
Malang adalah tempat dimana setiap orang ingin pergi merasakan udara di daerah pegunungan. Banyak orang dari sekolah luar kota jauh-jauh hanya untuk menginap disalah satu villa. Udara disana memang dingin, tapi pemandangannya sangat indah. Bisa dibilang mencuci mata atau untuk merilekskan tubuh dari pekerjaan berat sekolah.
Dan banyak orang juga berlibur disana. Mereka menyejukkan badannya dari pekerjaan dan berlibur. Berkumpul bersama keluarga dengan ramah dan asyik.
Kejora memiliki tiket datang untuk pergi ke malang bersama teman-temannya. Tidak semua kelas dipilih, dari 20 kelas hanya dipilih 3 kelas untuk berekreasi Minggu ini.
Jadwal kejora adalah Minggu depan. Ia tak sabar dengan rekreasi di malang. Ia yang hidup bersama keluarga yang berkecukupan. Sama sekali tidak pernah pergi wisata. Kebanyakan ketika wisata SD, disuruh membayar uang untuk menyewa beberapa bis.
Dan akhirnya setelah ia mampu masuk ke dalam sekolah negeri. Ia berhak mendapatkan rekreasi ini di sekolah menengah.
Syukur-syukur dirinya bisa pergi ke malang untuk pertama kalinya walau tidak dengan keluarga. Setidaknya, demi kejora senang orang tuanya juga senang.
Kejora bergabung pembicaraan dengan teman sekelasnya. Mereka mendiskusikan hal apa yang bisa dibawa Minggu depan. Banyak yang rekomendasi membawa cemilan dan juga pakaian tebal. Karena udara nya sangat dingin di malam hari. Seolah tidak ada panasnya.
Kejora hanya menyimak dan sesekali menjawab jika ditanya. Yang pasti, ia hanya membawa seadanya yang ia punya. Tidak peduli seberapa besar penghasilan yang ia bawa. Namun ia sudah berusaha membawa barang yang pasti bermanfaat baginya kelak.
"Kita disana bukan hanya liburan, tapi juga mengambil pelajaran, setan."
"Iya juga sih, tapi masa bodoh dengan pelajaran, kita akan membuat seseorang bahagia disana." Ucap Vely, teman kejora.
"Seseorang? Siapa? Teman kita bukan sih? Apa jangan-jangan pacarmu!" ngasal Putri
Plak!
"Aku jomblo putri, stay halal bro." Protes Vely.
"Ya terus siapa njir!" ucap Putri dengan mengelus tangannya yang habis di tampol Vely.
"Yang pastinya bukan pacar ku, iya kan kejora?" Ucap Vely menatap kejora yang duduk diatas meja dengan merapatkan kakinya.
"Ah iya," ucap Kejora dengan tersenyum.
"Kejora, kamu tahu? Bagi tau dong, siapa yang akan dibuat Vely bahagia." ucap putri merengek.
"Kejora gak tau, udah sana pergi-pergi." Ucap Vely menjauhkan putri dari tubuh sahabatnya.
"Dih jahat amat, sudahlah ayo pergi guys!" Ucap Putri kepada teman se geng nya. Males juga berdebat dengan Vely.
Vely tersenyum kepada kejora, membuat gadis itu bingung.
"Emang siapa sih, vel?" Tanya kejora.
"Ada deh, oh ya besok kamu gak usah bawa selimut. Aku aja yang bawa, biar nanti pengawal ku kesana jemput kita." Ucap Vely.
Kejora meringis, menyadari kekayaan Vely.
"Gak usah deh, aku gak mau merepoti." Ucap kejora.
"Ini perintah, bukan permintaan." Sebal Vely keras kepala.
"Iya tapi kan-"
"Gak usah tapi-tapi turuti aja permintaan ku, Kejora." Ucap Vely dengan mendengus.
"Ya sudah deh," ucap kejora.
Vely tersenyum, ia merapatkan tubuhnya kepada tubuh kejora. Namun hanya sebatas bahu, karena kejora hanya diam tanpa mau turun memeluknya.
Ya seperti itu lah persahabatan, pasti ada yang pendek dan tinggi, berisi dan cungkring, pinter dan bodoh, ada yang pendiam dan ada yang cerewet. Deretan semua itu pasti persahabatannya awet hingga takdir memisahkan kita.
Tanpa terasa seminggu berlalu semenjak pembicaraan beberapa saat lalu. Kejora datang dengan hanya menenteng tas kecil yang menurut nya paling bagus dirumahnya. Isinya hanya buku pelajaran dengan baju beberapa saja.
