
****
Dulu kamu tidak menyukaiku ,tapi akan ku pastikan kamu akan menemukanku dengan versi berbeda.Dan tidak bisa kau miliki! ~Yuki~
Abrar meninggalkan kamar sang adik,lalu ia sebelum pergi ia menyiapkan makanan terlebih dulu karna ia tak tega meninggalkan sang adik sedangkan orang tuanya saat ini tidak berada dirumah
Abrar mengurungkan niatnya untuk pergi sarapan di luar seperti kemarin.
"Aku akan siapkan makanan terlebih dulu setelah itu aku akan pergi "Gumam Abrar
"Dek...sarapan dulu setelah itu baru kau pergi kesekolah mu"Teriak Abrar dari depan pintu kamar sang adik
"Iya...kak sebentar lagi aku ke ruang makan"
"Baiklah...hehe padahal aku belum mulai memasaknya"Gumam Abrar
Abrar langsung menuju dapur untuk membuat sarapan pagi ini
Di kediaman Yuki pagi ini keluarga mereka sedang berkumpul untuk makan pagi tiba-tiba suara bel pintu diluar berbunyi
ting... tong...
Dalam bahasa jepang
"Bi, tolong buka pintu itu"Ucap papi Yuki
"Siapa pagi-pagi sudah bertamu"Ucap mami Yuki
"Nak kau akan mulai bekerja di kantor papi saat ini, jangan terus-terusan bermain-main ingat cuma kau yang papi harapkan"ucap papi Yuki
"Iya papi...beri aku waktu beberapa bulan lagi setelah itu aku akan siap mengurus pekerjaan di kantor"
"Tuan silahkan masuk...tuan Darwin dan nyonya shizu ada diruang makan"ucap bibi
"emm baiklah... terimakasih"Ucap ayah Abrar
__ADS_1
"Ayah seharusnya kita tidak terlalu pagi datang menemui tuan Darwin"ucap Haru mama Abrar
"Sudahlah kita harus bicara secepatnya agar tuan Darwin tidak menunggu terlalu lama keputusan dari keluarga kita dan kita harus membujuk tuan Darwin agar menunda rencana pernikahan ini....ayo kita masuk"
"Baiklah... ku percayakan semua padamu"jawab mama Abrar
Ayah dan mama Abrar sudah berada di ruang makan keluarga Yuki
"Tuan Darwin maaf mengganggu waktu sarapan pagi mu"Ucap ayah Abrar sopan
"Rupanya kau tuan... silahkan bergabung dengan kami ayo silahkan duduk... "Ucap papi Yuki
"Terimaksih tuan... "
Ayah dan mama Abrar ikut bergabung sarapan pagi ini. Ayah dan mama Abrar sengaja tidak memberitahu Abrar jika mereka ingin bertemu dengan keluarga Yuki. Saat mereka pergi ayah dan mama Abrar hanya berpamitan dengan adik Abrar.Ayah Abrar mengingatkan kepada Dekisugi yaitu adik abrar untuk tidak memberitahu kepada Abrar bahwa mama dan ayah pergi untuk menemui keluarga Yuki.
Dekisugi adalah adik Abrar saat ini ia menginjak SMP kelas 9 sebentar lagi akan memasuki kejenjang lebih tinggi yaitu SMA.
"Bagaimana kabar mu tuan... kudengar beberapa hari lalu kau masuk rumah sakit, maaf aku kemarin tidak bisa menjenguk mu.terlalu banyak pekerjaan kantor yang harus kutangani"Ujar Darwin papi Yuki
"Tidak apa,sudah di wakili oleh putrimu,Yuki..." Ucap Ayah Abrar tersenyum sambil mantap Yuki
Mama Abrar hanya diam tidak terlalu banyak bicara
"Bagaimana dengan mu nyonya haru"Sapa mami Yuki
"Baik seperti yang kau lihat nyonya... "jawab mama Abrar tersenyum
"Mari kita makan dulu setalah itu baru kita berbincang "Ajak Darwin
Saat ini mereka sedang sarapan bersama.Berbeda dengan Abrar dan Dekisugi saat ini mereka sedang menyiapkan makanan seadanya.
"Habiskan sarapan mu, setelah itu baru kau pergi"ucap Abrar
"Iya bawel... kak aku minta uang saku ayah dan mama tidak memberi uang saku hari ini"
__ADS_1
"Iya akan ku berikan habiskan terlebih dulu makanannya"
Dilain sisi Gizka yang saat ini sedang terburu-buru menuju kampus hari ini ia ada kelas pagi
"Alya aku pergi dulu, kau makan saja ramen instan punya ku aku tadi masak lebih"
"Baiklah...eh Gizka jujur ya gw agak kaku kalo bilang aku kamu jadi gak apa kan kita make bahasa lebih santai kek gw lu "
"Ya ampun...Alya santai aja kali biasanya juga gw lu kalo masi di Indonesia sama temen-temen, "
"Widih iya selo gan ahahaha..."
Pagi Gizka dan Alya sudah diawali dengan candaan,mereka mulai memahami satu sama lain dan mereka menyadari bahwa mereka satu frekuensi.
"Yasudah gw duluan al... mandi oi jangan lupa bau kalajengking bandan lu ahaha... "ledek Gizka
"Wah parah wah... eh tapi emang iya si ahahah"jawab Alya
Gizka keluar dari dalam asrama dan menuju kampus yang jaraknya sangat dekat dengan asrama .Gizka berjalan sedikit santai sambil menikmati udara dipagi hari ini.
Semesta sudah mengatakan ikhlaskan,tapi mengapa hati ini masih sulit mengikhlaskan
~Gizka~
"Haruskah aku berteman baik lagi dengan nya.. aku tidak mau perasaan ini semakin membuatku tidak tau diri, aku dulu belum mengerti akan keadaan ini setelah aku dewasa saat ini aku mengerti aku tak akan pernah bisa bersama dengannya"lirih Gizka dalam benaknya
Gizka akhirnya sampai didepan kelas namun belum ada yang datang jadi ia duduk dan mendengar murotal Al-Qur'an terlebih dulu menggunakan android nya dengan headsat.
Menaruh rasa pada manusia adalah seni sederhana untuk menderita
~Abrar~
Kediaman Yuki sarapan mereka sudah selesai dan mereka sudah berada di ruang tamu, ayah Abrar mengawali perbincangan dengan memuji Yuki
"Kau beruntung tuan Darwin mempunyai anak seperti Yuki perempuan yang cerdas, cantik dan mempunyai sikap yang baik"Ucap Ayah Abrar
__ADS_1
Yuki tersenyum senang mendapat pujian dari ayah Abrar. Berbeda dengan mama Abrar yang kesal karna ucapan itu bertolak belakang dengan kenyataanya
Bersambung