa ada sedikit keanehan yang terjadi pada diri Kailani.


Karena perempuan itu terlihat begitu dingin. Tidak seperti biasanya. Meskipun tidak banyak bicara, pasti ia akan menanyakan sesuatu dan membicarakan hal hal ringan dengan raut wajah yang riang.


"Kay, kenapa diam saja, tumbenan." sapa Arjuna yang menanyakan tentang kediaman Kailani kala itu.


"Tidak ada yang ingin aku bicarakan. Tidak ada topik yang menarik." ujar jalani menjawab dengan suara sedikit ketus.


Setelah mendengar itu, Arjuna pun tak ingin bersuara lagi. Untuk sekedar basa basi dengan wanita yang berstatus sebagai istrinya tersebut.


Tapi, tiba tiba Arjuna terpikirkan sesuatu.


Ia kemudian melirik lagi ke arah Kailani. Ada raut kesal yang terpancar di wajah Kailani.


Arjuna kemudian teringat momen kejadian tadi pagi. Ketika ia menyelonong masuk ke kamar mandi begitu saja. Dan mungkin, itulah yang menyebabkan Kailani marah pada dirinya.


Arjuna kemudian berinisiatif untuk minta maaf.

__ADS_1


"Maaf untuk yang tadi pagi. Aku sudah lancang melihat dirimu." kata kata yang Arjuna suarakan menarik perhatian Kailani yang kala itu memfokuskan perhatiannya di sisi jendela kaca mobil.


Ia kemudian menoleh ke arah Arjuna.


"Kenapa kamu baru menyadarinya sekarang. Kalau kamu sudah lancang seperti itu tadi pagi." jawab Kailani ketus, terlihat bagaimana dua alisnya saling bertaut.


"Tadi pagi itu aku benar-benar sangat mulas. Aku tidak tahan lagi dengan rasa mulas ku. Kenapa juga kamu tidak mengunci pintu kamar mandi nya. Bukankah biasanya kamu menguncinya." tanya balik Arjuna.


"Aku lupa menguncinya. Lagi pula kenapa kamu harus memaksakan diri masuk. Bukankah kamu selalu berkata jika kita ini suami Istri palsu. Dan apa yang kamu lakukan tadi pagi itu sama saja kamu sudah melanggar."


"Apa ya yang aku langgar?" Arjuna nampak bingung.


"Apa sih Kay. Aku tidak mengerti. Aku hanya melihat tubuhmu saja, tidak menyentuh mu kan." terang Arjuna membela diri.


"Sama saja itu, membuat rekor mu menjadi tidak sempurna di mata ku. Karena kamu sudah melihat tubuh ku. Dan aku sudah tidak respek lagi denganmu. Sebelumnya aku salut dan juga menghormati mu. Tapi apa yang kamu lakukan tadi pagi itu membuat ku kesal." ujar Kailani berterus terang tentang perasaannya.


Saat Kailani kesal, Arjuna justru malah tertawa kecil.

__ADS_1


"Itu namanya insiden Kay. Aku minta maaf. Aku berjanji, kejadian seperti tadi pagi tidak akan terulang lagi, aku minta maaf ya."


"Sudah lupakan saja, kita akhiri saja ke pura-pura ini. Aku tidak ingin bersandiwara lebih lama lagi jadi Istri palsu mu. Suami Istri palsu, bermesraan palsu, bersikap manis palsu, semuanya penuh kepalsuan." terang Kailani lagi masih dengan perasaan kesal.


"Jangan sekarang Kay. Waktunya belum tepat. Memangnya aku juga mau, hidup berumah tangga palsu."


"Terus kapan waktu yang tepat. Sampai kamu mendapatkan kesucian ku." seru Kailani lagi. Entah dia mengucapkan dengan sadar atau tidak sadar karena kesal. Dan ucapkan Kailani membuat Arjuna kaget.


"Memangnya kamu berharap ya, aku perawani?" Goda Arjuna sengaja.


"Big, no. Kesucian ku hanya untuk suami ku yang sungguh an. Bukan untuk diri mu yang suami palsu. Lagi pula kita tidak saling cinta kan. Jadi, jangan harap ya. Jika kau melakukan itu, aku akan membunuhmu." ancam Kailani, sebenarnya ia tidak sungguh-sungguh mengancam. Ancamannya hanya untuk menakuti Arjuna.


"Jangan takut Kay. aku berjanji, aku tidak akan melakukan hal itu kepadamu. Kamu akan tetap suci. Kamu akan tetap menjadi seorang perawan."


"Aku serius kali ini, aku tidak main-main. Aku memegang janjimu Arjun. Kalau kamu tidak akan pernah menyentuhku. Dan tidak akan berbuat macam-macam padaku. Aku akan selalu ingat dengan janjimu ini." ucap Kailani sungguh sungguh.


"Kau bisa pegang janji ku Kay. Aku tidak akan merusak mu."

__ADS_1


"Oke, aku pegang janjimu. Karena ini sangat penting bagiku Arjuna. Seorang wanita dan seorang pria itu berbeda. Jika seorang wanita sudah sekali ternodai. Kaka image-nya sudah tidak sama lagi saat ia masih perawan. Dan kesucian seorang wanita itu berharga. Itu adalah bentuk harga diri seorang wanita yang bisa di persembahkan untuk suaminya kelak. Dan kau, bukanlah suami ku yang sesungguhnya kan. Seorang wanita hanya memiliki satu kali kesempatan untuk mempertahankan kesuciannya. Saat kesucian itu sudah hilang. Dia tidak lagi di sebut perawan. Aku hanya ingin memberikan itu pada pria yang benar-benar aku ingin memberikannya. Kamu pasti paham maksud ku."


"Iya aku paham dan sangat paham." jawab Arjuna.


__ADS_2