Sedang Vely, ia nampak tak membawa apa-apa. Pakaiannya elegan nan semerbak wangi langsung membuat pandangan mereka teralihkan.
__ADS_1
Melihat kejora yang sudah menunggunya, Vely menghiraukan sapaan temannya yang lain. Ia datang ke arah kejora dengan bahagia.
"Kau sudah datang," ucap Vely.
Kejora mengangguk, "kau membawa apa?" Tanya kejora.
"Aku? Bawa badan saja, hehehe." Cengir gadis itu.
"Nanti kamu disana pake apa? Bajunya? Pelajarannya?" Tanya kejora.
"Aduuh kenapa sih musti berat-berat bawa, kan ada pengawal ku. Nanti mereka yang bawa, mengikuti kita dari belakang." Ucap Vely.
"Kenapa harus pake pengawal?" Ucap kejora yang merasa tidak enak. Karena vely selalu merepotkan pengawalnya dalam kegiatan sehari-hari.
"Ya aku tidak tau, kata mama ku seperti itu jadi aku hanya menurutinya saja. Toh itu juga tugas mereka, dia dibayar untuk bekerja kan?" Ucap Vely.
"Iya si.." pikir Kejora.
"Ya sudah lah, beberapa menit lagi kita akan berangkat. Kamu sudah sarapan?" Tanya Vely.
"Ah iya," ucap kejora.
"Jalan-jalan sebentar yuk? Nanti di bus gak bisa bebas jalan lho," ucap Vely.
"Enggak ah, aku disini saja. Lagi pula aku sudah jalan kaki ke sekolah," Ucap kejora.
"Ayoo lahh, kejora ikutt." Ucap Vely.
Kejora mau tak mau pun mengikuti sahabatnya. Dimana pun ia melangkah, kejora hanya mengikutinya. Lagi pula ia juga malas melangkah. biarlah Vely yang menentukan jalan mereka. Karena vely lah yang mengajak. Dengan pembicaraan lebar kali panjang di perjalanan.
20 menit kemudian ada suara dari bel sekolah. Menunjukkan bahwa murid yang berkesempatan untuk rekreasi hari ini segera di tempat masing-masing. Karena wali kelas akan memimpin mereka ke bus sesuai urutan.
Kejora dan Vely pun berlari menuju kelas dengan cepat. Membuat dada mereka kembang kempis, semenit kemudian wali kelas datang dan memimpin anak peserta didiknya untuk jalan.
Kejora hanya mampu menjawab seadanya, toh ia juga tak mau berharap lebih. Bisa menikmati udara segar malang ia bisa lega dari pada hanya di rumah dan disekolah. Kegiatannya selama bertahun-tahun yang tidak pernah ada kesempatan pergi ke luar kota.
Dan benar saja, ketika Vely dan kejora hendak masuk bus. Kejora melihat deretan mobil hitam di belakangnya. Walau tak terlalu dekat, tapi ia pasti paham mobil siapa itu.
Vely menoleh ke arah pandangan kejora.
"Itu mobil ku," ucap Vely.
Kejora mengangguk, ia kembali mengangkat tasnya. Masuk ke dalam bis dengan acak sebab mereka dibebaskan untuk duduk bersama siapa.
Vely dan kejora duduk di kursi yang hanya bisa menempati dua orang. Tasnya di taruh di atas mereka. Seperti kereta yang memiliki tempat untuk tas mereka. Dan bisa leluasa bergerak tanpa memikirkan tasnya.
"Kenapa ada 2?" Tanya kejora setelah duduk dengan nyaman.
"Ya karena satunya ada barang-barang ku." Ucap Vely tanpa dosa.
"Apa sebanyak itu, sampai ada dua mobil? Itu mencolok, Vely." Omel kejora.
"Ya aku tidak tau, mungkin suruhan mama kali." Ucap Vely.
Kejora menarik napas dalam-dalam. Jika bersangkutan dengan mama Vely ia hanya bisa bersabar. Karena ia tahu sendiri mama Vely seperti apa.
Tak lama setelah absen kelas, Bus pun berjalan dengan perlahan-lahan. Meninggalkan area sekolah dan mengikuti bis di depan. Membutuhkan waktu sekitar 2 jam untuk pergi ke malang. Mereka di peringatkan untuk istirahat sebelum sampai.
Kejora dan Vely berbicara sebentar, kemudian terlihat Vely menguap. Ia mengajak kejora untuk tidur, dan jawaban kejora hanya iya-iya saja.
"Boleh aku tidur dibahu mu?" tanya Vely.
"Ehm? oh, ya.. boleh." ucap Kejora.
