KUMPULAN CERPEN REMAJA

KUMPULAN CERPEN REMAJA
CERPEN #12 AKU MANUSIA! #1


__ADS_3

Teras adalah seorang wanita berambut pirang dari keluarga Wilson. Ia hidup dengan kedua orang tuanya dan adik semata wayangnya, Lauren. Teras sendiri kini sudah berumur 32 tahun yang sudah menikah bersama seorang lelaki bernama Key. Hidup Teras sudah hampa sejak dirinya tahu bahwa Key hanyalah menginginkan tubuhnya dari pernikahan bisnis antar ayah nya dan suaminya itu.


Terlebih lagi, Key sangat menyayangi pacar yang kini lebih muda dan lebih cantik daripada Teras. Key sangat menjaga pacarnya yang bernama Nana dibanding Teras. Yang sangat membuatnya terpukul karena terkhianati.


Walau sudah menikah sejak lama sudah lebih dari 10 tahun. Namun Teras tidak dapat hamil lagi sejak dirinya mengalami kecelakaan saat usia kandungannya memasuki usia 2 bulan. Yang mengalami pendarahan pada rahim dan membuat anak dua pasangan Key dan Teras itu meninggal dunia sejak 7 tahun yang lalu.


Key tentu saja sudah kehilangan respek dan kecewa dengan dirinya sendiri dan Teras. Hingga membuatnya mencari perempuan lain yang bersedia sebagai pacarnya walau tahu bahwa Key sudah menikah dengan seorang wanita.


Suatu hari....


Key sedang bersama Nana di sebuah restoran. Kebetulan Teras juga habis pulang dari bekerja bersama temannya mengunjungi restoran. Disitu terdapat seorang pria bernama Jay yang sudah berkepala 4 menggendong seorang putri. Namun pandangan Teras ketika pertama kali membuka pintu restoran langsung tertuju kepada Kay dan Nana yang asik berduaan melihat jalanan tanpa memperdulikannya yang pasti mereka melihatnya.


Teras menggenggam erat tangannya dan mengacuhkan mereka. Ia langsung pergi menemui Jay dan berbicara serentak beberapa menit dengan teman wanitanya juga.


"Aku harus pergi sekarang, sebentar lagi pukul 3 sore dan aku belum membuat makan malam. Sampai jumpa, Jay!" ucap teras melambaikan tangan kepada Jay.


Teras keluar dari ruangan Jay setelah mengobrol dan berniat langsung pulang. Namun Kay menoleh dan menatap tajam ke dirinya, namun sakit hati Teras yang merasa Kay tidak pernah menganggapnya selama ini pun akan ia balaskan. Ia mengacuhkan tatapan Kay dan berbicara tanpa beban sembari keluar dari restoran.


"Nana, aku harus keluar dan pulang sekarang." ucap Kay mengambil jaket kerjanya.


"Kenapa kau harus pulang sekarang, sayang? kan bisa nanti." ujar Nana menatap Kay yang merapikan pakaiannya.


Kay menggeleng dan tersenyum. "Besok kita bertemu lagi, ini ongkos buat jajan mu hari ini. Bye!" Kay melambaikan tangan setelah memberikan kartu kredit nya kepada Nana.


"Kay.. kay tapi... haish.. sudahlah. Lagipula aku sudah mendapatkan uang dari nya." Nana tersenyum senang dan mengambil tasnya pergi dari resto.


Di perjalanan Teras sama sekali tidak melihat mobil Kay yang mengambil jalan searah dengan dirinya. Padahal Kay sempat melewati Teras dengan membunyikan klakson dengan sengaja. Namun Teras seolah masa bodoh dan tertawa mendengar kalimat lucu dari temannya itu.


"Ku rasa taksi ku sudah datang, maaf teras. aku tidak dapat pulang bersama mu." ucap nya dengan bersalah.


Teras menggeleng. "Pergilah. Jangan pedulikan aku, aku pasti baik-baik saja." ucap Teras kepada temannya.


"Baiklah, sampai jumpa!" ucap nya kemudian memasuki taksi.


