
****
Malam hari pun tiba, dikediaman Abrar semua orang sudah ada di rumah.Abrar berencana ingin bicara malam ini kepada ayah dan mama nya tentang yang dikatakan Yuki siang itu.
Abrar keluar kamar menuju ruang tamu, ia melihat tidak ada ayah, mama dan adiknya disana
"Kemana ayah dan mama sepi sekali, aku lihat kekamar nya saja"Gumam Abrar
Abrar menuju kamar ayah dan mama nya,sampai didepan pintu kamar Abrar mengetuk pintunya
tuk... tuk..
"Ma...ayah...aku ingin bicara dengan kalian"Ucap Abrar
Pintu terbuka
"Iya sayang...tunggu diruang keluarga mama dan ayah di ruang keluarga "ujar mama Abrar
"Baiklah..."
Ayah Abrar sedang meminum obat-obatnya dibantu dengan mama Abrar
"Kenapa ma, Abrar ingin bicara dengan kita?" ujar ayah Abrar
"Iya ayah... anak kita ingin bicara ia sudah menunggu di ruang keluarga"jawab mama
__ADS_1
"Baiklah ayo kita kesana"
Diruang keluarga Abrar sudah menunggu,tangan Abrar mengutak-ngatik layar didepannya sambil menunggu orang tuanya turun kebawah ke ruang keluarga
Orang tua Abrar saat ini sudah berada di ruang keluarga bersama dengannya
"Apa yang ingin kau bicarakan nak"Ucap mama Abrar membuka obrolan
"Bicaralah...saat ini ayah harus istirahat"ucap ayah Abrar lembut
Abrar menghentikan aktivitas nya
"Begini yah... ma... siang tadi aku tak sengaja bertemu dengan Yuki"
"Yuki mengatakan bahwa ayah dan mama tadi pagi menemui keluarga Yuki dan bicara soal pernikahan ku dan Yuki... apa itu benar ma.. yah? "
"Benar yang dikatakan Yuki...lalu kau kenapa?"jawab ayah Abrar
"Mengapa ayah dan mama tak memberitahu aku terlebih dulu, aku kan sudah bilang aku tidak mau menikah muda dan tidak mau menikah dengan wanita itu"tutur Abrar
"Ayah bertanya padamu kenapa,kau malah memberi pertanyaan ke ayah mengapa"ujar Ayah Abrar masih dalam Nada bicara lembut
"Maaf ayah sebelumnya aku tidak bermaksud apa-apa... aku hanya terkejut saat Yuki bilang seperti itu ku pikir ia berbohong dan ayah mengapa tak bilang dulu padaku jika ingin pergi ke rumah keluarga Yuki"
"Abrar dengarkan ayah baik-baik...ayah melakukan ini agar kau bahagia, kau lihat saat ini kita tak sekaya dahulu sewaktu kau bersekola"ujar ayah Abrar
__ADS_1
"tapi yah... "
"Jangan kau potong ucapan ayah mu ini, dengar penjelasan ayah dahulu"Ucap ayah Abrar dengan nada tinggi
"Sudah lah tak perlu emosi seperti ini"ucap mama Abrar menenangkan Ayah Abrar
Dilain tempat di kediaman Yuki saat ini, keluarga Yuki sedang makan bersama L, papi Yuki membuka obrolan disela makan malam
Dalam bahasa Jepang
"Bagaimana Yuki, papi saat ini ingin kau segera menikah dengan Abrar... kau harus membuat Abrar bertekuk lutut dengan mu"
"Lihat saja pi, aku pastikan Abrar akan bertekuk lutut dengan ku namun tidak saat ini.. aku sudah merencakan semua yang harus ku lakukan"jawab Yuki
"Nak jangan sampai kau menyakiti Abrar ataupun keluarganya dalam rencana yang kau buat... mainkan saja perasaan Abrar pasti dia akan tunduk padamu jika ia sudah sangat mencintaimu nanti"Ucap mami Yuki
Keluarga Yuki memanglah licik mereka hanya memanfaatkan keluarga Abrar namun ayah Abrar tak menyadarinya
"Baiklah mami... papi... lihatlah kehebatan anak anak mu ini,siapa yang tak terpesona dengan ku"ujar Yuki sombong
"Papi percaya padamu... "ucap papi Yuki
Abrar masih berdebat dengan sang ayah namun kali ini Abrar mendapat titik temu mengapa Ayahnya sangat ingin ia menikah dengan Yuki, semata-mata hanya untuk kebahagiaan dirinya
Bersambung
__ADS_1