__ADS_1
"Terima kasih," menguap sekali lagi sembari mendekat. Ia merapatkan tubuhnya di kursi dan menempelkan kepalanya di bahu Kejora.
Sesekali kejora menahan kepala Vely ketika bis membelokkan setirnya. Agar kepala Vely tidak jatuh.
Kejora pun tanpa sengaja mual tepat ketika guru lewat. Membuat guru itu langsung bertanya ketika melihat nya.
"Apa kau mabuk perjalanan?" Tanya nya sembari membuka tas
Kejora menggeleng, ia tidak tau.
"Ini minumlah, kau bawa air?" Ucap nya. Kejora mengangguk.
"Ya sudah, minumlah. Lebih baik kau tidur saja, Vely sahabat mu juga tertidur." Ucap guru itu.
"Iya baik Bu, saya akan tidur setelah minum obat," ucap kejora.
Guru itu mengangguk, kemudian terlihat berbicara mengenai kondisi murid nya. Agar tidak ada kejadian muntah di bus. Sementara itu kejora mengambil air minumnya, meneguk nya beberapa kali sampai obat itu masuk ke perutnya.
"Hufft.."
"Ehmm, kejora, ada apa?" Tanya Vely terbangun. Merasakan pergerakan dari kejora berulang kali sedari tadi.
"Tidak, perut ku hanya mules saja." Ucap kejora.
"Hah? Kau sudah minum obat? Aku lupa memberikan mu obat, mama ku menyuruh ku membawa obat ini dan dibagi dengan mu." Ucap Vely. Mengambil sesuatu di sakunya.
"Obat apa itu?" Tanya kejora.
"Aku tidak tahu sih, tapi kayaknya supaya tidak pusing dan sakit perut." Ucap Vely. Diakhirnya ia tertawa ringan sebab ia hanya ngasal menjawab.
Kejora tersenyum tipis, "terima kasih, aku tadi juga diberikan obat sama Bu guru. Kamu tidak perlu khawatir," ucap kejora.
"Sebaiknya kamu juga minum?" Ucap kejora.
"Ah iya juga ya, baiklah aku akan minum." Ucap Vely membuka bungkus obat kuning itu dan mengunyahnya. Setelahnya ia mengambil air dari kejora dan meneguknya.
"Apa sudah aman?" Tanya kejora.
Vely mengangguk, "cuman mual saja sih," ucap Vely mengelus dadanya.
"Kalo mau muntah ini ada plastik," ucap kejora.
Vely menggeleng. "Tidak perlu, aku tidak muntah kok. Tidur yuk, kau tidak tidur kan tadi." Ucap Vely.
"Hm.."
Vely mencari posisi nyamannya, ia bersandar di kursi. Namun kepalanya ia taruh di bahu sahabatnya. Tak beberapa lama kedua nya terlelap.
Walau Kejora melewatkan jalanan yang siapa tau ia bisa gunakan untuk pergi ke malang. Namun karena kondisinya kurang fit ia perlu istirahat.
****
Kejora dan Vely merasakan dinginnya kota malang ini. Bus tertata rapi, sedang supir nya ikut berwisata di malang bersama mereka. 10 menit yang lalu bus sampai.
Disebuah villa besar, dimana setiap kamar berisi 4 orang anak. Vely tak ketinggalan, ia ngotot bersama kejora walau kamar absennya dibagi setiap nomor. Membuat ibu guru pun pasrah dan mengurus beberapa anak agar menempati posisi Vely. Percuma berdebat dengan orang kaya, nanti vely malah menyewa villa sendiri.
3 hari dua malam. Kejora dan Vely berlibur disana, sedang pelajarannya hanya sedikit. Sekitar 2 jam per hari untuk mengambil ilmu disana. Tentu saja kejora bahagia, Vely mengajaknya berkeliling dimana tempat yang sering ia kunjungi. Tak jauh dari villa ada persawahan yang sangat indah. Rerumputan berdiri diatasnya, mereka mengambil gambar dengan ponsel Vely.
Entah kenapa diperlakukan secara khusus dengan Vely, membuat kejora bahagia. Walau ia tak sebahagia ini ketika bersama orang tuanya ia tetap bersyukur bahwa masih ada orang yang mau berteman dengannya diluar rumah.
Satu hal lagi, ia akan berjanji mengajak orang tuanya berjalan jalan dengannya. Waktu besar nanti, ia akan mengajak kedua orangnya ke tempat yang diinginkan semua orang.
Vely selalu menjaganya, walau ia sering protes terhadap siapapun itu, tapi kejora tidak masalah. Karena baginya, Vely protes sebab ada hal yang berbeda pendapat darinya.
__ADS_1