Ku Tunggu Kau Di Negeri Sakura

Ku Tunggu Kau Di Negeri Sakura
Episode 1 Pertemuan


__ADS_3

Siang hari.....


Awal dari pertemuan Gizka dan Abrar,


panggil saja Gizka Hanan Syaukia seorang perempuan cantik, berkulit putih kemerahan, imut,rupawan anak dari keluarga terpandang panggil saja Gizka.Bertemu dengan Abrar Hideyoshi biasa dipanggil abrar, wajah tampan siapapun yang melihatnya akan terpesona dengan ketampanan yang ia miliki sejak lahir.Abrar berasal dari keluarga kaya berkebangsaan Jepang campuran Indonesia. Pertama kali bertemu,saat itu usia mereka 6 tahun.


Mereka bertemu di sebuah komplek dekat dengan rumah Gizka saat itu Abrar menolong Giska yang sedang mengambil mainannya yg di buang oleh temannya,didekat mobil pribadi yg terparkir yaitu mobil ayahnya Abrar.saat itu keluarga abrar sedang berkunjung kerumah saudara nya tepat tidak jauh dari rumah Gizka.Abrar pun mengambilkan mainan itu dan mengembalikannya kepada Gizka saat itu Abrar tak sengaja ,ia keluar dari rumah saudaranya melihat keadaan yang dialami Gizka dan langsung menolongnya.


"Ini kukembalikan mainanmu yang di buang sama temen kamu"


"Makasih"ucap Gizka


"Nama kamu siapa?" tanya abrar


"Aku Gizka"


"Abrar"

__ADS_1


Tak lama kemudian kakaknya gizka, Reyhan yang berumur 15 tahun datang menghampirinya


"Gizka,ayo masuk kita pulang ngapain disini"


"kamu siapa dek, temen giska ya? "


"Aku Abrar "


"Ayo kak.Owh iya ini yg nolongin izka ngambil mainan yg dibuang sma temen izka, ka." dengan wajah tersenyum


"Owh makasih ya dik"


"Ya sudah sekali lagi terimakasih sudah menolong adikku"(kakak Gizka)


Setelah mereka pulang Abrar pun langsung masuk kerumah pamannya yang tidak jauh dari tempat tinggal Gizka.


Setelah itu Abrar dan keluarganya pulang ke hotel untuk sementara waktu karna mulai besok mereka akan pindah ke perumahan dimana tempat Gizka tinggal.

__ADS_1


Sesampai nya abrar dihotel ia selalu mengingat wajah gadis kecil itu,sejak pertama ya melihatnya ia sudah antusias ingin bertemen dengan gizka.


Berbeda dengan Gizka gadis kecil itu sebaliknya ia menangis mengingat perilaku teman-temannya yang melakukan pembuliyan terhadapnya. Padahal ia adalah anak dari seorang kepala sekolah madrasah dan ayah nya salah satu tokoh masyarakat dikomplek itu namun teman-teman gizka tidak takut dengan apa yg mereka lakukan.


"Izka sayang,kamu kenapa menangis" umi gizka bertanya mendekati gizka dengan mengelus punggungnya dengan sentuhan lembut


"Umi temen Izka jahat selalu membuat Izka sebel mereka membuang mainan ku,mi " sambil menangis suara gizka sampai tidak jelas didenger oleh uminya


"Nak umi tau,tapi kamu Jangan berniat untuk membalas mereka. umi yakin temanmu akan berubah suatu saat nanti sabar ya ...umi gk mau Izka jadi cengeng seperti ini oke"


"Izka kan gadis kecil umi yg berani dan tidak cengeng"


Sahut kakak Izka Reyhan


"Iya izka ,kamu Jangan nangis lagi kalo teman-temanmu masih mengganggumu bilang kakak, akan kakak kasih pelajaran "


"Makasih umi, kakak "

__ADS_1


Meskipun ia masih berumur sangat muda tapi Izka sapaan akrab Gizka selalu bertingkah layaknya orang dewasa,namun ada saatnya Gizka terlihat cengeng saat ia sedang memikirkan teman-teman yang berbuat jahat padanya.


Bersambung


__ADS_2