
Hi hi.... para readersπ€π€π€ kali ini aku kembali lagi ....jangan lupa ya dukung terus novel pertamaku ini hehe.... dan tunggu terus episode-episode selanjutnya yang semakin seru hehe.... πππ
Setelah ada visualnya kalian semoga semakin suka dengan karya pertama author π
****
Setelah melaksanakan ibadah tak lupa Gizka selalu berdoa untuk kebahagiaan keluarganya terutama umi, abi, dan kakak Gizka.Setiap di dalam do'a Gizka ia selalu berharap suatu hari nanti ada seseorang pangeran yang akan menikah dengannya dan hidup bahagia hingga maut memisahkan, dan di pertemukan lagi di surga nya Allah SWT. Sehabis ia selesai berdoa itu ia membenahkan peralatan shalat nya,dan melanjutkan aktivitas.Sebelum ia melanjutkan tugas kuliah dan perbaikan skripsinya terlebih dulu ia membantu umi nya.
"Umii.... aku bantu ya" Ucap Gizka tersenyum
"Kamu ngagetain umi aja "Ucap umi sambil mengelus kepala Gizka
"hehehe.... maaf mi kira umi tidak dengar jadi aku manggil umi nya dengan suara tinggi ku ini"Ucap Gizka menggoda umi
"Hmm.... anak umi tidak berubah walapun sudah dewasa seperti ini" Ucap umi terkekeh
"Iya la umi... walapun aku sudah dewasa tapi aku tidak sedikit pun berubah,apa lagi sama umi"Sahut Gizka
"Kamu ini... "Jawab umi dengan menggelengkan kepala nya
"Aku bantu apa ni,umi ?sepertinya sudah selesai semua .Aku bantu menghabiskan makanan ini semua gimana? " Ucap Gizka
"Anak umi memang jago nya menghabiskan makanan... namun tetap ramping seperti ini"Ledek umi
"Umi... kok malah bilang gitu" jawab Gizka manja
"Baiklah...sudah Jam 12.30 abi mu pasti segera pulang, ayo bantu umi siapkan untuk menyiapkan makan siang" suara umi dengan nada lembutnya
"Siap Ibu Negara"Ucap Gizka dengan semangat nya
__ADS_1
Setalah selesai menyiapkan makanan itu tak lama kemudian Abi Gizka sampai
Berbeda dengan kondisi Abrar ,suasana sudah menunjukan sore hari menjelang malam. Namun ia masih berada di kampus sebut saja kampus A salah satu universitas terkenal di negara itu.
Ia masih sibuk dengan kegiatan nya di kampus itu. yaitu menyelesaikan tugas bersama teman-teman didalam ruangan tak jauh dari aula kampus
"Abrar"
Terdengar suara berteriak memanggil nama nya dan sontak Abrar tercengang karna yang memanggil nya tak lain adalah perempuan yang selalu mengejar-ngejarnya yaitu, Yuki.
"Apaan si itu cewek, ganggu aja dateng nyamperin kesini"Batin Abrar menggerutu
Raut wajah nya Abrar terlihat sangat kesal ketika melihat perempuan yg disebut reseh oleh Abrar.
"δΉ γγΆγ,brar" yang artinya (sudah lama tak jumpa brar).Ucap Yuki
"γ―γ" jawab singkat abrar yg artinya (iya)
Merasa kesal Abrar pergi begitu saja melewati Yuki. Yuki adalah teman kecil Abrar namun saat ini Abrar tidak menyukai keberadaan Yuki yang kembali lagi.
Disaat kondisi Abrar yang kesal, berbeda dengan Gizka yang sedang bahagia bersama keluarganya makan siang bersama.
Setelah selesai makan Gizka membantu umi mencuci piring setelah itu ia kembali ke kamar menyelesaikan pekerjaan atau tugas kuliah nya yang tertunda.
Saat melangkahkan kaki Abi Gizka memanggil
"Gizka... Bagaimana dengan kuliah mu. Apakah baik-baik saja?" Tanya Abi atau ayahnya Gizka.
"Alhamdulilah, baik-baik saja bi,tidak perlu ada yang di khawatirkan." jawab Gizka
__ADS_1
"Alhamdulilah nak, semoga kamu tercapai lulus akhir tahun ini"
"Aaminn... iya abi doakan terus agar setiap jalan Izka di beri kemudahan" Ucap Gizka
"Iya...Abi dan Umi selalu mendo'akan yang terbaik untuk kamu dan kakak mu" Sahut Abi
"Makasih... Abi" Ucap Gizka mendekati Abinya lalu memuluk nya.
"Umi gk dipeluk juga ni... "Sahut umi kesal
"Umii... sini aku peluk" mendekat ke umi lalu memeluknya.
Terlihat wajah kebahagiaan di raut wajah Gizka.
Setelah di kamarnya tiba-tiba Gizka merasa kehilangan. ia pun merasa bingung.
"Kenapa rasanya beda ketika aku tidak bersama orang tua ku dan teman-teman ku...seperti ada yg hilang" Batin Gizka bertanya-tanya.
Gizka melihat ke arah buku diary nya dan mulai menulis mengungkapkan perasaanya yang sebenarnya sedang ia rasakan
"Kita adalah dua manusia yang saling menemukan, tapi aku tidak tau apakah proses kita saling bertemu itu salah atau bukan. Ya hanya tuhan mu dan tuhan ku lah yang tau"
Setelah menulis Gizka tenggelam dalam lamunan nya beberapa saat kemudian ia tersadar dari lamunannya
"Astagfirallah, Kenapa akhir-akhir ini sering melamunkan sesuatu tanpa sebab" Ucap Gizka sendiri
Gizka beranjak dari meja belajar nya dan menuju dekat ranjangnya tak jauh dari ranjang nya terdapat laci kecil yang ada sebuah bingkai foto ia dan Abrar.
"Padahal aku sudah simpan ini, tapi kenapa ada di luar laci ?" Gizka kebingungan akan hal itu.
__ADS_1
Bersambung
Sampai jumpa minggu depan selamat malam π€π€π€π€