Teras menatap mobil taksi yang ditumpangi oleh temannya itu dengan tersenyum seolah melambaikan tangan. Kemudian Teras berjalan pelan membiarkan rambut panjang nya yang tergerai indah ditiup angin kencang siang hari.


Tanpa disadari ketika Teras berjalan menuju halte bus sebuah mobil asing berhenti di depannya dan menarik tangannya untuk masuk. Menutup mulutnya dengan kain yang sudah di beri obat bius dan segera meninggalkan lokasi sebelum ada yang menyadarinya.


Teras meronta dan memaksa agar hidungnya tidak menarik nafas ketika kain itu masih di wajahnya. Ia langsung memukul kepala dua orang di samping kanan dan kirinya lalu mencekik leher orang yang menyupir dengan tali tasnya.


"Berhentikan mobil ini atau aku membunuh mu." ucap Teras.


"Uhuk uhuk!!.."


Tangan teras langsung melonggar ketika dua pria tadi masih sadar dan mengikatnya dengan tali. Dengan keahlian Teras, teras langsung mencakar dan meronta dengan sekuat tenaga membuat kedua pria itu kewalahan hingga tak sampai dapat mengikat teras.


"Berhentikan mobil ini atau kalian akan mati!!!" Teras berbicara keras kepada mereka.


"Kau memang akan membunuh kita dengan cara apa?" ucap supir dengan menatap kaca spion tersenyum meremehkan.


Teras tersenyum dan menunjukkan kukunya kepada si supir. Dan menggores nadi kedua orang yang ada di sebelah kanan dan kirinya yang sedang pingsan itu sampai sekarat. Setelah selesai sampai mengeluarkan darah, Teras menatap supir dengan mata psikopatnya.


"Giliran kamu." ucap teras mencekik leher si supir dengan tali tas dan berusaha menggoyangkan setir di jalanan sampai mobil oleng.


"Uhuk uhuk!!..."

__ADS_1


"Berhentikan nggak? atau.."


"Iya iya aku akan berhentiin untuk mu!! sebelumnya lepasin aku dulu!" ucapnya melas.


Teras pun meregangkan tali tasnya, namun tetap stay di dekat lehernya. Sembari menunggu si supir memperhentikan mobilnya, teras mengikat nya dengan tali sampai si sipur tak dapat bergerak setelah memperhentikan mobil.


"Sekarang katakan, kau di suruh siapa?" tanya Teras menatap supir.


"Nona Nana." ucap nya.


"****** itu..." Teras menggertak gigi nya dengan marah.


Teras menatap supir itu dengan tersenyum smirk.


"Tunggu saja ajal mu tiba." ucap Teras keluar dari mobil.


"Wanita sialan!" umpat supir meronta.


Teras pun dapat bernafas dengan lega setelah keluar dari mobil itu dan berlari tanpa alas kaki menuju rumahnya.


Ceklek!


Teras langsung bersandar di pintu rumahnya dengan nafas yang tersengal-sengal. Ia mendapati suaminya menatapnya dari bawah sampai atas dengan rokok di tangan.


"Kenapa kau menatap ku seperti itu?" tanya Teras berjalan mengambil air minum di dapur.


"Kau dari mana?" tanya Kay.


"Bukan urusan mu."


Glek glek glek


Kay pun mematikan Putung rokok nya dan berjalan mendekati Teras.


"Kenapa kau sexy sekali..." ucap Kay sembari memeluk Teras dari belakang.


Teras pun dapat merasakan aroma alkohol dari badan Kay.


"Kau mabuk!?" tanya Teras.


"Tidak teras... aku tidak mabuk. Aku menginginkan mu dengan sadar." ucap Kay.


"Aku tidak mau! jangan mendekati ku!" ucap Teras.


Kay tersenyum smirk menatap teras yang menjaga jarak dengan dirinya. Kedua tangannya bertumpu pada meja seolah menahan tubuhnya agar tidak jatuh. menatap teras yang seolah jijik menatapnya.


"Kau istri ku, kenapa kau jijik dengan ku?" tanya Kay.


