
"Kay, boleh aku minta waktumu sebentar." suara merdu Arjuna nampaknya sedikit mengusik ketenangan Kailani yang kala itu tiduran miring membelakangi Arjuna.
Sehingga membuat wanita yang berkulit putih itu menoleh ke arah Arjuna. Yang nampaknya ia sudah siap ingin mengutarakan sesuatu yang penting.
"Ada apa?" tanya Kailani penasaran.
"Duduk di sini, agar aku bisa curhat sama kamu dengan tenang." imbuh Arjuna sambil menepuk tempat tidur di sisinya.
Mau tak mau, Kailani akhirnya kembali bangkit dan duduk bersandar pada headboard tempat tidur. Seperti apa yang dilakukan oleh Arjuna.
__ADS_1
"Oke, mau curhat apa?" ucap Kailani, Yang kini sudah siap dengan curhatan yang akan di sampaikan oleh Arjuna.
"Kay, entah bagaimana cara aku untuk mengutarakan ini. Aku hanya ingin jujur pada mu. Dari awal, di saat kita menjalani hubungan ini. Aku selalu jujur padamu kan. Dan sampai detik ini pun aku tetap memegang komitmen ku. Dan kamu pun masih suci sampai detik ini. Karena aku tidak menyentuh mu sedikitpun." ucap Arjuna, pertama tama mulai mengutarakan isi hatinya.
"Daripada aku berbohong, daripada aku main belakang. Daripada aku tidak jujur, oleh sebab itu aku ingin mengatakan hal ini sejujur-jujurnya denganmu."
"Katakan saja apa yang ingin kau bicarakan Arjun. Tidak usah segan." jelas Kailani.
"Hubunganku dengannya sudah terjalin sejak lama. Kami saling mencintai. Aku tidak bisa menjelaskan sedalam apa rasa sayang dan cintaku kepada Tania. Tapi karena kita dijodohkan oleh kedua orang tua kita. Membuat aku pernah memutuskannya. Dan kini ia sudah kembali dan kami menginginkan sebuah hubungan itu terjalin kembali. Dan maksud aku berkata seperti ini adalah untuk memberitahumu. Jika mungkin kau melihat aku berkomunikasi dengannya, atau mungkin suatu saat kamu melihat aku jalan dengannya. Semoga saja hal itu tidak membuat dirimu merasa risih melihatku. Karena kita sama sama tau kan. Pernikahan kita ini adalah pernikahan palsu, pernikahan pura-pura. Dan kita berdua pun juga tidak memiliki perasaan satu sama lain. Maksud aku membicarakan ini denganmu hanyalah karena aku ingin kau tahu apa yang aku lakukan di belakangmu." jelas Arjuna panjang lebar.
__ADS_1
Setelah mendengar pengakuan Arjuna. Kailani paham, apa yang di maksudkan oleh Arjuna tentang sikap jujurnya.
"Dan aku pun tidak bisa berbuat banyak Arjun. Jika kamu sudah memutuskan untuk mengambil keputusan itu. Toh memnag pada akhirnya kita akan berpisah kan. Jika kamu memang mau kembali pada kekasih mu. Aku bisa apa. Meskipun aku Istri mu. Kita tidak benar-benar seperti sepasang suami istri sungguhan. Ya, aku harus bagaimana lagi jika kau sudah memutuskan itu. Aku tidak punya kuasa untuk mengekang mu. Sejak awal kan kita memang sudah berbeda pandangan dengan pernikahan ini."
"Aku harap kau mengerti Kay."
"Aku mengerti, bahkan sangat paham Arjun. Jika kamu memang maunya seperti itu. Apa boleh buat. Tidak masalah jika kamu menjalin hubungan dekat lagi dengan kekasih mu. Toh kita kan sampai saat ini hanya berteman."
"Karena kamu sudah memberikan kebebasan pada diriku untuk menjalin hubungan dengan Tania. Maka aku pun akan melakukan hal yang sama denganmu. Kamu juga bebas menjalin hubungan dengan kekasihmu. Yang saat ini masih berada di luar negeri itu. Aku tahu kau masih berkomunikasi dengannya. Dan aku sama sekali tidak akan mencampuri urusanmu."
__ADS_1
"Oke, kita deal ya." imbuh Arjuna, sambil memberikan jari kelingkingnya pada Kailani. Mengajak Kailani untuk saling mengikat persetujuan.
Sedikit ragu, Kailani kemudian menautkan jari kelingkingnya ke jari kelingking Arjuna. Yang menandakan bahwa mereka sudah saling deal dengan apa yang mereka bicarakan tadi.