
****
Setelah hari dimana Abrar resmi menyelesaikan pendidikan sarjana nya Abrar resmi menyandang gelar Sarjana Teknik.Hari ini ia akan mulai bekerja menjalankan proyek pertama nya dinegaranya.
Abrar saat ini belum mempunyai keinginan untuk melanjutkan pendidikan S2, karna ia berfikir untuk bekerja lebih dulu agar membantu ekonomi keluarga.Semenjak ayah Abrar sakit banyak pengeluaran hingga keluarga Abrar hampir mengalami kebangkrutan.
"Hari ini aku memulai hidup ku yang baru, semua sudah ku buang dari ingatan ku.Saat ini aku harus fokus dengan karir ku,semoga semua berjalan lancar...fighthing "Ucap Abrar pada dirinya sendiri
Sejak kemarin Abrar mulai terlihat melupakan sahabat kecilnya sekaligus cinta pertamanya yaitu Gizka Hanan Syaukia.Bertahun-tahun ia mencoba melupakan nya namun nihil ia masih belum bisa melupakan semua yang telah terjadi....Hari ini ia memantapkan hati dan pikirannya untuk melupakan semua yang berkaitan dengan Gizka.
POV Gizka
"Huff gak kerasa ya al,kita udah mau lima bulan ada disini "Ujar Gizka
"Ahaha...kamu kok ngitungin si giz,kamu gak betah ya disini? apa karna ada orang dimasa lalu kamu si Abrar itu ada disini jadi kamu gak betah?"Ucap Alya
"Gak bukan gitu, kamu mah ih kok malah bahas itu sih al"
"Apa yang aku bilang bener, ni ya kak aku tuh heran kamu tuh pinter di akademik tapi kok malah mon maap ni Giz ...bahasa kasarnya bego masalah cinta perasaan hadehh ..."
"Kamu tau apa tentang cinta ,al...aku gak ada perasaan apa-apa sama dia al gk usah bahas itu deh "sebal Gizka
"Ya gini-gini aku tuh banyak mantan pacar Giz...aku ahlinya dibidang cinta "Ucap Alya dengan pede nya
"Iya deh iya bahasa gaulnya apa gelar untuk kamu playgirl or fu**girl"Ucap Gizka dengan candaan
__ADS_1
"Ih kamu mah kok tempe... "Ucap Alya tertawa
"Udah lah aku mau lanjut nugas dulu nih"Ucap Gizka mengakhiri percakapan itu
Berbeda dengan Abrar saat ini ia sedang bersiap-siap untuk pergi ke kantor itu saat ini ia tidak perlu mengajukan lamaran kerja karna ia langsung ditarik oleh perusahaan karna memiliki potensi yang baik....
"Pagi ayah, mama, adikku tercinta.... "Ucap Abrar dengan penuh semangat
"Wah udah rapih aja biasanya masi tidur kek orang mati hehe.... "ucap adik akbar
"Eh awas kamu gak aku kasih uang jajan tambahan nanti dek...secara sekarang kan aku udah kerja "Sombong Abrar
"Eh jangan gitu dong... mama liat tuh"rengek adiknya Abrar
Ayah abrar datang menuju meja makan dan bicara mengingatkan Abrar untuk menikahi Yuki karna sesuai dengan ucapan sang ayah Abrar akan menikahi Yuki setelah ia lulus dari kuliah nya.
"Abrar...kau ingat kan dengan perkataan ayah waktu itu "Ucap ayah Abrar yang sudah duduk di kursi meja makan
"Aku tidak ingat, Yah"Ujar Abrar pura-pura tidak tau
"Apa perlu ayah mengingatkan mu kembali "Ucap ayah Abrar ketus
"Ayah aku mohon... untuk tidak membicarakan hal ini, aku tidak mencintai Yuki aku TIDAK AKAN menikahinya."Jawab Abrar
"Abrar kau selalu membantah perkataan ayah mu ini jangan harap ayah akan menganggapmu anak ayah jika kau bersikap terus begini "Tegas Ayah Abrar
__ADS_1
Mood Abrar yang baik tiba-tiba berubah ia menjadi sangat kesal dan tidak berselera untuk makan...
Sebenarnya mama Abrar belum menceritakan bahwa beberapa waktu lalu Abrar sempat bilang menyetujuinya namun Abrar berubah pikiran ia butuh waktu untuk menikah saat ini ia mencoba untuk berkarir hingga mencapai semua impiannya
Abrar meninggalkan meja makan
"Abrar....dasar anak pembangkang"Ucap Ayah Abrar dengan raut wajah marah besar
"Sudahlah kita bicarakan pelan-pelan dengannya nanti "ucap mama abrar menenangkan ayah Abrar
Mama Abrar lupa akan keputusan Abrar saat itu karna mama Abrar sedang disibukan mengurus ayah Abrar saat itu hingga ia melupakan percakapannya dengan Abrar waktu itu
"Aku berangkat sekarang, permisi ayah.. mama"Ujar adik Abrar
"Habiskan makananmu dulu nak"ucap mama Abrar
"Maaf mah aku buru-buru "
"Baiklah"
Adik Abrar kesal melihat perdebatan pagi hari ini
"Selalu saja seperti itu, aku tidak mau tumbuh dewasa kalau seperti ini "Ujar nya
Bersambung
__ADS_1