
****
Hari demi hari terus berlalu tak terasa sudah enam bulan berlalu sejak kejadian terakhir yaitu Abrar yang menelfon Gizka tanpa sepengetahuan Gizka sendiri dan kembali nya Bimo merupakan taman kecil Gizka.
Enam bulan berlalu tak terasa akhirnya Gizka moment yang ia tunggu terjadi yaitu hari dimana Gizka akan melakukan sidang akhir ya Gizka mampu menyelesaikan kuliah hanya dalam waktu 3 tahun 6 bulan perasaanya campur aduk.
Berbeda dengan Abrar yang saat ini merubah penampilannya menjadi terlihat lebih tampan dan tampak lebih dewasa.
Aktivitas nya saat ini sedang menyelesaikan skripsian nya dan dalam waktu dekat ia juga akan menyelesaikan gelar s1 nya di negara Jepang .
Waktu terus berlalu Gizka akhirnya berhasil meraiih Gelar sarjana nya dengan predikat Cumlaude. Senang, terharu, bercampur aduk perasaanya tak percaya akhirnya ia bisa meraih gelar sarjananya. Saat nya ia memikirkan kedepanya mau melanjutkan pendidikan ke tahap berikutnya atau bekerja.
Dan tak disangka ia mendapat beasiswa ke luar negeri tak lain adalah Jepang.
Hari wisuda Gizka tiba perasaanya sangat bahagia termasuk keluarga Gizka yang merasakan kebahagiaan nya itu.
"Umi.... Abi.... makasih banyak udah merawat Gizka sampai detik ini sampai Gizka ada di titik ini entah apa yang harus Gizka balas untuk kasih sayang yang Umi dan Abi berikan dan begitu juga kakak yang selalu support aku selama ini"Ucap Gizka sebelum memasuki aula tempat acara akan dilaksanakan,dengan mata yang berkaca-kaca.
"Tidak perlu kau balas nak, Umi, Abi, Kakak sudah merasa senang ketika melihat Gizka bahagia"Ucap Abi dengan penuh kelembutan dengan mata berkaca-kaca
"Iya sayang benar kata Abi"Balas umi
"Hmm bener banget yang Abi dan Umi bilang kakak juga begitu tak perlu kamu balas cukup melihat kamu bahagia kakak juga ikut bahagia"Ucap kakak sambil memuluk hangat Gizka.
"Terimakasih.... "Ucap Gizka memeluk Umi, Abi, Kakak dan kakak ipar nya.
Saudara Gizka jarak nya berjauhan dengan tempat mereka tinggal jadi yang bisa datang merayakan wisuda Gizka hanya lah Keluarga nya saja.
Setelah selesai acara Gizka dan keluarga pergi ke sebuah studio untuk berfoto.
__ADS_1
Berbeda dengan Abrar seiring waktu akhirnya ia melupakan kenangan nya bersama Gizka saat masih berdekatan namun ia masih sering terlintas dipikirannya tentang Gizka meskipun hanya sebatas teman tapi mereka saat bersama dulu seperti sepasang kekasih atau bisa dibilang pacar.
"Bagaimana ini aku harus cepat menyelesaikan kuliah ku agar bisa membantu ayah"Batin Abrar bedecak
Ayah Abrar mulai terlihat salit-sakitan belakangan ini yang membuat khawatir Abrar dan keluarga meskipun mereka sudah terbilang kaya namun Ayah Abrar tetap bekerja keras untuk bisa mebiayai segala kebutuhan keluarganya sampai tidak memikirkan kondisi kesehatan pada tubuh nya.
Setelah Abrar pulang dari Kampus ia segera pergi kerumah sakit untuk melihat kondisi ayahnya.
Sesampainya Abrar di rumah sakit ia melihat keberadaan Yuki disana Abarar merasa risih.
Tatapan abrar dengan ekspresi senyum menyeringai sebenarnya Abrar melihat Yuki dengan senyum meledek namun karna ketampanan nya membuat ia senyum seperti itu.
Rambut Abrar terlihat lepek tapi wajahnya tetap terlihat sangat tampan karna ia kehujanan saat pergi menuju rumah sakit
"Abrar ayah ingin bicara sesuatu pada mu"Ucap ayah Abrar serius.
"Bicaralah"Ucap Abrar dingin didepan ayahnya.
"Sopan santun lah ketika bicara dengan orang tuamu brar"Ucap ayah dengan nada tinggi dengan ekpresi menahan sakit.
"Apa yang salah dengan ku ayah"Ucap Abrar dingin
Yuki yang melihat itu berpamitan segera pergi untuk pulang
"すみません、おじさん、家に帰る許可があります"(Permisi om aku izin untuk pulang). Ucap Yuki sopan lalu mencium punggung tangan ayah Abrar.
"誰もあなたをここに抱いていない"(Pulang lah tidak ada yang menahan mu disini). Ucap Abrar ketus.
Yuki berlalu melewati Abarar
__ADS_1
"Abrar,jaga ucapan mu"Ucap Ayah Abrar dengan nada tinggi
"Cukup"Ucap sesorang dari pintu tak lain mamah nya Abrar
"Jaga sikap mu nak, ayah mu sedang sakit jangan membuat nya marah seperti itu "Ucap mama Abrar menasehati nya
"Maaf "satu kata yang terucap oleh nya
Gizka yang sudah selesai menyelesaikan semua kegiatannya dihari ini lalu ia pulang dan beristirahat sambil memikirkan keputusnya untuk mengambil beasiswa itu atau tidak
Sementara Abrar masih di posisi yang sama duduk di sofa dekat ayah nya di ruang VIP rumah sakit tersebut.
"Dengarkan ayah, ayah mau kamu setelah lulus kuliah kamu menikah lah dengan Yuki"Pinta Ayah Abrar
"Apa-apaan ayah ini ingin menikah kan ku dengan wanita itu, Yang sama sekali aku tidak menyukai nya"Bantah Abarar
"Keputusan Ayah sudah bulat, Ayah sudah berjanji dengan keluarga Yuki...Jangan membuat ayah malu dan jangan buat ayah mu ini mati mendadak karna sikap mu"Jawab Ayah ketus
Abrar yang mendengar itu langsung pergi meninggalkan Ruangan itu dan pulang
"Abrar dengarkan Ayah"Ucap ayah terbata-bata menahan sakit
"Sudah la kamu beristirahat saja yah, Abrar nanti aku yang urus "Ucap mama Abrar memenangkan ayah
"Tak habis pikir,apa yang dilakukan wanita gila itu hingga ayah bicara seperti itu"Gerutu Abrar
Bersambung
Gimana ni ceritanya episode kali ini hehe... semoga kalian suka ya
__ADS_1
Author upload cerita nya akan setiap hari jangan sampai terlewatkan ya dan dukung terus author agar semangat uptudate cerita nya...
see you 🤗