Ku Tunggu Kau Di Negeri Sakura

Ku Tunggu Kau Di Negeri Sakura
Berjodoh


__ADS_3

****


"ごめんなさい"(Maaf)


Ucap Gizka dengan sopan tanpa melihat wajah orang yg ia tabrak


"構いませんよ"(Tidak apa-apa) balas orang itu


Saat wajah Gizka mendongak melihat orang yang tak sengaja bertabrakan Gizka terkejut


"Kamu...Fajar "Ucap Gizka


"Gizka..."


"Kamu ngapain disini, jar..."


"Ternyata kita ditakdirkan untuk bertemu lagi Giz... sepertinya kita benar-benar berjodoh" Ucap Fajar menggoda Gizka


"Ahahah....aku inget kamu bilang kalau kita bertemu lagi berarti kita jodoh... "


"Nah kan benar kataku, Alhamdulilah ternyata kamu jodoh aku.... "Ucap Fajar


"Jodoh... emm tidak ada yang tau jar entahlah kamu jodohku atau bukan atau kematian lebih dulu menjemputku dari pada jodohku"Ujar Gizka


"eh kok kamu bilang gitu...memang benar si tidak ada yang tau takdir, kematian lebih dulu menghampiri kita atau jodoh"jawab Fajar


"hehe... iya kan jar. kamu disini ngapain jar"


"Mungut botol bekas Giz"Ledek Fajar


"Ish...aku serius jar "


"Aku ada disini tandanya aku berkuliah disini juga Gizka Hanan syaukia "

__ADS_1


"Serius kamu wah... aku tidak menyangka kita satu kampus"


"Iya gak nyangka ya... kamu ada jam gk? "


"Astagfirullah aku sampe lupa,bentar lagi aku ada kelas,maaf jar aku duluan ya maaf sekali lagi aku tidak sengaja nabrak kamu hehe... "


"Masi muda udah pelupa... oke gak masalah jangan formal gitu dong jadi kaku aku Gizka hehe... "


"Emm iya jar maaf, aku duluan ya"


"Iya ka gak apa lain kali kita bertemu ya... "


"Oke siap... Assalamualaikum "


"Wa'laikumsalam"jawab Fajar


Gizka terburu-buru menuju kelas ia keasikan mengobrol sampai lupa ada jam di siang ini


"Owh.... iya aku lupa minta nomor telfon nya"ujar Fajar


"Alhamdulilah ku kira aku terlambat "Ucap Gizka pada dirinya


POV Abrar


Abrar saat ini masih berada di proyek pembangunan hotel, ia saat ini tak ingin balik ke kantor. Sebenarnya Abrar diberikan sebuah ruang khusus untuk dirinya bekerja,oleh klaine.Namun Abrar saat ini ingin melihat pembangunan itu dimulai.


Suara telfonnya Abarar berbunyi


kring... kring...


"Hallo... "


Abrar menjawab tanpa melihat nama orang yang menelfonnya

__ADS_1


"Nak setelah pekerjaannya selesai kamu langsung pulang kerumah ya"


"Mama... emm aku ada urusan sebentar ma, maaf"


"Brar dengarkan mama, kamu jangan kemana-mana setelah menyelesaikan pekerjaan mu... langsung pulang. "


"Ada apa lagi mah... kalau ingin bicarakan tentang pernikahan aku tidak mau"


"Sudah lah nak... nanti kau akan tau pulang lah langsung ke rumah jika pekerjaanmu sudah selesai"


"Hmm...baiklah aku akan pulang langsung nanti,mah"


"Bye...sayang mama selalu mendoakan mu"


"Terimakasih,mah"


Panggilan telfon terputus


tut.. tut...


"Hufft...lihat saja yuki! aku tidak akan mau menikahi mu, apalagi aku sudah tau jika ayah punya tujuan lain. mengapa harus menikah dengan yuki? menyebalkan...."


Gizka sudah menyelesaikan kelasnya saatnya ia pulang tak terasa waktu sudah menunjukan sore hari.Gizka langsung pulang menuju asrama yang tak jauh dari gedung di area kampus nya


"Aku ke mini market terlebih dulu deh..."


Abrar saat ini sudah keluar dari area proyek pembangunan seharian ini ia ikut memantau pembangunan hotel tersebut


"Sebaiknya aku langsung pulang saja... sabar abrar tidak lama lagi kamu akan bisa membeli rumah sendiri aku tidak bisa terus-terusan seperti ini"


Apartments yang ia punya sudah ia jual untuk kebutuhannya saat pengeluaran dirumah Abrar semakin banyak ia berniat tidak ingin merepotkan orang tuanya


Abrar menuju halte bis saat ini ia masi belum mau mengendarai mobil ayahnya karna ia ingin menggunakan mobil hasil dari jari payahnya sendiri.Tak lama ia menunggu bis itu datang

__ADS_1


Didalam bis Abrar termenung memikirkan perkataan ayahnya, ia tak menyangka ayah nya akan bicara sampai tak mau menganggap dirinya sebagai ayah dari Abrar hanya karna Abrar tak mengikuti satu permintaannya


Bersambung


__ADS_2