
****
Umi mengajak Gizka untuk masuk ke rumah dengan Abrar
"Ayo nak ikut ke rumah, kebetulan umi buat donat tadi"
"Ayo Abrar"Ajak Gizka
"Iya Gizka... " Jawab Abrar
Setelah masuk kedalam rumah nya umi langsung ke dapur untuk menggoreng donat yg sudah dibuat sambil menunggu,Abrar dan Gizka ngobrol layak nya orang dewasa.
"Abrar kamu tidak sekolah?"Tanya Gizka
"Aku belum masuk sekolah karna aku baru pindah ke Indonesia"Jawab Abrar
"Owh gitu ya udh kamu sekolah ditempat aku sekolah ya"
"Kamu sekolah dimana giz"
"Aku sekolah di madrasah"Ucap Gizka
"Owh nanti aku bilng ke mama ku ya giz, biar kita bisa satu sekolah "Sahut Abrar
Tak lama kemudian umi membawa donat yang sudah digoreng nya
"Nah ini udah mateng siap disantap "Sahut umi
"uwaa...kelihatan nya enak" jawab Gizka antusias
"Nak Abrar,kamu panggil umi aja ya.Biar lebih akrab"Jawab umi sambil tersenyum
"Iya umi..."Ucap Abrar
"Umi masih ada kerjaan kalian Jangan main jauh-jauh ya"Perintah umi
"iya umi... Siapp"jawab Gizka
Umi melanjutkan pekerjaan rumahnya, mencuci piring dan pakaian
__ADS_1
"Abrar kamu tinggal di sebelah mana,rumah mu? "tanya Gizka
"Tidak jauh dari rumah mu ini, Giz"
"Owh gitu ya...."Jawabnya
"Giz kamu mau tidak jadi sahabat aku, karna kamu adalah orang pertama yg menjadi teman ku"Ucap abrar sambil tersenyum
"Uwa...iya aku mau jadi sahabat mu"Jawab nya antusias
"Aku janji akan selalu menjadi sahabat baik untuk mu "Ucap Abrar
"janji ya..." jawab Gizka
"iya, aku akan melindungi mu dan menjaga rahasia kalo kamu cerita sama aku"Sahut Abrar sambil tersenyum
"Aku senang bisa bertemen dan menjadi sahabat untuk mu ,Abrar" jawab Gizka
Sudah pukul 11.30 Abrar pamit untuk pulang karna tak terasa ia sudah lama bertamu di rumah Gizka
"Giz, aku pulang dulu ya khawatir dicariin ayah dan mamah ku"
"Umi..... abrar mau pulang"suara Gizka memanggil umi
"iya... nak" Sahut umi keluar
"Kok buru-buru mau pulang nak"
"Iya, umi tadi Abrar tidak izin ke orang tua Abrar soalnya"
"Owh gitu, mau diantar?" tanya umi
"Tidak perlu repot-repot mi, rumah abrar tidak jauh kok selang dua rumah saja"
"Ya sudah...hati-hati ya nak... "
"Terimakasih umi..."
"Gizka, aku pulang ya besok aku main kerumah mu lagi"
__ADS_1
"oke... "Sahut Gizka sambil tersenyum
Setelah sampai di rumah mamah Abrar bertanya
"Dari mana saja kamu Abrar,pergi gk bilang-bilang, mama"
"Main ke rumah Gizka... temen baru sakaligus sahabatku,ma"
"lain kali bilang mamah ya, kalo mau main"
Abrar langsung menanyakan kepada mamah nya mengenai sekolah nya
"Ma, Abrar boleh sekolah di madrasah gk? "
"Madrasah, sekolah apa itu dan dimana? "
Mama abrar tidak begitu familiar dengan sekolah Madrasah namun lama-lama terbiasa akan menggunakan bahasa Indonesia dan saat ini mama Abrar tidak mengetahui sekolah madrasah itu apa karna mama abrar asli orang jepang yg baru saja datang ke Indonesia, dan tidak terlalu menguasai kosa kata nya.
"Coba kamu tanya ayah mu? "
"Ayah.... aku mau sekolah di madrasah "teriak Abrar
"Apa... "Jawab ayah abrar dengan kaget
"Itu sekolah khusus untuk agama Islam ,abrar sayang"
"Emang kenapa ,yah? " tanya Abrar kebingungan
"Abrar kita itu non muslim"jawab ayahnya
"lalu...? "Abrar bertanya
Keluarga Abrar tidak menyetujuinya karna mereka non muslim dan ayah abrar termasuk taat dengan agamanya yaitu kristen
"Tetep gk bisa"Jawab ayah Abrar dengan tegas
"Tapi... ayah"
"Tidak ada tapi-tapian, oke"
__ADS_1
Bersambung