
****
Rindunya Unik, hanya berbisik didoa tapi membumi dijiwa karna rindu nya tak halal bagiku
~Bimo~
Papi Yuki merasa ikut senang atas pujian yang disampaikan ayah Abrar.
Dalam bahasa Jepang
"Tuan... kau berlebihan tapi kau benar putriku ini memang sempurna dimata kami" Ucap papi Yuki diiringi tawa bahagia
"Ahaha...iya tuan Darwin putrimu ini sudah sangat cocok untuk menjadi menantu kami"balas ayah Abrar
"Iya omong-omong kapan pernikahan anak-anak kita dilaksanakan... Yuki dan Abrar sudah sama-sama menyelesaikan pendidikan sarjana nya"Ucap Darwin serius
"Begini tuan kedatangan kami kemari tujuannya untuk bicarakan soal ini"jawab ayah Abrar
Yuki mendengar hal ini ia merasa sangat gembira begitu pula dengan sang mami
"Ya sudah bagaimana bulan depan kita adakan pernikahan anak-anak kita agar Abrar segera bergabung membantu ku diperusahan...kemampuan Abrar sudah tak perlu diragukan dibidang property dalam membuat konsep desainnya"tutur Darwin papi Yuki
"Maaf tuan sebelumnya kami datang kemari untuk meyampaikan bahwa Abrar putra kami belum siap untuk menikah,ia ingin fokus pada karir nya dahulu baru ia siap untuk menikah dan sebelumnya anda jangan salah paham dulu dengan keputusan yang Abrar putraku buat ini"jelas ayah Abrar
Raut wajah Darwin saat mendengarkan ayah Abrar mengekspresiakan tidak suka dengan penjelasan ayah Abrar namun ia menutupi nya karna sebenarnya papi Yuki yaitu Darwin hanya ingin memanfaatkan Abrar saja setalah menjadi bagian dari kelurga Yuki kelak
"ahahah santai saja tuan... aku mengerti Abrar sedang menyiapkan dari segi materi maupun mental agar anakku bahagia bersamanya kelak, benar begitu bukan tuan dan nyonya Haru"ujar Darwin dengan senyum terpaksa
Yuki mendengar perkataan ayah Abrar ia terpancing, ia menjadi kesal dengan sikap Abrar yang tak mau menerimanya
__ADS_1
"Lihat saja Abrar engkau ku pastikan akan menyesal dengan apa yang pernah kau ucapkan, aku tau kau tidak mau menikah dengan ku bukan karna alasan yang sudah ayah mu jelaskan...siapa perempuan itu yang membuat kau tak mau menerima ku? secantik dan sekaya apa dia? "batin Yuki mulai berkelana memikirkan ucapan ayah Abrar
"Tentu... tentu benar tuan dan nyonya shizu aku juga sangat ingin anak-anak kita menjalin ikatan pernikahan agar hubungan keluarga kita jadi lebih erat"ujar ayah Abrar
Mama Abrar ikut menjawab pertanyaan yang diucapkan Darwin agar mereka bisa meyakinkan tuan Darwin
"Iya tentu... tuan aku sebagai mama nya selalu mendukung Abrar namun benar yang dikatakan suamiku saat ini anak kami sedang fokus terlebih dulu untuk mencapai mimpi-mimpinya "ucap mama Abrar
"Iyaa... itu sangat bagus keputusan Abrar memang tepat agar putriku juga bisa hidup bahagia dan mandiri bersama Abrar "sahut mami Yuki
Setalah cukup lama mereka berbincang tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 09.30 ayah dan mama Abrar berpamitan untuk pulang.Ayah Abrar menjadi sedikit lega karna sudah bicara dengan keluarga yuki
Dilain sisi dikediaman Abrar mereka sudah tidak dirumah Abrar sudah berangkat ke kantor adik Abrar yaitu Dekisugi pun susah berada disekolah saat ini
flashback on
"Dek...ini uang saku untuk mu ingat jangan boros akhir-akhir ini pemasukan keluarga kita lebih sedikit dibanding pengeluaran"ujar Abrar
Keluarga Abrar,awal nya mereka adalah keluarga kaya semua kebutuhan selalu terpenuhi namun akhir-akhir ini setelah ayah Abrar mulai mengalami sakit-sakitan entah kenapa tiba-tiba perekonomian mereka sangat menurun
"Hati-hati dijalan... "
"Terimakasih... aku pergi"Ucap Abrar membungkuk lalu meninggalkan rumah
"Huff aku bereskan ini dulu setelah itu aku akan pergi menuju kantor karna jadwal hari ini aku tidak akan ke pembangunan itu"
Setelah Abrar menyelesaikan pekerjaan rumah membereskan alat-alat makan dan masak yang kotor ia segera pergi kekantor
POV Gizka
__ADS_1
Tak lama aku menunggu,teman-teman kelas ku mulai berdatangan saat ini aku belum terlalu dekat dengan teman-teman ku selain Alya aku masih sedikit canggung dengan mereka
Ara salah satu teman kelas ku yang mulai akrab dengan ku namun aku belum begitu bisa memahami nya jadi aku masih sedikit kaku dengannya hanya sekedar obrolan mengenai tugas saja
"Hai, Ara"Sapaku
"Hai,あなたの仕事は何ですか、何か問題はありますか"(Bagaimana tugas mu Gizka, apa ada kesulitan?) Ucap ara
"今でなければ、あなたはどうですか?"(Kalau saat ini tidak bagaimana dengan mu? )jawab Gizka
"少しですが、私はそれを終えることができます"(sedikit, tapi masi bisa kuselesaikan hehe) jawab ara diiringi tawa
Ara saat ini duduk disebelah Gizka tak lama semua mahasiswa/i sudah datang semua dan professor yang akan mengisi materi pertemuan kali ini sudah datang
flashback off
Orang tua Abrar sudah sampai kekediaman mereka selama perbincangan mereka dangan papi dan mami Yuki, Yuki tidak banyak ikut bicara hingga mama Abrar merasa heran tak biasanya Yuki diam
Dibelahan negara lain seseorang sedang melamun terlihat raut wajah banyak sekali yang dipikirkan dia adalah Bimo teman Gizka sewaktu kecil yang saat ini menaruh rasa dengan Gizka
"Mengapa aku bisa berubah seperti ini... hanya karna seseorang yang dulunya aku tak suka, tuhan apakah ini karma untukku.Aku yang dulu membencinnya mengapa saat ini aku malah menginginkan nya"gumam Bimo lirih
Bimo saat mulai menyadari bahwa ia menyukai Gizka ia tiba-tiba berubah mulai dari sikap, gaya berpakaian dan pola pikirinya
Gizka membawa kesan positif untuk Bimo
perubahan demi perubahan ia alami sehingga ia saat ini menjadi seorang Bimo yang sangat dewasa dan bijaksana ia tak lagi berpenampilan arogan atau semacamnya
Awal perubahan Bimo disadari oleh keluarga dan juga teman-temannya Bimo berubah bukan hanya karna Gizka namun itu dari lubuk hatinya lewat Gizka lah ia bisa menyadari semua perilaku ataupun lainnya yang ada pada dirinya dulu sangatlah buruk
__ADS_1
"Gizka,kau mungkin sangat kesal terhadap ku, tapi tak apa aku tak marah padamu tapi biarkanlah aku mendo'akan untuk kebahagiaan mu aku tak terlalu berharap bahwa suatu saat aku akan berjodoh dengan mu"ucap bimo sendu
Bersambung