
Beberapa saat kemudian, Arjuna yang sudah selesai dari kamar mandi. Dengan sudah mengenakan pakaian santainya langsung berjalan sambil mengusap-ngusap rambutnya yang masih basah dengan handuk.
Ia kemudian berjalan ke arah nakas untuk memeriksa ponselnya.
Wajah Arjuna nampak sumringah ketika ia membaca ada sebuah pesan dari seseorang.
Arjuna pun kemudian terlihat sibuk membalas chat tersebut.
Kailani yang melirik kearah Arjuna yakin. Jika seseorang yang mengirimkan pesan pada Arjuna yang bernama Tania itu pasti memiliki hubungan dekat dengan pria yang berstatus sebagai suaminya itu.
"Kay, aku ke ruang kerja dulu. Jika kamu mau tidur tidur saja duluan. Ada hal yang ingin aku kerjakan di ruang kerja" ucap Arjuna beralasan. Padahal ia ingin menghubungi Tania. Dan hal itu tidak mungkin ia lakukan di kamar.
"Oke," jawab Kailani singkat.
Arjuna pun kemudian langsung bergegas meninggalkan kamar dan berjalan menuju ruang kerjanya.
Sesampainya di ruang kerja dan setelah ia memastikan bahwa semua keadaan aman. Arjuna langsung menghubungi Tania.
Arjuna nampak serius dengan obrolannya bersama Tania melalui sambungan telepon.
Banyak hal yang mereka obrolkan. Termasuk mengenai hubungan mereka di masa-masa yang sudah lalu.
Dalam pembicaraan serius itu. Arjuna banyak bercerita tentang apa yang terjadi pada dirinya.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Setelah kurang lebih berada 2 jam di ruang kerja. Arjuna kembali ke kamarnya malam itu.
Sesampainya di kamar, Arjuna mendapati Kailani yang ternyata belum tidur.
__ADS_1
Kailani nampak sibuk di depan laptopnya. Entah apa yang sedang dilakukan wanita berkulit putih dan berwajah cantik itu.
"Belum tidur Kay. Ini sudah malam." ucap Arjun menasehati.
Karena pada saat ia masuk ke kamar, jam telah menunjukkan pukul 24.30 malam. Dan Kailani masih terjaga.
"Aku belum mengantuk. Aku sedang menonton." jawab Kailani, melirik sekilas ke arah Arjuna yang baru saja masuk kamar.
Arjuna kemudian langsung berjalan mendekati ranjang.
Ia pun kemudian langsung mendudukkan tubuhnya di sisi tempat tidur. Arjuna nampa bersandar pada headboard tempat tidur dan ia sempat kepo memperhatikan apa yang sedang Kailani lakukan di depan laptopnya.
"Jangan kepo!" sindir Kailani pada Arjuna. Arjuna kemudian tersenyum getir mendengar sindiran Kailani.
"Aku hanya ingin tahu. Semalam ini kamu mengerjakan apa di depan laptop." jawab Arjuna beralasan.
"Kan itu ada TV, kenapa harus nonton di laptop. Kita bisa nonton film itu sama sama." imbuh Arjuna. Lalu ia memiringkan badannya untuk bisa melihat film apa yang di tonton Kailani.
"Wow, fity shades of grey. Nice movie." ucap Arjun berkomentar.
Merasa tidak lagi mood menonton. Kailani kemudian melepaskan handset yang sejak tadi melekat di kedua kupingnya. Kemudian ia juga mematikan laptopnya. Dan menaruhnya kembali ke atas nakas di samping tempat tidur.
"Kenapa dimatikan. Kita bisa bersama-sama menonton film itu." sergah Arjuna.
"Tidak lucu Arjun. Lagi pula aku tidak mau nonton film itu bersama kamu. Kamu bulan lawan yang sesungguhnya untuk ku." jelas Kailani. Entah dia sadar apa tidak sadar dengan yang ia ucapkan.
Arjun hanya tersenyum menanggapi ucapan Kailani.
Kailani kemudian bersiap untuk merebahkan diri di tempat tidur.
__ADS_1
"Perempuan tidak di mana-mana susah ditebak ya. Mereka selalu melakukan sesuatu yang mereka sukai. Padahal di depan itu ada TV dan kau bisa menikmati film yang kamu mau tanpa harus perlu menonton di laptop yang hanya berlayar 15 inci. Padahal kita juga bisa menikmati film itu sama sama. Sangat tidak masuk akal kamu malah nonton di laptop." celoteh Arjuna.
"Ya, laki-laki hanya memakai logika untuk mengutarakan sebuah argumen. Tetapi wanita itu berbeda. Seorang perempuan itu lebih mengekspresikan perasaannya dengan apa yang membuatnya nyaman. Laptop dan TV mungkin barangnya sama. Tapi di saat aku ingin menonton sebuah film di laptop dan itu membuat aku bahagia maka aku memilih laptop. Meskipun di depan sana ada TV yang berukuran besar. Sudahlah, tidak usah berdebat untuk hal yang tak penting." seru Kailani. Yang kini sudah tiduran miring membelakangi Arjuna.
🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼
Sepuluh menit berlalu. Arjuna yang pada saat itu berusaha untuk menutup matanya untuk beristirahat. Tidak bisa segera menutup matanya. Ia merasa tidak bisa tidur.
Arjuna kemudian duduk kembali dan bersandar pada headboard tempat tidur.
"Kay, apa kamu sudah tidur?" Aku tidak bisa tidur Kay." suara Arjuna yang lirih itu masih bisa di dengar oleh Kailani. Sebab, Kailani juga belum bisa memejamkan matanya.
"Ada apa?" tanya Kailani dengan nada suara datar. Ia tetap berposisi tiduran miring membelakangi Arjuna.
Untuk sesaat, Arjuna nampak memikirkan sesuatu. Ia sebenarnya ingin berterus terang kepada Kailani. Tetapi ia ragu.
Apakah kejujurannya dan rasa keinginan berterus terangnya itu akan ditanggapi positif oleh Kailani.
"Kay, boleh aku minta waktumu sebentar." suara merdu Arjuna nampaknya sedikit mengusik ketenangan Kailani yang kala itu tiduran miring membelakangi Arjuna.
Sehingga membuat ia menoleh ke arah Arjuna. Yang nampak sudah siap ingin mengutarakan sesuatu yang penting.
"Ada apa?" tanya Kailani penasaran.
"Duduk di sini, agar aku bisa curhat sama kamu dengan tenang." imbuh Arjuna sambil menepuk tempat tidur di sisinya.
Mau tak mau, Kailani akhirnya kembali bangkit dan duduk bersandar pada headboard tempat tidur. Seperti apa yang dilakukan oleh Arjuna.
"Oke, mau curhat apa?" ucap Kailani, Yang kini nampak sudah siap dengan curhatan yang akan di sampaikan oleh Arjuna.
__ADS_1