"Kau playboy kelas kakap, kau tidak dapat dipercaya." Teras menggelengkan kepalanya menatap Kay kemudian berbalik badan meninggalkan Kay


"Kenapa kau begitu kepada ku!" ucap kay tidak terima.


"Lepas!" Teras menatap Kay dengan arogan.


"Tidak.. sampai aku mendapatkan mu." Kay langsung membawa teras ke kamar.

__ADS_1


"kau tau apa yang terjadi pada ku hari ini, Kay?" tanya Teras menatap ke arah Kay dengan nanar.


"Aku tidak perduli sayang." ucap Kay.


Cuih


Teras mengalihkan pandangannya dari wajah Kay, yang semulanya dirinya fokus dengan leher lembut teras kini matanya mendongak menatap wajah Teras yang menekuk.


"Ada apa?" tanya Kay.


"****** mu itu, mau membunuh ku!" ucap Teras menatap Kay dengan tajam dan amarah didalam dirinya..


"Jangan menyebut dirinya ******, dia adalah wanita yang akan melahirkan anak kita." ucap Kay.


"Kau tidak sadar? kau bisa menunggu, Kay! melahirkan tidak di pandang usia. Nenek ku dulu melahirkan adik ayah ku umur 62 tahun. Kenapa kau tidak bisa sabar lagi?" ucap Teras.


"Kau kira aku suami nenek mu, hah? aku tidak sama dengan dirinya, teras. aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi, aku menginginkan mu dan anak dari rahim Nana!" ucap Kay.


"Sebegitu kah kau menginginkan kami berdua? Jika ada aku, maka tidak ada anak! jika ada Nana, maka tidak ada aku. Kau pilih mana?" tanya Teras.


"Teras! aku sedang lelah jangan memberikan ku pilihan seperti itu." ucap Kay.


Teras berdecih kemudian memungut pakaiannya yang terlepas tadi. Kemudian dirinya meninggalkan Kay dengan kecewa sekali lagi. sementara Kay dirinya mengusap wajah nya kasar.


Jika ada aku, maka tidak ada anak! jika ada Nana, maka tidak ada aku!


Ujar Teras sebelum meninggalkan tempat. Kay menatap gusar ke arah pintu dan melirik ke jendela dimana cahaya matahari perlahan tenggelam tergantikan oleh bulan.


Teras duduk di sofa dengan memainkan ponselnya, sementara Kay baru saja turun dari kamar dan menuju dapur untuk mengambil air. Dirinya mendekati teras dan menatap gadis itu yang acuh.


"Kau marah?" tanya Kay.


"Buat apa aku marah? gk guna." ucap Teras.


"Serius? apa kau menginginkan surat perceraian?" tanya Kay.


Prang!


Teras menjatuhkan ponselnya sangking syok nya dengan perkataan Kay.


"Kau bermaksud..."


"Tidak, jika kau ingin surat cerai aku akan membuatnya. Karena aku tidak mencintai mu." ucap Kay.


Jleb


Teras langsung merasakan dadanya berdebar.


"Kenapa? selama ini aku kurang apa Kay?" tanya Teras menitikkan air matanya.


"Aku tidak tau, kau tidak salah apapun kepada ku, teras. Aku tidak menginginkan mu, jadi aku hanya ingin membebaskan mu. Aku tidak mabuk, aku mengambil keputusan ini dalam keadaan sadar.. jika kau menginginkan kebebasan dari diriku. Besok pengacara akan datang mengurus surat perceraian kita." ucap Kay.


"Setelah kejadian yang ku nanti-nanti, harapan keindahan rumah tangga kita. Semuanya hancur karena beberapa kalimat tidak berguna dari mulut mu itu! Kau jahat, Kay!" ucap Teras mengambil ponselnya dan tasnya pergi dari rumah meninggalkan Kay.


"Salah apalagi diriku?" ucap Kay.

__ADS_1


Dirinya kira dengan mengambil keputusan cerai maka teras akan bahagia. Tak disangka Kay malah tidak dibuat puas akan jawaban Teras. Malah justru seakan kecewa dengan keputusan yang ia ambil secara hati-hati.


EPISODE AKAN DILANJUTKAN DI PART 2-!!😁🙏


__ADS_2